Berita Viral
Viral Curhat Murid SD di Nias sebut Gurunya Tak Mengajar 1 Bulan, Disdik: 9 Guru Terancam Sanksi
Beredar sebuah video keluhan siswa SD 078481 di Kabupaten Nias,Sumatera Utara terkait gurunya tidak ada yang mengajar selama 1 bulan, terancam sanksi
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Moch Krisna
TRIBUNSUMSEL.COM - Belum lama ini beredar sebuah video keluhan siswa SD di Kabupaten Nias, Sumatera Utara terkait gurunya tidak ada yang mengajar di sekolah.
Dilihat dari akun Instagram @ceritamedancom, cerita berawal saat seorang siswa SD merekam kondisi sekolahnya yang tak layak tanpa ada guru.
Viralnya ketidakhadiran guru mengajar di SD Negeri Nomor 078481 Uluna'ai Hiligo'o Hilimbarozu, Kecamatan Idanogawo, Kabupaten Nias, Provinsi Sumatra Utara, membuat Sekretaris Kabinet Mayor Teddy turun tangan.
Baca juga: Kasus Siswa Dihukum Belajar di Lantai Gegara Nunggak SPP di Medan, Sang Guru Dilaporkan ke Polisi
Dari video unggahan itu,beberapa siswa datang ke sekolah tampak menunggu kedatangan guru mereka.
Hanya ada beberapa siswa dengan kondisi kursi dan meja berantakan.
Kondisi serupa juga terlihat di ruang guru, yang sama sekali tidak ada guru di sana.
"Ini keadaan gurunya, tidak ada, gurunya sama sekali tidak ada, ini kantor gurunya tidak ada sama sekali, satu orang pun," ujar siswa SD yang merekam video.
Lalu, perekam video bertanya kepada siswa lain mengenai kondisi sekolah ini belakangan ini.
Siswa itu lalu menyebut bahwa gurunya hanya datang memukul lonceng, lalu pergi pulang.
"Keadaan guru kami, tidak ada satu pun, tidak ada mereka pun, satu hari saja tidak ada, satu saja guru pun tidak ada. Kalau ada pun, dipukul lonceng, tidak ada dikasih pelajaran, cuma dipukul saja lonceng sudah pergi mereka," kata murid SD dalam video.
Siswa SD itu mengatakan keadaan ini sudah terjadi sejak sebulan belakangan.
"Satu bulan saja tidak ada mereka, Senin Selasa tidak ada, Rabu tidak ada, sedikit lagi satu bulan, tidak ada mereka, seperti itu sekolah kami," kata siswa SD tersebut.
Menyikapi video ini, pihak dinas terkait mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nias telah membentuk tim untuk memeriksa guru di sekolah tersebut sejak Rabu (15/1/2025).
9 Guru Diperiksa
Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Nias, Kharisman Halawa, mengatakan telah turun tangan dan sedang dalam proses pemeriksaan terhadap seluruh guru yang mengajar.
Di sana terdapat 3 guru berstatus aparatur sipil negara (ASN), 2 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan 4 orang guru tidak tetap.
Bila terbukti lalai, mereka akan diberi sanksi disiplin sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Hukumannya disiplin PNS, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil," kata Kharisman dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (18/1/2025).
Baca juga: 3 Kades Aktif yang Viral Lulus PPPK 2024 di PALI Diminta Kooperatif Untuk Segera Tentukan Pilihan
Sekolah terisolir
Menurut Kharisman, lokasi SDN 078481 Uluna'ai Hiligo'o Hilimbaruzo merupakan wilayah terisolir di Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, Kecamatan Idanogawo
Lokasi ini berjarak 8,5 kilometer dari desa induk dan hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki melewati medan berbatu dan menyeberangi 13 sungai.
Sehingga perjalanan ke sekolah memakan waktu hingga dua jam lamanya.
Kharisman menyebut, ada jalur alternatif lain yakni melewati Desa Soroma'asi di Kecamatan Ulugawo.
Namun, jarak tempuhnya menjadi lebih jauh, yakni 12,5 kilometer.
