Imlek

Kue Keranjang Imlek, Makanan Khas Wajib Ada Tahun Baru Imlek 2025, Sejarah Asal Usul

Kue keranjang Imlek, makanan khas wajib ada Tahun Baru Imlek 2025, sejarah asal usul.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
tribun travel.com
Kue keranjang Imlek, makanan khas wajib ada Tahun Baru Imlek 2025, sejarah asal usul. Kue keranjang dipercaya membawa hoki untuk menyambut pergantian Tahun Baru Tionghoa. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kue keranjang Imlek, makanan khas wajib ada Tahun Baru Imlek 2025, sejarah asal usul akan diulas pada artikel berikut. 

Kue keranjang selalu menjadi makanan khas wajib yang wajib ada menyambut pergantian Tahun Baru Tionghoa, termasuk pada  Tahun Baru Imlek 2025/2576 Kongzili. 

Kue keranjang dipercaya membawa hoki untuk menyambut pergantian Tahun Baru Tionghoa.

Mengutip TribunKaltim, kue keranjang memiliki akar sejarah yang kaya dalam budaya Tionghoa, khususnya dalam tradisi Tahun Baru Imlek.

Menurut legenda Tionghoa, kue keranjang berasal dari cerita tentang dewa Nian, makhluk mitos yang menyerang manusia setiap tahun selama Tahun Baru Imlek.

Kue tersebut kemudian disebut nian gao, yang secara harfiah berarti kue tahun baru.

Menurut legenda, makanan yang kenyal seperti kue keranjang dapat mengusir Dewa Nian dan membawa keberuntungan.

Tepung beras ketan, bahan utama dalam pembuatan kue keranjang, secara simbolis melambangkan kemakmuran dan kesuksesan dalam budaya Tionghoa.

Oleh karena itu, makan kue keranjang selama Tahun Baru Imlek diharapkan akan membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi mereka yang memakannya.

Sebelum ditemukannya metode pengawetan modern, kue keranjang adalah salah satu dari sedikit makanan yang dapat disimpan untuk waktu yang lama tanpa membusuk.

Ini membuatnya menjadi pilihan populer selama Tahun Baru Imlek ketika akses ke bahan makanan segar mungkin terbatas.

Ada juga teori yang mengatakan bahwa kue keranjang memiliki akar dalam ritual kuno yang dilakukan oleh petani Tionghoa untuk memperingati panen dan memohon keberuntungan dari dewa-dewa pertanian.

Meskipun tidak ada konsensus tunggal tentang asal usul kue keranjang, namun kue ini telah menjadi bagian integral dari perayaan Tahun Baru Imlek dan memiliki makna simbolis yang dalam dalam budaya Tionghoa.

Simbolisme Kue Keranjang

Kue keranjang memiliki makna simbolis yang dalam dalam budaya Tionghoa.

Bentuk bulat dan kenyalnya mewakili kesatuan keluarga dan hubungan yang kuat, sementara tingginya melambangkan kemajuan dan pertumbuhan dalam hidup.

Kue keranjang menjadi hidangan khas selama perayaan Tahun Baru Imlek di Tiongkok dan di seluruh dunia di mana masyarakat Tionghoa berada.

Ini merupakan bagian integral dari tradisi dan budaya yang melibatkan pertemuan keluarga, memberi hadiah, dan memperkuat hubungan sosial.

Meskipun sejarah kue keranjang terkait erat dengan budaya Tionghoa, kini kue ini telah menjadi populer di berbagai negara Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan juga di komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Kue keranjang, juga dikenal sebagai kue cina atau nian gao, memiliki makna dan simbolisme yang dalam dalam budaya Tionghoa, terutama dalam konteks perayaan Tahun Baru Imlek.

Makna Kue Keranjang Imlek

Berikut adalah beberapa makna yang terkait dengan kue keranjang:

Kesatuan Keluarga

Bentuk bulat dan kenyalnya kue keranjang melambangkan kesatuan keluarga.

Selama perayaan Tahun Baru Imlek, kue keranjang sering diberikan sebagai hadiah kepada anggota keluarga dan teman-teman untuk menandakan kebersamaan dan hubungan yang erat.

Kemajuan dan Pertumbuhan

Tinggi kue keranjang yang melambangkan kemajuan dan pertumbuhan dalam hidup.

Ini mencerminkan harapan untuk kemajuan dan sukses di masa depan, baik dalam hal karier, pendidikan, atau kehidupan pribadi.

Kesempurnaan dan Keberuntungan

Kue keranjang sering dianggap sebagai simbol keberuntungan dan kesempurnaan karena teksturnya yang kenyal dan manis.

Makan kue keranjang diharapkan membawa keberuntungan dan kesuksesan di tahun yang baru.

Tradisi dan Kontinuitas

Kue keranjang juga melambangkan tradisi dan kontinuitas.

Ini merupakan bagian penting dari warisan budaya Tionghoa yang telah ada selama berabad-abad, dan makan kue keranjang selama Tahun Baru Imlek merupakan cara untuk mempertahankan dan merayakan warisan tersebut.

Harapan untuk Masa Depan

Kue keranjang juga mewakili harapan untuk masa depan yang cerah dan sukses.

Selama perayaan Tahun Baru Imlek, makan kue keranjang menjadi bagian dari ritual untuk menghadapi tahun yang baru dengan optimisme dan semangat yang tinggi.

Secara keseluruhan, kue keranjang bukan hanya hidangan lezat selama perayaan Tahun Baru Imlek, tetapi juga memiliki makna simbolis yang dalam yang mencerminkan nilai-nilai keluarga, tradisi, harapan, dan keberuntungan dalam budaya Tionghoa.

===

Demikian ulasan Kue Keranjang Imlek, Makanan Khas Wajib Ada Tahun Baru Imlek 2025, Sejarah Asal Usul 

Artikel ini telah tayang di TribunKaltim.co

Baca juga: 23 Contoh Ucapan Imlek 2025 Bahasa Inggris, Bagikan dengan Orang Terdekat dan Rekan Kerja

Baca berita dan artikel lainnya langsung dari google news

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved