Listrik Padam di Sumatra

Profil Darmawan Prasodjo, Dirut PT PLN yang Minta Maaf Imbas Listrik Padam Massal di Sumatra

Darmawan lahir di Magelang pada 19 Oktober 1970. Ia merupakan seorang akademisi berlatar belakang kuat di bidang komputer dan ekonomi energi terapa

Tayang:
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Weni Wahyuny
KompasTV
PROFIL -- Darmawan Prasodjo Direktur Utama PT PLN (Persero) minta maaf usai listrik di Sumatra padam massal. Ini profilnya 
Ringkasan Berita:
  • Dirut PLN Darmawan Prasodjo memohon maaf sebesar-besarnya atas pemadaman listrik masal akibat gangguan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera sejak Jumat malam.
  • Di tengah sorotan krisis ini, sosok Darmawan Prasodjo merupakan doktor ekonomi energi lulusan AS yang dipercaya Menteri BUMN Erick Thohir memimpin PLN hingga dua periode.
  • Sebelum kembali menjabat, Darmawan memiliki rekam jejak mentereng sebagai mantan Deputi I KSP era Luhut Pandjaitan hingga tim ahli ekonomi Presiden Jokowi.

TRIBUNSUMSEL.COM--  Buntut pemadaman listrik hampir di seluruh wilayah Sumatera sejak Jumat (22/5/2026) malam, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan permohonan maafnya kepada masyarakat.

Ia turut menyampaikan bahwa seluruh tim yang ada di lapangan hingga saat ini masih terus mengupayakan pemulihan total transmisi kelistrikan di sejumlah wilayah di Sumatera yang terdampak.

"Sekali lagi kami atas nama PT PLN mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi di masyarakat karena sistem kelistrikan, terutama yang ada di Sumatera bagian selatan, tengah, dan utara mengalami gangguan. Kami terus mengerahkan segala upaya yang kami punya dan kami juga terus siaga agar sistem kelistrikan segera pulih kembali," ungkap Darmawan

Di tengah sorotan publik akibat pemadaman masal ini, sosok nakhoda tertinggi PLN tersebut langsung mencuri perhatian. 

Bagaimana sebenarnya rekam jejak dan profil pimpinan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor kelistrikan ini?

Baca juga: Listrik Padam Massal di Sumatra, Dirut PLN Minta Maaf dan Ungkap Penyebab

Profil Darmawan Prasodjo

Sosok Darmawan Prasodjo sebenarnya bukan wajah baru di lingkungan PT PLN (Persero). 

Sebelum menduduki kursi nomor satu, ia merupakan Wakil Direktur Utama saat Zulkifli Zaini masih menjabat pada periode 2019–2021. 

Menteri BUMN, Erick Thohir, kala itu mengganti Zulkifli Zaini dan melantik Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama untuk periode pertamanya pada 6 Desember 2021.

Dikutip dari laman resmi PLN, Darmawan lahir di Magelang pada 19 Oktober 1970. 

Ia merupakan seorang akademisi berlatar belakang kuat di bidang komputer dan ekonomi energi terapan.

Darmawan meraih gelar Bachelor of Computer Science dari Texas A&M University pada tahun 1994, lalu melanjutkan ke jenjang Master of Computer Science di universitas yang sama dan lulus pada tahun 2000. 

Tidak berhenti di sana, ia berhasil menyelesaikan gelar Doktor Ekonomi Terapan yang berfokus pada Ekonomi Sumber Daya Alam di Texas A&M University, berkoneksi dengan Duke University pada tahun 2011.

Setelah sempat berkarier di luar negeri, Darmawan memutuskan pulang ke Indonesia dan melakoni beberapa profesi. 

Ia sempat mengepalai Center for Green Economy sekaligus menjadi Kepala Jurusan pada Program Studi Green Economy di Surya University pada rentang tahun 2012–2013. 

Selain itu, ia juga pernah menduduki posisi Presiden Komisaris Amesti Energi Nusantara pada tahun 2013–2014.

DIRUT PLN -- Buntut blackout yang terjadi disepanjang wilayah Sumatera sejak tadi malam Jumat (22/5/2026), Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang berdampak.
DIRUT PLN -- Buntut blackout yang terjadi disepanjang wilayah Sumatera sejak tadi malam Jumat (22/5/2026), Dirut PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat yang berdampak. (KompasTV)

Kiprah Politik dan Lingkaran Istana

Selain di bidang profesional dan akademis, Darmawan Prasodjo juga sempat berkiprah di panggung politik nasional. 

Ia bergabung sebagai kader PDI-Perjuangan (PDI-P) dan mendaftar sebagai calon anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Jawa Tengah pada Pemilu Legislatif 2014.

Dapil V tersebut meliputi wilayah Karesidenan Surakarta yang mencakup Kota Solo, Klaten, Sukoharjo, dan Boyolali. Namun, langkahnya menuju Senayan terhenti karena kalah perolehan suara, salah satunya dari Puan Maharani.

Meski gagal lolos parlemen, kedekatannya di lingkaran PDI-P membawa Darmawan dipercaya menjadi tim ahli pendukung pasangan capres-cawapres Jokowi-JK pada Pilpres 2014. 

Perannya adalah memberikan masukan strategis saat debat capres-cawapres. Sebagai penasihat di sektor ekonomi dan energi, namanya pun mulai kerap wara-wiri di berbagai pemberitaan media massa nasional.

Karier daratannya berlanjut ke lingkaran Istana. Darmawan Prasodjo pernah menjabat sebagai Deputi I Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring, dan Evaluasi Program Prioritas di Kantor Staf Presiden (KSP) periode 2015–2019. 

Jabatan mentereng tersebut ia dapatkan saat diangkat oleh Luhut Binsar Pandjaitan, yang ketika itu menjabat sebagai Kepala KSP.

Kembali Dipercaya Pimpin PLN di Periode Kedua

Kepercayaan pemerintah terhadap kepemimpinan Darmawan terbukti sangat kuat. 

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PLN yang berlangsung pada Kamis (14/11/2024), Menteri BUMN Erick Thohir kembali mengangkat Darmawan Prasodjo sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero).

Putusan tersebut tertuang dalam Salinan Keputusan Menteri BUMN Nomor SK-270/MBU/11/2024 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.

Dalam beleid itu disebutkan bahwa masa jabatan periode pertama Darmawan sebenarnya berakhir pada 23 Desemeber 2024. 

Namun, pemerintah memilih memperpanjang masa pengabdiannya untuk menakhodai PLN di periode kedua. Keputusan serupa juga berlaku bagi Sinthya Roesly yang kembali diangkat untuk melanjutkan posisinya sebagai Direktur Keuangan PLN pada periode kedua.

Kini, di tengah masa jabatan keduanya, kemampuan strategis sang doktor ekonomi energi ini kembali diuji untuk menyelesaikan krisis gangguan listrik domino yang tengah melanda wilayah Sumatera.

(*)

Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved