Berita Viral
Minta Prabowo Bubarkan Kementerian HAM dan Copot Menterinya, Hotman Paris: Ga Guna, Mundur Kau
"Halo Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat, tolong segera itu tutup Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), tidak guna itu, tidak guna. Deng
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Moch Krisna
Ringkasan Berita:
- Hotman Paris mendesak Presiden Prabowo membubarkan Kementerian HAM dan mencopot menterinya karena dinilai tidak berguna serta minim prestasi.
- Ia mengkritik sang menteri yang dianggap gemar meminta anggaran besar namun pernyataannya di medsos tidak bermutu dan melukai hati rakyat.
- Hotman menyindir kinerja kementerian dengan mengirim 10 pengacaranya ke Lombok untuk membela warga miskin secara gratis.
TRIBUNSUMSEL.COM -- Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea secara terbuka menyampaikan kritik keras yang ditujukan langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
Lewat unggahan video terbaru di akun Instagram pribadinya, advokat senior ini mendesak kepala negara untuk segera membubarkan Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) serta memberhentikan menteri yang menjabat di instansi tersebut.
Hotman Paris menilai keberadaan kementerian baru itu sama sekali belum memberikan kontribusi nyata bagi penegakan hukum di tanah air.
Dirinya merasa prihatin lantaran anggaran besar yang bersumber dari uang pajak masyarakat justru dialokasikan untuk membiayai lembaga yang dinilainya minim prestasi.
"Halo Bapak Presiden Republik Indonesia yang terhormat, tolong segera itu tutup Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM), tidak guna itu, tidak guna. Dengan menterinya yang begitu tidak guna, sudahlah. Mendingan uang pajak yang kami bayar itu dipergunakan untuk kesejahteraan rakyat," ujar Hotman Paris dengan nada tinggi melalui unggahan media sosialnya, Instagram @hotmanparisofficial, Senin (25/5/2026).
Sebut Anggaran Besar Hanya Habis Sia-Sia
Dalam orasinya, Hotman Paris mempertanyakan kualitas dari figur pembantu presiden tersebut.
Pria yang kerap berpenampilan nyentrik ini menyayangkan sikap sang menteri yang menurutnya lebih sering melontarkan pernyataan tidak bermutu di ruang digital alih-alih menyelesaikan sengkarut persoalan kemanusiaan di lapangan.
Ia menegaskan, keluhan yang disuarakannya bukan tanpa dasar.
Hotman membandingkan kinerja kementerian tersebut dengan realitas ribuan kasus pelanggaran HAM berat di berbagai daerah yang dinilainya luput dari perhatian pemerintah.
"Ribuan pelanggaran kasus Hak Asasi Manusia (HAM) yang sangat berat. Coba tanya, siapa nama Menteri HAM itu, apa yang sudah ia perbuat? Omongannya tidak pernah bermutu di media sosial, itu melukai hati rakyat," cetusnya ketus.
Menurut Hotman, pembubaran Kementerian HAM merupakan langkah rasional karena fungsi pengawasan dan penanganan Hak Asasi Manusia sebenarnya sudah diakomodasi oleh banyak lembaga negara lain yang sudah ada sebelumnya.
"Kan menyangkut hak asasi sudah banyak lembaga lain yang juga menangani, banyak lembaga lain. Lembaga ini, lembaga ini, pusing saya melihatnya, kebanyakan. Ya, sekali lagi copot Menteri HAM! Saya pribadi tidak setuju sebagai warga pembayar pajak. Jangan pakai uang rakyat membiayai menteri dengan kualitas seperti itu," tambahnya lagi.
Bandingkan dengan Tim Hotman 911
Guna membuktikan kritiknya, Hotman Paris membeberkan bahwa penanganan kasus-kasus yang menyentuh hak dasar rakyat kecil justru lebih banyak diselesaikan oleh tim hukum swasta miliknya, Hotman 911, tanpa menggunakan fasilitas negara.
Ia mencontohkan langkah konkret hari ini, di mana dirinya menerjunkan sebanyak 10 personel kuasa hukum ke Mataram, Lombok.
Tim tersebut diutus khusus untuk memberikan pendampingan hukum cuma-cuma bagi seorang pemuda dari keluarga kurang mampu yang tersandung kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap kekasihnya.
Hotman menilai tuduhan itu janggal karena murni didasarkan pada asumsi tanpa didukung fakta dan saksi yang kuat.
"Hari ini, 10 tim pengacara saya kirim ke Mataram, Lombok untuk membela pemuda miskin yang dituduh membunuh pacarnya tanpa ada saksi, fakta. Semua adalah khayalan," tutur Hotman.
Selain itu, ia juga mengirimkan tim pengacara ke daerah lain untuk mengawal kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh oknum kiai pimpinan pondok pesantren.
Di akhir videonya, Hotman Paris menegaskan bahwa kritik tajam ini ia sampaikan murni sebagai aspirasi warga negara pembayar pajak, bukan karena ingin mencari panggung politik di hadapan Presiden Prabowo Subianto.
Ia pun secara langsung meminta sang menteri untuk legawa meletakkan jabatannya secara terhormat.
"Lembaganya, Kementerian HAM bubarkan! Belum ada prestasi apa pun, dari awal minta anggaran besar, anggaran besar, anggaran besar. Hei, halo Pak Menteri, tahu diri dong. Kau mundur deh, tidak ada prestasimu. Mundur kau! Ya, hei Menteri HAM, mundur kau!" tegas Hotman menutup pernyataannya.
(*)
Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
| Momen Model Ansy De Vries Menangis Usai Diperiksa Polisi Karena Bohong Ngaku Jadi Korban Begal Sadis |
|
|---|
| Hendak Dinikahi Pria yang 14 Tahun Lebih Tua, Gadis 19 Tahun di Pati Kabur Jelang Akad Nikah |
|
|---|
| Rumah Makan Pagi Sore PIK Minta Maaf usai Viral Tuding Turis Malaysia Tak Bayar Makan Rp900 Ribu |
|
|---|
| Kronologi RM Pagi Sore di PIK Diboikot Warga Malaysia, Berawal Turis Dituding Tak Bayar Usai Makan |
|
|---|
| Sosok Norain Mohd Yunus, Wisman Malaysia Viral Dituduh Tak Bayar Rp900 Ribu di RM Pagi Sore PIK |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/hotman-paris-di-ig.jpg)