"Alternatif lain adalah melewati Desa Soroma'asi di Kecamatan Ulugawo dengan jarak yang lebih jauh, yaitu 12,5 kilometer, namun jalannya berbukit-bukit dan sulit dilalui," jelas Kharisman.
Di SDN 078481 Uluna'ai Hiligo'o Hilimbaruzo terdapat 62 siswa dari Dusun III yang penduduknya berjumlah 315 jiwa.
Namun, proses belajar mengajar terhambat lantaran fasilitas pendidikan sangat terbatas.
Terlebih tidak adanya rumah dinas untuk guru dan jaringan listrik yang memadai.
"Tidak ada rumah dinas guru dan jaringan listrik di sekolah tersebut," tambahnya.
Kendala guru
Kata Kharisman, alasan para guru tidak hadir karena akses jalan ke SD tersebut sulit.
Dia mengatakan, lokasi wilayah Dusun III tersebut didiami 315 jiwa dan 62 orang siswa SD tersebut berasal dari Dusun III.
Namun, yang jadi persoalan, para guru yang mengajar di sekolah tersebut seluruhnya tinggal di luar Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo.
Akibatnya, setiap harinya, mereka harus menempuh perjalanan jauh dengan jalan kaki untuk sampai ke sekolah.
"(Guru) pergi ke sekolah dengan jalan kaki dan melewati sungai sehingga apabila curah hujan tinggi, para guru sering tertahan di jalan karena sungai banjir," ujarnya.
"Beberapa bulan terakhir ini, curah hujan di wilayah Kabupaten Nias cukup tinggi sehingga membuat guru-guru mengalami kendala ke sekolah atau kadang sampai sekolah sudah siang," kata Kharisman.
Kendati medan yang dilalui para guru berat, kegiatan belajar mengajar di SD tersebut harus tetap berjalan.
Ke depan, kata Kharisman, untuk mengantisipasi hal tersebut, para guru diminta untuk tinggal di sekitar sekolah.
"Diwajibkan guru tidur di Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo, yang dekat dengan lokasi SDN tersebut, agar tidak terganggu kegiatan belajar mengajar di sana," ujar Kharisman.
"Mau bagaimanapun kondisi medan berat, kegiatan belajar mengajar harus tetap jalan," tambah Kharisman.
Kondisi Sekolah Belum Teralir Listrik
Selain sembilan guru di SD Negeri 078481 tidak mengajar sebulan, fasilitas di sekolah juga memprihatinkan.
Hingga saat ini, sekolah tersebut belum teraliri listrik.
"Semuanya merupakan penduduk dari Dusun III, Desa Laowo Hilimbaruzo dan di sekolah tersebut belum ada rumah dinas guru serta jaringan listrik," ujar Kharisman.
Kharisman menyampaikan, saat ini Pemkab Nias tengah berjuang untuk memenuhi kebutuhan SD yang berada di desa terisolasi.
Namun, sejauh ini mereka mengalami keterbatasan kapasitas fiskal daerah.
"Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Nias sangat membutuhkan anggaran infrastruktur konektivitas desa-desa dan dusun agar pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan pemerintahan bisa lancar dan merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Nias," ucapnya.
(*)
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
| Buntut Tendangan Kungfu, Fadly Alberto Resmi Dilarang Bermain Bola Selama 3 Tahun oleh Komdis PSSI |
|
|---|
| Jeni Rahmadial Putri Indonesia Riau 2024 Tersangka Malapraktik Klinik Ditangkap, Gelarnya Dicabut |
|
|---|
| Sosok Slamet Suradio Masinis Tragedi Bintaro 1987, Viral Lagi di Tengah Kecelakaan Kereta di Bekasi |
|
|---|
| Nasib 15 Orang Jadi Korban Malpraktik Mantan Finalis Putri Indonesia, Ada yang Sampai Luka Bernanah |
|
|---|
| Profil Jeni Rahmadial Fitri, Finalis Puteri Indonesia 2024 Asal Riau Diduga Terjerat Malapraktik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Beredar-sebuah-video-keluhan-siswa-SD-078481-di-Kabupaten-NiasSumatera-Utara.jpg)