Berita Pelindo

Pelindo dan PT Panah Perak Megasarana Dorong Bisnis Air Bersih dan Energi Terbarukan

Fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan.

Tayang:
Editor: Sri Hidayatun
Dokumentasi Pelindo
Pelindo Regional 2 Palembang bersama PT Panah Perak Megasarana meresmikan peningkatan kapasitas Water Treatment Plant (WTP) Tanjung Buyut dari yang sebelumnya berkapasitas produksi 4 - 20 m3 perhari menjadi 600 - 800 m3 per hari. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG — Pelindo Regional 2 Palembang bersama PT Panah Perak Megasarana meresmikan peningkatan kapasitas Water Treatment Plant (WTP) Tanjung Buyut dari yang sebelumnya berkapasitas produksi 4 - 20 m3 perhari menjadi 600 - 800 m3 per hari.

Fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam pengembangan infrastruktur berbasis lingkungan dan berkelanjutan.

WTP Tanjung Buyut dibangun untuk memenuhi kebutuhan air bersih steril bagi Stasiun Pandu Tanjung Buyut dan kapal-kapal di wilayah Ambang Luar. Selain itu, WTP ini juga memiliki potensi untuk melayani masyarakat sekitar, termasuk Desa Sungsang, Banyuasin.

Dengan kapasitas pengolahan yang dapat mencapai 600 - 800 m3 per hari, WTP ini menggunakan teknologi efisien dan ramah lingkungan.

Ke depannya, fasilitas ini juga direncanakan untuk memproduksi air minum dalam kemasan, memperluas portofolio bisnis Pelindo di sektor utilitas pelabuhan.

Selain dari meresmikan WTP Tanjung Buyut, Pelindo Regional 2 Palembang bersama PT Panah Perak Megasrana Menindaklanjuti komitmen bersama pasca kegiatan groundbreaking yang dilaksanakan pada April 2025 lalu, saat ini kedua pihak resmi memulai tahap staging project pembangunan fasilitas EFB Biomass Pellet Plant yang berlokasi di Pelabuhan Sungai Lais.

Baca juga: Sinergi Pelindo dan TNI AL, Rencana Relokasi Markas LANAL Palembang ke Pelabuhan Sungai Lais

Proyek ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung transisi energi terbarukan melalui pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit (Empty Fruit Bunch/EFB) menjadi bahan bakar biomassa berkualitas.

Fasilitas ini tengah memasuki tahap pertama pembangunan, yang dirancang dengan kapasitas produksi mencapai 315 ton per hari.

General Manager Pelindo Regional 2 Palembang, Nunu Husnul Khitam, menyampaikan bahwa pengembangan bisnis air bersih merupakan bagian dari layanan yang diberikan oleh Pelindo dalam mendukung ekosistem Pelabuhan.

“Pelabuhan modern tidak hanya bicara tentang bongkar muat, tetapi juga bagaimana mendukung operasional dengan layanan utilitas yang andal dan bernilai ekonomi. WTP Tanjung Buyut menjadi awal dari pengembangan potensi bisnis air bersih yang memiliki prospek besar, baik untuk kebutuhan internal, eksternal maupun pengguna jasa kepelabuhanan” ujarnya.

Direktur Utama PT Panah Perak Megasarana, Agussalim Igarashi, menambahkan bahwa sinergi antara Pelindo dan swasta menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis layanan.

“Kami melihat peluang besar dalam pengelolaan air bersih sebagai bagian dari solusi infrastruktur masa depan. Kolaborasi ini akan memperkuat peran pelabuhan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Melalui pengoperasian WTP Tanjung Buyut, Pelindo Regional 2 Palembang menegaskan komitmennya dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga keberlanjutan dan pelayanan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved