PPG

Tuliskan 5 Tantangan dan Rumuskan Solusi dan Langkah Aktif untuk Mengatasi Tantangan Tersebut

Artikel ini berisi jawaban cerita reflektif Modul 3 soal "Tuliskan 5 Tantangan dan Rumuskan Solusi dan Langkah Aktif untuk Mengatasi Tantangan .

Tribun Sumsel
PPG 2025 - Kunci jawaban cerita reflektif Modul 3 FPPN Topik 3 soal: Tuliskan 5 Tantangan dan Rumuskan Solusi dan Langkah Aktif untuk Mengatasi Tantangan Tersebut. 

TRIBUNSUMSEL.COM- Tuliskan 5 tantangan dan rumuskan solusi dan langkah aktif yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut.

Soal tersebut adalah bagian dari modul 3 Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai (FPPN) membahas tentang Penerapan Kode Etik Guru, Apakah Perilaku Guru sebagai Pendidik Perlu Diatur.

Selengkapnya, inilah soal dan contoh jawabannya.

"Setelah merumuskan rencana tindakan yang dapat dilakukan untuk menegakkan Kode Etik Guru, lanjutkan diskusi dengan mengindetifikasi tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi dalam upaya menegakkan Kode Etik Guru di atas"

"Tuliskan paling tidak 5 tantangan dan rumuskan solusi dan langkah aktif yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantang tersebut"

JAWABAN 1

Berikut adalah hasil identifikasi 5 tantangan dalam menegakkan kode etik profesi guru beserta solusi dan langkah aktif yang dapat dilakukan:

1. Tantangan: Kurangnya Kesadaran dan Pemahaman Guru terhadap Kode Etik

Deskripsi: Sebagian guru belum memahami sepenuhnya isi dan makna kode etik profesi, sehingga dalam praktiknya masih ada yang bertindak di luar batas etika, baik secara sadar maupun tidak.

Solusi dan Langkah Aktif:

  • Menyelenggarakan pelatihan rutin atau lokakarya tentang kode etik guru.
  • Memasukkan pembahasan kode etik dalam rapat rutin atau MGMP.
  • Membuat buletin etika atau poster kode etik yang dipajang di ruang guru sebagai pengingat visual.

2. Tantangan: Tekanan Administratif dan Beban Kerja yang Tinggi

Deskripsi: Banyak guru merasa terbebani dengan tuntutan administratif sehingga mengabaikan nilai-nilai etika dalam interaksi dengan siswa dan rekan kerja.

Solusi dan Langkah Aktif:

  • Mendorong efisiensi kerja melalui penggunaan teknologi (seperti aplikasi manajemen kelas dan penilaian).
  • Melibatkan tenaga kependidikan untuk membantu tugas administratif guru.
  • Menguatkan manajemen waktu dan kesadaran reflektif guru terhadap prioritas etis dalam pekerjaannya.

3. Tantangan: Kurangnya Keteladanan di Lingkungan Sekolah

Deskripsi: Jika kepala sekolah atau guru senior tidak menunjukkan sikap etis, guru lain- terutama yang baru mungkin akan mengikuti kebiasaan yang kurang baik.

Solusi dan Langkah Aktif:

  • Mendorong kepala sekolah dan guru senior menjadi teladan etika yang baik.
  • Membentuk tim etik internal sekolah untuk mengawasi dan memberi masukan secara berkala.
  • Menyediakan forum diskusi etika antar guru untuk mengangkat praktik baik dan kasus dilematis.

4. Tantangan: Ketidakselarasan antara Nilai Sekolah dan Nilai di Lingkungan Sosial

Deskripsi: Kadang, nilai-nilai yang dihidupi di sekolah tidak didukung oleh lingkungan masyarakat atau keluarga peserta didik, yang bisa mempersulit penegakan etika.

Solusi dan Langkah Aktif:

  • Menjalin komunikasi yang terbuka dan harmonis dengan orang tua serta masyarakat.
  • Mengadakan kegiatan pendidikan nilai yang melibatkan keluarga dan komunitas sekolah.
  • Menjadikan sekolah sebagai "model lingkungan nilai yang konsisten dan inklusif.

5. Tantangan: Kurangnya Sistem Penghargaan dan Sanksi terhadap Pelanggaran Etika

Deskripsi: Masih banyak sekolah yang belum memiliki mekanisme yang tegas dan adil dalam menangani pelanggaran etika guru.

Solusi dan Langkah Aktif:

  • Menyusun pedoman etika operasional di tingkat sekolah yang disepakati bersama.
  • Menyediakan kanal aduan yang aman dan etis untuk menyampaikan pelanggaran tanpa intimidasi.
  • Memberikan penghargaan terhadap guru yang menunjukkan integritas dan etika tinggi secara konsisten.


JAWABAN 2

Menegakkan Kode Etik Guru bukan tanpa tantangan. Saya menyadari masih rendahnya kesadaran dan kepatuhan terhadap kode etik di kalangan guru. 

Hal ini dapat diatasi melalui sosialisasi dan diskusi berkala, sehingga saya dan rekan-rekan dapat lebih memahami pentingnya merjaga etika profesi. 

Langkah aktif yang dapat saya lakukan adalah mengikuti workshop dan pertemuan, demi menyamakan visi dan kesadaran tentang peran dan tanggung jawab seorang pendidik.

Selain itu, kadang terjadi pengaruh pergaulan dan kepentingan luar yang dapat melunturkan sikap profesional. Dalam hal ini, saya harus mengedepankan profesionalisme dan integritas, menjaga jarak profesional, dan tidak terlibat kepentingan lain demi menjaga kewibawaan dan martabat profesi.

Saya juga menyadari masih kurangnya teladan dari kalangan guru senior. Karena itu, saya akan belajar dari sikap dan integritas guru yang dihormati, demi menjadi teladan yang lebih matang dan dapat dicontoh oleh rekan dan siswa.

Selain masalah dari luar, tekanan dan masalah internal, seperti masalah keluarga dan beban kerja, kadang turut menjadi hambatan. Saya dapat mengatasinya dengan belajar manajemen stres, mencari dukungan keluarga dan teman, dan belajar memisahkan masalah pribadi dari kewajiban prefesional demi kepentingen belajar siswa.

Terakhir, masih tendahnya pengetahuan dan kesadaran tengang isi dan makna Kode Etik Guru juga menjadi tantangan. Saya akan aktif mengikuti pelatihan, mencari referensi, dan mendiskusikan isi Kode Etik pada pertemuan guru, sehingga nantinya dapat diterapkan secara maksimal demi mutu dan martabat profesi.

Baca juga: Jawaban Post Test Modul 3 FPPN 2, Filosofi Pendidikan dan Pendidikan Nilai PPG 2025

Baca juga: Kunci Jawaban Modul 3 Topik 2 Latihan Pemahaman PPG 2025, Urgensi dan Strategi Internalisasi

Baca juga: Soal dan Kunci Jawaban Post Test Modul 3 PPG 2025 FPPN 1, Filsafat Pancasila dan Pemikiran KHD

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved