Bulan Ramadan

Lipsus : Batas Aman Olahraga Selama Ramadan, Penderita Jantung dan Diabetes Perlu Waspada

Zulkhair Ali menyatakan bahwa berolahraga saat berpuasa tergolong aman selama memperhatikan kondisi fisik individu masing-masing.

Tayang:
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Slamet Teguh
Humas Pemprov Sumsel
SENAM - Pemprov Sumsel Saat Menggelar Senam Beberapa Waktu yang Lalu. Lipsus : Batas Aman Olahraga Selama Ramadan, Penderita Jantung dan Diabetes Perlu Waspada 

Ringkasan Berita:
  • Di Palembang, tren olahraga saat Ramadan tetap tinggi meski banyak orang khawatir lemas dan dehidrasi saat berpuasa.
  • Dr. dr. H. Zulkhair Ali menyebut olahraga saat puasa aman dilakukan, terutama menjelang berbuka atau setelah berbuka, dengan intensitas ringan maksimal 30 menit.
  • Ia mengingatkan risiko dehidrasi dan hipoglikemia yang bisa berbahaya, serta menyarankan penderita jantung dan diabetes tidak berolahraga saat berpuasa.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Bulan Ramadan kerap diidentikkan dengan menurunnya aktivitas fisik.

Sebagian masyarakat memilih untuk mengurangi pergerakan karena khawatir akan rasa lemas, dehidrasi, hingga risiko pingsan saat berpuasa.

Namun, fenomena sebaliknya terlihat pada tren gaya hidup sehat yang terus meningkat, di mana taman kota, lintasan lari, hingga pusat kebugaran tetap ramai menjelang waktu berbuka.

Menanggapi fenomena tersebut, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. dr. H. Zulkhair Ali, KGH, FINASIM, menyatakan bahwa berolahraga saat berpuasa tergolong aman selama memperhatikan kondisi fisik individu masing-masing.

"Berolahraga saat puasa cukup aman. Waktu terbaik adalah pada sore hari menjelang berbuka atau malam hari setelah berbuka agar tubuh tidak mengalami dehidrasi terlalu lama. Jika ingin berolahraga di pagi hari, pilihlah jenis aktivitas ringan yang tidak menguras keringat," jelas Dr. Zulkhair, Minggu (15/2/2026).

Mengenai batas aman antara menjaga kebugaran dan risiko membahayakan diri, ia mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan diri dan tetap menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan tubuh.

Menurutnya, tubuh yang dipaksa berolahraga saat berpuasa rentan mengalami dehidrasi serta hipoglikemia atau kondisi kekurangan kadar gula darah.

"Olahraga bisa menjadi sangat berbahaya saat kadar gula darah terlalu rendah. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan koma hingga kematian," tegasnya.

Secara medis, intensitas olahraga yang dianjurkan selama Ramadan adalah aktivitas ringan seperti jogging santai, senam, atau olahraga intensitas rendah lainnya dengan durasi maksimal 30 menit.

Dr. Zulkhair juga mengimbau masyarakat untuk mengenali tanda-tanda bahaya saat berolahraga, seperti rasa haus yang luar biasa, badan yang mendadak lemas, hingga mulai terjadinya gangguan orientasi atau penurunan kesadaran.

"Sangat disarankan bagi pasien penderita penyakit jantung dan diabetes untuk tidak melakukan olahraga saat sedang berpuasa demi menghindari komplikasi medis," pungkasnya.

Baca juga: Daftar Harga Paket Berbuka Puasa 10 Hotel Palembang 2026, Mulai dari Rp 110 Ribuan

Baca juga: Waspada 10 Hal yang Dapat Mengurangi Kualitas Puasa Ramadhan, Nasihat Ustadz Firanda Andirja 

Perhatikan Nutrisi dan Waktu Latihan

Menjaga kebugaran fisik selama bulan Ramadan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat. Perubahan pola makan dan berkurangnya jam tidur sering kali memengaruhi tingkat energi serta produktivitas harian.

Pelatih Fisik Sumsel United, Dino Sefriyanto, membagikan tips bagi masyarakat agar tetap bugar dan dapat menjalankan aktivitas olahraga dengan aman selama berpuasa. Dino, yang memiliki pengalaman panjang melatih klub Liga 1 dan Timnas U-16, menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas fisik dan asupan nutrisi.

"Saat berolahraga di bulan puasa, kita tidak boleh berlebihan karena ada risiko dehidrasi. Asupan kalori harus seimbang," ujar mantan pelatih fisik Sriwijaya FC tersebut kepada Sripoku.com, Jumat (13/2/2026).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved