Harga Karet Hari Ini

Harga Karet Menguat Tipis Hari Ini di Angka Rp32.369 Per Kilogram, Petani Makin Optimis

Harga karet di pasar global kembali mencatat penguatan tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026).

Penulis: Hartati | Editor: Kharisma Tri Saputra
Tribunsumsel.com/M. Ardiansyah
PETANI KARET - Salah Satu Petani Karet di Banyuasin Sedang Menyadap Karet. Harga Karet Menguat Tipis Hari Ini Petani Makin Optimis 
Ringkasan Berita:
  • Harga karet hari ini menguat tipis dibandingkan kemarin.
  • Mencerminkan kondisi pasar yang cenderung sehat dan terkendali.
  • Kenaikan harga ini membawa optimisme bagi petani.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di pasar global kembali mencatat penguatan tipis pada perdagangan Kamis (19/2/2026).

Berdasarkan harga SGX–Sicom, karet ditutup di level 192,9 US cent per kilogram dengan kurs Rp 16.780 per dolar AS.

Berdasarkan perhitungan tersebut, harga karet KKK 100 persen berada di angka Rp 32.369 per kilogram setelah dibulatkan.

Angka ini naik Rp 39 per kilogram dibandingkan harga Rabu (18/2/2026) yang berada di level Rp 32.330 per kilogram.

"Kenaikan meski relatif kecil ini menunjukkan tren positif pasar masih terjaga," kata Sekretaris Apkarindo Sumsel H Rudi Arpian pada Tribunsumsel.com, Kamis (19/2/2026).

Rudi menambahkan, pergerakan harga berlangsung stabil tanpa lonjakan signifikan, mencerminkan kondisi pasar yang cenderung sehat dan terkendali.

Adapun rincian harga karet KKK setelah dibulatkan adalah sebagai berikut:
KKK 70 persen: Rp 22.658 per kg
KKK 60 persen: Rp 19.421 per kg
KKK 50 persen: Rp 16.185 per kg
KKK 40 persen: Rp 12.948 per kg
KKK 30 persen: Rp 9.711 per kg
Harga tersebut belum termasuk potongan biaya produksi.

Rudi menambahkan penguatan bertahap ini memberikan ruang optimisme bagi pelaku usaha dan petani karet.

Namun demikian, petani diingatkan untuk tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) agar nilai jual tetap optimal.

Petani diimbau menggunakan pembeku lateks sesuai anjuran, tidak mencampur bahan non-karet seperti tatal, kayu, maupun karet vulkanisat, serta tidak merendam atau membasahi bokar.

“Naik perlahan, mutu dijaga sehingga peluang makin terbuka,” tutupnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved