Seputar Islam

Arti Hadits Laisa Syadidu Bi Surati, Orang yang Kuat adalah yang Mampu Mengendalikan Diri Saat Marah

Hadits tersebut menerangkan bahwa seseorang yang mampu mengontrol emosi diri ketika marah adalah orang kuat yang sebenarnya.

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/lisma
Arti Hadits Laisa Syadidu Bi Surati, Orang yang Kuat adalah yang Mampu Mengendalikan Diri Saat Marah 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Siapa orang yang kuat sebenarnya menurut Islam? Kita tentu bercermin kepada Alquran dan Hadits.

Ada satu hadits Rasulullah SAW yang menjelaskan siapa sebenarnya orang yang paling kuat.

Dalam riwayat hadis shohih dijelaskan dari Rasululah SAW sebagai berikut:

 لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ. 

Arab latin:

"Laisa Syadidu bi sur'ati innama syadidulladzi yamliku nafsahu 'indal ghodhobi."

Artinya:
Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah".

Hadits tersebut menerangkan tentang perilaku kontrol diri atau bahasa Arabnya mujhadah an nafs.

Seseorang yang mampu mengontrol emosi diri ketika marah adalah orang kuat yang sebenarnya.

Jadi orang yang paling kuat bukan yang selalu menang melawan orang lain,  misalnya dalam pergulatan atau lainnya. Orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan amarah.

Ya orang yang paling kuat adalah orang yang bisa menahan hawa nafsunya sendiri termasuk dalam hal mengendalikan emosi.

Dalam Alquran, orang yang bisa menahan amarah termasuk orang yang takwa.

 Surat Ali ‘Imran ayat 133 :

 وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

 
 Arab latin:
Wasari'uu ila maghfiroti min robbikum wajannatin 'ardluhassamaa waatuwal ardl uiddat lilmuttaqiina

Artinya:

“Bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa”. (QS Ali Imran 133)

Ayat tersebut kemudian diakhiri dengan kalimat al-Muttaqin yang selanjutnya dijelaskan pada ayat ke 134
yang berbunyi:

 Surat Ali Imran Ayat 134:

 
الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ
وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Arab latin:

Alladzina yunfiquu na fissarra iwadlorro i
wal kaazhimiinal ghaizho wal'afiina 'aninnaasi walllahu yuhibbul muhsinin.

artinya:
(yaitu) orang-orang yang berinfaq, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema‟afkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”

Bila kita melihat di masyarakat, marah jadi awal kehancuran. Marah jadi awal masuknya setan. Bagaimana seorang bisa menjadi kalap, hingga tega menganiaya, hingga membunuh akibat marah yang tak terkendali.  Tentu ini menjadi pelajaran buat kita bersama.

Berikut  Tips untuk Menghindari Kemarahan.

  1. Selalu bentengi diri dengan kalimat taawuz "Audzubillahi minasyaithonnir rajim." Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk." Kalimat ini insya Allah mampu menjaga diri kita dari godaan setan masuk dalam jiwa dan perbuatan kita. 
  2.   Jika  kita sedang ada dalam puncak kemarahan dalam keadaan berdiri silahkan anda duduk, apabila anda duduk bila memungkinakan berbaring atau tiduran, itu akan meredakan emosi.
  3.   Hendaklah kita diam ketika dalam puncak kemarahan agar terhindar dari perkataan yang buruk
  4. Ketika sedang tersulu emosi, sadari dan segeralah mengambil wudhu, ingatlah Allah. Bila kebetulan masuk waktu sholat, sholatlah.

Itulah Arti Hadits Laisa Syadidu Bi Surati, Orang yang Kuat adalah yang Mampu Mengendalikan Diri Saat Marah. (lis/berbagai sumber)

Baca juga: Arti Innas Sababa Wal Faragha Wal jiddata Mafsadatun Lil Mari Ayya Mafsadatin, Manfaatkan Masa Muda

Baca juga: Arti Ish Kariman Au Mut Syahidan, Pepatah Bahasa arab, Hiduplah dengan Mulia atau Mati dalam Syahid

Baca juga: Hadits Bertakwalah di Manapun Berada Iringi Kesalahan dengan Perbuatan Baik, Tulisan Arab dan Hikmah

Baca juga: Kumpulan Hadits Berkaitan dengan Peran Pemuda, Jadilah Pemuda yang Tumbuh dalam Ibadah kepada Allah

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved