Berita Palembang

Petugas Gabungan Tertibkan Lapak Pedagang di Bawah Jembatan Ampera 7 Ulu Palembang

Satpol PP, Kecamatan SU I dan Dishub Kota Palembang menertibkan lapak pedagang di bawah Jembatan Ampera kawasan 7 Ulu Palembang, Senin (2/2/2026). 

Tayang:
Penulis: andyka wijaya | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Sripoku.com/andyka wijaya
PENERTIBAN LAPAK PEDAGANG -- Petugas saat menertibkan gerobak pedagang di bawah Jembatan Ampera di Kawasan 7 Ulur Palembang, Senin (2/2/2026). Informasi ini diduga bocor sehingga banyak pedagang yang tak berjualan. 

Ringkasan Berita:
  • Lapak pedagang di bawah Jembatan Ampera wilayah 7 Ulu Palembang ditertibkan petugas gabungan
  • Adapun yang menjadi sasaran petugas adalah pedagang pakaian bekas serta penjahit termasuk pedagang minuman tuak
  • Diduga Operasi penertiban ini telah bocor para petugas hanya menemui berupa lapak-lapak pedagang yang ditinggal pemiliknya
 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Satpol PP, Kecamatan SU I dan Dishub Kota Palembang menertibkan lapak pedagang di bawah Jembatan Ampera kawasan Kelurahan 7 Ulu, Senin (2/2/2026). 

Diduga informasinya sudah bocor, petugas hanya mendapati lapak-lapak yang sudah kosong ditinggal oleh para pedagang.

Adapun yang menjadi sasaran petugas adalah pedagang pakaian bekas serta penjahit di bawah Jembatan Ampera kawasan 7 Ulu termasuk pedagang minuman tuak.

"Diduga Operasi penertiban ini telah bocor para petugas hanya menemui berupa lapak-lapak pedagang yang ditinggal pemiliknya," ungkap Camat SU 1 Palembang Mukhtiar Hijrun, ketika ditemui di lokasi. 

Hijrun mengatakan, pihaknya melaksanakan kegiatan penertiban ini berdasarkan laporan masyarakat yang menyampaikan para pedagang BJ atau pakaian bekas, tukang jahit, dan penjual tuak sudah sangat meresahkan di samping mereka berdagang mengunakan badan jalan yang menimbulkan kemacetan, juga mereka meminum tuak di kawasan tersebut. 

Baca juga: Iming-iming Akan Tanggung Jawab, Pemuda di Muba Berbuat Asusila ke Remaja Putri, Ditangkap Polisi

Dari operasi kali ini, lanjutnya, memang pihaknya hanya mendapati lapak atau gerobak yang ditinggal pemilik, dan menemukan beberapa warga yang lagi minum tuak.

"Kami mendapati tiga orang warga yang meminum tuak dengan menggunakan dua buah teko."katanya .

Sambungnya, warga tampak santai minum tuak di tempat umum tepatnya di bawah Jembatan Ampera, seakan tidak ada takutnya mereka berpesta tuak tersebut di tempat umum.  

"Untuk pedagang tuak dan gerobaknya tidak kami temukan hanya mendapati Tuak dalam Teko yang lagi diminum warga." ucap Hijrun.

Lebih jauh Hijrun mengatakan dari hasil operasi ini tidak ada warga yang diamankan, hanya saja petugas membongkar lapak pedagang yang ditemukan.

"Untuk ke depannya kami akan mengagendakan pertemuan dengan para pedagang, tokoh masyarakat untuk menata kawasan ini menjadi lebih baik," katanya. 

Ditambahkannya, penertiban ini sekaligus mewujudkan program Pemerintah Kota Palembang yaitu Palembang Belagak.  

"Adapun kami berencana menata kawasan bawah Jembatan Ampera 7 Ulu menjadi kawasan kuliner yang tertata sehingga baik pedagang maupun penjual tidak menimbulkan dan keresahan masyarakat," katanya. 

Sedangkan, salah satu pedagang pakaian bekas yakni Risma yang diketahui sudah berjualan di kawasan tersebut selama 10 tahun lebih mengatakan, tak keberatan jika nanti lapak dagangannya ditata. 

"Saya berharap masih tetap bisa berdagang di kawasan ini. Kami para pedagang siap untuk ditata," tutupnya.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved