Haji 2026
Cerita Jamaah Haji Asal Palembang di Tanah Suci, Panas Menyengat Hingga 41 Derajat Celcius
Menurutnya, kondisi cuaca yang jauh berbeda dari Indonesia membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Cuaca ekstrem dengan suhu mencapai lebih dari 40 derajat Celsius melanda Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji di Armuzna.
- Jemaah asal Palembang, Muhammad Rezadinata Pratama, mengaku harus beradaptasi dengan panas ekstrem dengan menjaga pola makan, memperbanyak minum air putih, konsumsi vitamin, dan istirahat cukup.
- Meski menghadapi cuaca panas, para jemaah tetap menjalankan ibadah dengan khusyuk sambil menjaga stamina menjelang puncak haji.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Cuaca ekstrem melanda Tanah Suci menjelang puncak ibadah haji.
Bahkan suhunya dikabarkan menembus lebih dari 40 derajat Celsius, menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah yang tengah mempersiapkan diri menuju rangkaian puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Muhammad Rezadinata Pratama bin H. Fahmuddin dan Selvy bin Sukri Madani, jemaah haji asal Kota Palembang yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 6 Embarkasi Palembang, merasakan langsung panas ekstrem tersebut selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Kemarin di Madinah rasanya sampai 41 derajat Celsius," kata Rezadinata saat berada di Tanah Suci, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca yang jauh berbeda dari Indonesia membuat tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Ia menyebut para jemaah harus menjaga kondisi fisik agar tetap prima menjelang puncak ibadah haji.
“Awalnya pasti tubuh butuh penyesuaian dari kita yang terbiasa di iklim tropis ke iklim panas. Jadi siasatnya memperbanyak minum air putih, konsumsi vitamin, makan yang cukup, serta istirahat yang cukup," katanya.
Baca juga: 6.640 Jamaah Embarkasi Palembang Diberangkatkan Ke Tanah Suci, Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji
Baca juga: Takut Tak Dapat Hidayah Lagi, Syahnaz Sadiqah Ungkap Alasan Haru Mantap Berhijab Usai Haji
Masih kata Reza, dalam menjalankan ibadah ia tidak memaksakan diri untuk terus beribadah karena masih menunggu puncak haji di Armuzna yang mengharuskan tubuh sangat fit.
Saat ini, Reza dan rombongan telah berada di Mekkah setelah delapan hari berada di Madinah.
Di Kota Suci tersebut, para jemaah telah melaksanakan ibadah umrah wajib sebagai bagian dari haji tamattu.
Selain menjalankan ibadah, para jemaah juga sempat ke sejumlah lokasi bersejarah peradaban Islam, seperti Gua Hira dan beberapa tempat bersejarah lainnya.
Meski harus menghadapi cuaca panas ekstrem, para jemaah tetap berupaya menjalankan rangkaian ibadah dengan penuh khusyuk sambil menjaga kesehatan dan stamina menjelang puncak pelaksanaan haji.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com
| 6.640 Jamaah Embarkasi Palembang Diberangkatkan Ke Tanah Suci, Jaga Kesehatan Jelang Puncak Haji |
|
|---|
| 169 Jamaah Haji Asal Prabumulih Diberi Uang Saku Rp1 Juta per Orang Oleh Pemkot |
|
|---|
| 5 Jemaah Haji Asal Sumsel Dirawat di Tanah Suci, Ada yang Demam, Gangguan Jantung hingga Pneumonia |
|
|---|
| 444 Jemaah Haji Kloter 11 Embarkasi Palembang Berangkat, Satu Orang Tertunda karena Kesehatan |
|
|---|
| Pengertian Miqat, Tempat Penting Sebelum Melaksanakan Umrah Wajib Saat Haji, Ada 5 Titik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Cerita-Jamaah-Haji-Asal-Palembang-di-Tanah-Suci-Panas-Menyengat-Hingga-41-Derajat-Celcius.jpg)