Remaja Bunuh Ibu di Bengkulu

'Ngapo Beli Pisau?', Reaksi Pak RT ke Gadis 18 Tahun yang Bunuh Ibu Kandung saat Salat di Bengkulu

Ayah NR (18) gadis yang bunuh ibu kandung di Bengkulu terpukul atas aksi nekat anaknya.

|
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Tribunbengkulu.com/Facebook Fitri Novadiana
GADIS BUNUH IBU - NR (18) gadis yang bunuh ibu kandung di Bengkulu bersimpuh di hadapan Pak RT. 

TRIBUNSUMSEL.COM - NR (18), gadis yang bunuh ibu kandung di Bengkulu menangis atas apa yang ia perbuat.

Seperti diketahui, kejadian itu terjadi di rumah korban dan pelaku di Jalan Manggis 1 Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu pada hari Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 13.00 WIB saat korban sedang melaksanakan salat zuhur di rumah.

Setelah menghabisi nyawa ibunya, pelaku mengaku menyesal kepada Pak RT.

Bahkan ia bersujud di hadapan Pak RT sambil menangis histeris.

Pak RT menanyakan alasan anaknya membeli pisau di pasar.

Pisau itulah yang kemudian digunakan NR untuk menusuk ibunya setelah memukul dengan ulekan cobek hingga ibunya tersungkur.

"Kau ngapo (kenapa) beli pisau di pasar, ngapo?" kata Pak RT, dikutip dalam video yang diunggah akun Facebook Fitri Novadiana.

Ayah pelaku tampak tak bisa berkata-kata lagi.

Sementara itu, terdengar sejumlah warga meminta untuk segera menyerahkan NR ke polisi dan mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca juga: Bersimpuh di Depan Ayah, Tangis Gadis 18 Tahun Usai Bunuh Ibu di Bengkulu saat Salat, Menyesal 

Kronologi Pembunuhan

Seperti diketahui, kejadian itu terjadi di rumah korban dan pelaku di Jalan Manggis 1 Kelurahan Panorama Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.

Korban tewas usai dipukul oleh pelaku menggunakan batu cobek.

Saat korban sudah tersungkur, terduga pelaku kemudian langsung menusuk korban dengan menggunakan pisau dapur.

Usai korban diduga tewas di tempat dan terduga pelaku langsung keluar rumah dan berlari ke rumah salah satu tetangganya.

Disanalah kemudian terduga pelaku menceritakan kepada kedua tetangganya bahwa dia telah membunuh ibu kandungnya.

Dirinya juga membawa kedua adiknya untuk dititipkan kepada tetangganya.

Motif jika terduga pelaku kesurupan saat membunuh ibu kandungnya adalah karena dia kesurupan, disampaikan pelaku pada tetangganya usai peristiwa pembubuhan terjadi.

"Dia (terduga pelaku) bilang kalau dirinya nekat membunuh karena kesurupan," ungkap Ice salah satu tetangga korban, Sabtu (2/8/2025) sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah pernyataan bahwa dirinya kesurupan, terduga pelaku juga berpesan kepada tetangganya untuk menjaga kedua adiknya.

Ia mengaku akan pergi ke akhirat usai mengakui kepada tetangganya jika dirinya sudah membunuh ibu kandungnya.

Tetangga korban yang mendapati kejadian tersebut kemudian langsung mengamankan terduga pelaku sembari mengecek rumah korban.

Saat tetangga korban masuk ke dalam rumah, mereka melihat korban sudah dalam keadaan tewas bersimbah darah.

"Saat kami tiba di rumahnya, korban dalam keadaan terluka parah dan kemungkinan sudah tidak bernyawa," kata Ice.

Setelah kejadian teraebut warga langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisan Polsek Gading Cempaka.

Atas kejadian tersebut Tim gabungan Resmob Macan Gading Polresta Bengkulu dan Tim Opsnal Polsek Gading Cempaka langsung datang ke TKP.

Usai kejadian tersebut polisi langsung mengamankan terduga pelaku yang merupakan anak kandung korban.

Terduga pelaku selanjutnya langsung dibawa ke Polresta Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sedangkan jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Bengkulu untuk dilakukan visum.

Pelaku Baru Keluar RSKJ

NR (18) remaja putri seorang remaja putri di Kota Bengkulu tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri YT (49) ternyata baru pulang ke rumah usai mendapat perawatan di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ).

Pelaku NR dikabarkan baru pulang dari RSKJ, pada Rabu (30/7/2025).

Usai korban diduga tewas di tempat dan terduga pelaku langsung keluar rumah dan berlari ke rumah salah satu tetangganya.

Salah satu tetangga korban, Yuli mengatakan bahwa pelaku baru keluar RSKJ.

"Seminggu yang lalu baru dari RS jiwa, anaknya itu tidak emosi ke emaknya tapi memang suka mengamuk, sering kambuh" kata Yuli dilansir dari Youtube tvOneNews, Minggu (3/8/2025). 

Ia menjelaskan bahwa keluarga selama ini telah berusaha mengelola kondisi NR sebaik mungkin. 

Namun, perilaku NR yang tidak stabil kerap membuat warga khawatir.

Setelah kejadian tragis itu, NR dilaporkan keluar rumah sambil membawa kedua adiknya menuju rumah tetangga. 

Di sana, NR mengaku telah membunuh ibunya dan menitipkan adik-adiknya sebelum akhirnya diamankan warga.

"Jadi warga lain langsung ke rumahnya," terangnya.

"Ibunya mengalami luka tusuk di beberapa bagian tubuh," imbuhnya.

Sementara, pihak kepolisian membenarkan jika pelaku memang memiliki riwayat pernah dirawat di Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ).

"Untuk itu masih kita selidiki, namun informasi yang kita dapat dari warga sekitar sudah pernah dirawat di rumah sakit jiwa," kata Kanit Reskrim Polsek Gading Cempaka Iptu Putra Agung.

NR diduga membunuh ibunya, YT (49), saat korban tengah salat zuhur di rumah mereka. 

Korban dihantam menggunakan ulekan cobek hingga tewas, lalu ditusuk berkali-kali menggunakan pisau dapur.

Korban diduga tewas di tempat. 

Peristiwa ini pun mengundang perhatian warga sekitar.

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News  

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved