Berita Palembang

Kasus Campak Melonjak di Palembang, Begini Himbauan Dinkes Jelang Lebaran

Dinkes Palembang mencatat terjadi lonjakan kasus Campakdi kota Palembang akibat rendahnya cakupan vaksinasi di masyarakat

Dokumen/Dinkes Sumsel
VAKSIN - Ilustrasi pemberian vaksin masal di Sumsel. Kasus Campak Melonjak di Palembang, Dinkes himbau ini Jelang Lebaran 

Ringkasan Berita:
  • Terjadi lonjakan kasus Campak  seluruh kota di Indonesia termasuk di kota Palembang.
  • Hal ini disebabkan rendahnya cakupan vaksinasi di masyarakat.
  • Dinkes Palembang bakal berikan vaksin tambahan buat anak usia 9, 18 bulan dan kelasi SD.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) kota Palembang mencatat terjadi lonjakan kasus Campak  seluruh kota di Indonesia termasuk di kota Palembang.

Hal ini akibat rendahnya cakupan vaksinasi di masyarakat

Dimana dari update kasus campak,  konfirmasi laboratorium selama 2026 sebanyak 65 kasus positif, dengan suspek kasus campak 2026 per 12 Maret sebanyak 456 suspek campak

Maka dari itu, Dinkes Palembang akan memberikan vaksin tambahan untuk anak usia 9, 18 bulan dan kelas 1 SD, setelah jumlah kasus campak dalam tiga bulan terakhir mengalami peningkatan. 

"Vaksin tambahan tersebut, sebagai upaya untuk membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga virus tidak mudah menyebar," kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, Sabtu (14/3/2026)

Menurutnya, langkah yang lain adalah pemberian Vitamin A, jauhkan pasien dari anak-anak dan ibu hamil dan pola hidup bersih dan sehat antara lain menutup mulut dan hidung ketika batuk / bersin, menjaga kebersihan tangan serta menjaga kebersihan lingkungan.

"Cara meningkatkan imunitas anak supaya tidak terkena campak, antara lain tetap vaksinasi yang paling penting, lalu di tambah dengan asupan gizi yang seimbang, kebersihan diri dan lingkungan, istirahat yang cukup, dan hindari kontak dengan pasien campak," ujarnya.

Ditambahkan Yudhi, sekarang pemerintah kota Palembang sedang melaksanakan Outbreak Respon Imunization (ORI), dimana semua anak umur 9 bulan hingga 59 bulan diberi vaksin campak tanpa melihat riwayat vaksin campak sebelumnya, dan kegiatan ini dilaksanakan di bulan Maret 2026.

"Kalau target sasaran belum mencapai 95 persen, maka akan dilaksanakan di bulan April 2026," paparnya.

Untuk lokasi pemberian vaksin di laksanakan di Posyandu, TK/PAUD, Pos mudik, tempat ibadah, rumah sakit, klinik kesehatan, tempat praktek dokter, dan melakukan kunjungan ke rumah warga kalau target sasaran belum tercapai

Ditambahkan Yudhi, dengan kondisi sekarang akan suasana lebaran atau Idul Fitri, pihaknya mengimbau anak yang belum vaksin untuk melakukan vaksinasi dahulu sebelum melaksanakan mudik.

Dinkes Palembang juga telah berkoordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit untuk meningkatkan edukasi mengenai pencegahan penyakit melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kerumunan saat tradisi silaturahmi keluarga saat Lebaran dikhawatirkan menjadi titik rawan penyebaran virus, terutama jika melibatkan anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. "Masyarakat diimbau memastikan status

"Dinkes Palembang menghimbau pastikan anak anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD sudah mendapat imunisasi campak sebelum mudik, pada daerah yang melakukan ORI semua anak usia 9 bulan hingga 59 bulan sudah mendapat imunisasi campak sebelum mudik, imunisasi dapat diperoleh di Fasilitas pelayanan kesehatan terutama puskesmas," tandasnya.

Selain itu, dikatakan Yudhi untuk menggunakan masker jika berada di ruang tertutup di mana banyak orang berkumpul, rajin cuci tangan terutama sebelum konsumsi makanan.

"Termasuk menjaga daya tahan tubuh selama di perjalanan mudik. Misalnya istirahat yang cukup, konsumsi makanan bergizi dan banyak minum air putih," pungkasnya.

Masyarakat juga diminta mewaspadai gejala awal penyakit tersebut, seperti demam tinggi di atas 39 derajat celsius, ruam merah yang cepat menyebar, sesak napas, hingga kejang.

 "Jika gejala tersebut muncul, apalagi disertai diare atau muntah, anak harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat," tukas Yudhi.
 

 

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved