Gerhana Bulan Total

Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025

Artikel ini berisi bacaan niat dan serta tata cara pelaksanaan sholat sunnah Gerhana Bulan Total pada 7-8 September 2025.

Tayang:
Tribun Sumsel
ILUSTRASI SHOLAT - Bacaan niat serta tata cara pelaksanaan Sholat Gerhana Bulan Total 7-8 September 2025 

TRIBUNSUMSEL.COM- Gerhana Bulan Total adalah fenomena astronomis ketika seluruh permukaan Bulan memasuki bayangan inti (umbra) Bumi. 

Hal ini disebabkan oleh konfigurasi antara Bulan, Bumi dan Matahari membentuk garis lurus.

Tahun ini, gerhana bulan total akan terjadi pada tanggal 7 dan 8 September 2025.

Puncak Gerhana Bulan Total akan terjadi pukul WIB: 01.11.45/WITA: 02.11.45/WIT: 03.11.45 dan dapat diamati di seluruh Indonesia dari Sabang hingga Marauke

Adapun total durasi gerhana yang bisa disaksikan selama 5 jam 29 menit 48 detik

Saat fenomena Gerhana Bulan terjadi, Umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan Sholat Khusuf atau sholat gerhana.

Sholat Khusuf ini dikerjakan sebanyak dua rakaat, dan dapat dilakukan sendiri, atau berjamaah.

Dilansir dari Tribunnews.com, sholat ini merupakan anjuran Rasulullah SAW.

Tertulis dalam hadis:

فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَافْزَعُوا إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: "Jika kalian melihat gerhana tersebut (matahari atau bulan), maka bersegeralah untuk melaksanakan sholat." (HR Bukhari).

Niat Sholat Gerhana Bulan

أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامً/مَأمُومًا لله تَعَالَى

Latin: Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini (imaman/makmuman) lillahi taaa

Artinya: Saya salat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT.

Tata Cara Sholat Gerhana Bulan
Dikutip dari kemenag.go.id, berikut tata cara Sholat Gerhana Bulan :

Imam membaca:

الصلاة جامعة رحمكم الله

1. Berniat di dalam hati. Ushallî sunnatal khusûf rak‘ataini imâman/makmûman lillâhi ta‘âlâ (Saya berniat shalat sunah gerhana bulan dua rakaat sebagai imam/makmum karena Allah SWT).

2. Takbiratul ihram, yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa

3. Membaca do’a iftitah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang (seperti surat Al Baqarah) sambil dijaharkan (dikeraskan suaranya, bukan lirih).

4. Ruku’

5. Bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan “Sami’allahu Liman Hamidah, Rabbana Wa Lakal Hamd”

6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat al quran. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama

7. Ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ sebelumnya

8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal)

9. Kemudian sujud yang panjangnya sebagaimana ruku’, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali

10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya

11. Salam.

Setelah itu imam/Khotib menyampaikan khutbah sebanyak 2 khutbah (seperti khutbanhya shalat iedul fithri/ideul Adha) kepada para jemaah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdoa, beristighfar serta disunnahkan untuk bersedekah.

Baca juga: Cara Mengamalkan Sholawat Adada Hasanat, Baca 5x Sehari, Manfaatnya Menurut Ustazah Halimah Alaydrus

Baca juga: 3 Bacaan Doa Ketika Terjadi Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Baik Diamalkan Ibu Hamil

Baca juga: Doa Khatam Al Quran Allahummar hamna bil Quran, Lengkap Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved