Berita Nasional

Warga DKI Jakarta Sudah Vaksin Covid 2 Kali Bebas ke Mana Saja, Lolos dari Pos Penyekatan

Editor: Wawan Perdana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat melakukan sidak di Gedung Sahid Sudirman Centre, Jalan Jenderal Sudirman, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021) siang.

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengibaraktkan vaksin seperti helm bagi pengendara sepeda bermotor.

Mereka yang memakai helm saat mengendarai sepeda motor belum tentu terhindar dari kecelakaan. Namun helm akan mengurangi risiko fatal saat terjadi kecelakaan.

"Tapi kalau Anda pakai helm, sampai kejadian kecelakaan pun insya Allah risiko fatalitas lebih rendah," ucap Anies.

Oleh sebab itu, warga di DKI Jakarta yang sudah divaksin dua kali bisa bebas ke mana saja.

Menurut Anies, pemeriksaan penyekatan akan langsung meloloskan bagi yang sudah menjalani vaksinasi kali kedua.

Bagaimana mengecek seseorang sudah vaksin dua kali? Caranya cukup menunjukkan warna hijau di aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

"Jadi kalau mau kemana-mana, buka aplikasinya (JAKI) tunjukan Anda hijau, Anda bisa kemana saja. Warna merah jangan pergi-pergi dulu karena berisiko," kata Anies dalam rekaman suara, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Pak RW di Palembang Meninggal Saat Isolasi Mandiri, Sang Istri Selalu Teringat Pesan Suaminya

Anies menjelaskan, indikator warna di aplikasi JAKI merupakan indikator tanda orang sudah divaksin atau belum. Indikator warna merah, kuning dan hijau dalam aplikasi JAKI akan menjadi patokan petugas di lapangan untuk memperlihatkan apakah seseorang sudah divaksin atau belum.

"Tinggal masukan nomor induk kependudukan (ke Aplikasi JAKI) lalu akan muncul warna hijau sudah vaksin 2 kali, warna kuning sudah vaksin 1 kali, warna merah belum vaksin," tutur Anies.

Namun, jika ada masyarakat yang belum tervaksinasi dengan alasan medis dan hendak beraktivitas keluar rumah, maka bisa menggunakan surat keterangan dari dokter.

Halaman
12