Berita Palembang
Disdik Palembang Atur Jam Belajar Ramadan 2026, Jam Pelajaran Dipangkas 10 Menit.
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang resmi menerbitkan Surat Edaran Nomor:
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Moch Krisna
Sementara, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (Kabid SD) di Dinas Pendidikan Kota Palembang Alhadi Yan Putra, mengatakan Melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang Nomor: 420/afaf/Disdik-1/2026, seluruh satuan pendidikan diminta mengatur ulang pola pembelajaran selama Ramadan. Kebijakan ini menekankan keseimbangan antara capaian akademik dan penguatan nilai spiritual, sekaligus melibatkan peran aktif orang tua dalam mendampingi anak.
Pada 18–21 Februari 2026, siswa menjalani pembelajaran mandiri di lingkungan keluarga, tempat ibadah, dan masyarakat sesuai penugasan dari sekolah. Skema ini dirancang agar anak tetap belajar sekaligus lebih dekat dengan keluarga dalam suasana awal Ramadan.Mulai 23 Februari hingga 14 Maret 2026, kegiatan belajar kembali berlangsung di sekolah. Namun, setiap jam pelajaran dipangkas 10 menit dari durasi normal sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi siswa yang menjalankan ibadah puasa.
Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan alasan untuk menurunkan kualitas pembelajaran. Sebaliknya, bulan suci ini menjadi ruang pembinaan karakter yang lebih intensif.
“Anak-anak tetap belajar seperti biasa, tetapi kami arahkan agar lebih seimbang dengan kegiatan ibadah. Mereka belajar, berpuasa, sekaligus mengikuti pesantren kilat dan kegiatan keagamaan lainnya di sekolah,” ujarnya.
Menurut Alhadi, sekolah dasar memiliki peran krusial dalam membentuk fondasi akhlak dan kepribadian siswa. Karena itu, selama Ramadan, kegiatan pembelajaran diperluas dengan tadarus Alquran, ceramah agama, praktik ibadah, hingga program berbagi kepada sesama.
Nilai-nilai kepemimpinan, disiplin, empati, dan kepedulian sosial ditanamkan melalui aktivitas nyata, seperti aksi sosial dan pembiasaan sikap santun di lingkungan sekolah. Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga pembimbing yang memastikan siswa mampu menjaga semangat belajar di tengah ibadah puasa.
“Ramadan harus menjadi pembelajaran yang utuh. Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan. Dengan pendekatan tersebut, suasana Ramadan di sekolah dasar di Palembang diharapkan menghadirkan pengalaman edukatif yang membekas. Sekolah bukan hanya tempat mentransfer ilmu, tetapi juga ruang menumbuhkan generasi beriman, berintegritas, dan berkepribadian tangguh," pungkasnya.
| Sukses Digelar di Jakabaring, Festival Sriwijaya 2026 Sukses Sedot Perhatian Publik |
|
|---|
| Diskusi AJI Palembang Bahas Keselamatan Jurnalis, Hak Jawab hingga Perlindungan Hukum Pers |
|
|---|
| Hilal Tak Terlihat di Palembang, Iduladha 1447 H Diperkirakan Jatuh pada 27 Mei 2026 |
|
|---|
| Serunya Damkar Hadirkan Flying Fox Gratis di CFD Palembang, Ramai Diserbu Anak-anak |
|
|---|
| Festival Sriwijaya 2026 Digelar di Palembang, Hadirkan Ragam Budaya Sumsel Hingga Demo Masak Pindang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Pengurangan-jam-belajar-siswa-SD-dan-SMP-di-OKI-diperpanjang-hingga-27-Oktober.jpg)