Pemilu 2024

Sosok Ahmad Rizal Caleg di Subang, Teror Warga Nyalakan Petasan di Masjid Usai Kalah Suara di Pemilu

Sosok Ahmad Rizal, calon legislatif (caleg) di Subang buat onar di kampungnya nyalakan petasan jumbo usai dirinya memperoleh suara kecil di Pemilu2024

Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Slamet Teguh
goodkind/tribunjabar.com
Sosok Ahmad Rizal, calon legislatif (caleg) di Subang buat onar di kampungnya nyalakan petasan jumbo usai dirinya memperoleh suara kecil di Pemilu2024 

TRIBUNSUMSEL.COM-  Inilah sosok Ahmad Rizal, calon legislatif (caleg) di Subang buat onar di kampungnya setelah tahu dirinya memperoleh suara kecil di Pemilu 2024.

Ahmad Rizal nekat menyuruh tim suksesnya untuk memasang petasan di Masjid dan diduga sengaja meneror warga di Dusun Sengon, Tambak Jati, Kecamatan Patokbeusi, Subang.

Selain itu, ia juga membongkar jalan beton di Dusun Tegal Koneng Desa Tambakjati Kecamatan Patokbeusi.

Jalan tersebut dibangun menggunggakan dana aspirasi Caleg selama 2 periode menjadi anggota DPRD Subang.

Baca juga: Viral Tangis Ibu Lihat Anaknya Jadi Caleg Gagal Kini Stres, Pakai Jas & Peci Tiap Hari, Istri Merana

Parahnya dampak dentuman petasan jumbo yang kencang membuat satu orang lansia meninggal dunia.

Diketahui setelah tahu dirinya memperoleh suara kecil di Pemilu 2024, Ahmad Rizal bikin onar di kampungnya.

Ia diduga frustasi akibat suaranya jeblok.

H Ahmad Rizal merupakan caleg DPRD Subang daerah pemilih (Dapil) IV yang meliputi wilayah Kecamatan Ciasem, Patokbeusi, dan Blanakan.

Ia terdaftar dari Partai Nasdem dengan nomor urut 8.

Sebelumnya, H Ahmad Rizal juga sudah menjabat sebagai anggota DPRD Subang selama dua periode.

Ia pernah menduduki posisi sebagai Wakil Ketua DPRD Subang pada periode 2014-2019.

Sebelum berpindah ke Partai Nasdem, H Ahmad Rizal juga pernah menjadi kader Partai Demokrat.

Bahkan, dirinya pernah menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Subang.

Namun, H Ahmad Rizal mundur dari partai yang membesarkannya tersebut menjelang detik-detik pendaftaran caleg Pemilu 2024 ke KPU.

Baca juga: Curhat Inara Rusli, Sebut Virgoun Tega Nafkahi Anak Jauh dari Kesepakatan, Penghasilan Ratusan Juta

Perolehan Suara

seperti apa perolehan suara H Ahmad Rizal yang viral karena menyalakan petasan di atas menara masjid tersebut?

Dilansir dari situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Senin (26/2/2024) pagi, Ahmad Rizal dari Partai Nasdem itu mendapatkan sebanyak 421 suara.

Suara Ahmad Rizal bukanlah yang terbanyak di partainya untuk DPRD Subang Dapil IV.

Di internal Partai Nasdem, Hafil Gaputra Sanjaya meraih suara tertinggi dengan perolehan 1.099.

Lalu, ada Harung Alvi yang memperoleh suara sementara sebanyak 531.

Viral Nyalakan Petasan

Video aksi caleg gagal pada Pemilu 2024 viral di media sosial.

Dalam video amatir, diduga sekelompok orang yang hendak menyalakan petasan di Dusun Sengon, Tambak Jati, Kecamatan Patokbeusi, Subang, terlihat menggunakan motor pada Senin malam sebelumnya.

Aksi seorang caleg di Subang diduga tak terima kalah suara membuat onar di kampungnya viral. menyalakan petasan di masjid dan membongkar beton.
Aksi seorang caleg di Subang diduga tak terima kalah suara membuat onar di kampungnya viral. menyalakan petasan di masjid dan membongkar beton. (TribunJabar.com)

Sekelompok orang itu ternyata anak buah suruhan Ahmad Rizal untuk menyalakan petasan.

Mereka terlihat membawa bambu yang digunakan untuk memasang petasan dan diduga sengaja meneror warga di wilayah itu karena kandidat Calon legislatif dari Partai NasDem tersebut kalah oleh rekan separtainya yaitu Harungi Alvi.

caleg gagal itu juga membongkar jalan beton di Dusun Tegal Koneng Desa Tambakjati Kecamatan Patokbeusi.

Jalan tersebut dibangun menggunggakan dana aspirasi Caleg selama 2 periode menjadi anggota DPRD Subang.

Warga Tambakjati pun menjadi resah.

Baca juga: Curhat Inara Rusli, Sebut Virgoun Tega Nafkahi Anak Jauh dari Kesepakatan, Penghasilan Ratusan Juta

Bahkan kabarnya tak sedikit banyak anak-anak balita dan orang tua yang jatuh sakit hingga menjalani perawatan di Rumah Sakit akibat suara petasan berdaya ledak yang cukup besar tersebut.

Aksinya menyalakan petasan jumbo membuat nenek, Dayeh (60) meninggal dunia.

Nenek Dayeh meninggal dunia pada Sabtu (24/2/2024) sore.

Rumah duka Nenek Dayeh yang meninggal usai kaget dengar petasan caleg Ahmad Riza
Rumah duka Nenek Dayeh yang meninggal usai kaget dengar petasan caleg Ahmad Rizal

Nenek Dayeh sempat dirawat di rumah sakit karena drop setelah mendengar suara petasan di sekitar rumahnya di Dusun Sengon, Tambak Jati, Kecamatan Patok Beusi, Subang.

Korban diduga memiliki riwayat sakit jantung dan langsung mengalami penurunan kondisi setelah mendengar suara petasan yang cukup keras dalam beberapa hari ini yang dinyalakan oleh caleg Nasdem tersebut.

Keluarganya mencoba membawanya ke beberapa rumah sakit di wilayah Pantura Subang dan Karawang, tetapi penuh dan tidak mendapatkan pelayanan.

Akhirnya, ia dibawa pulang dan menjalani perawatan di wilayah Sukamandi selama dua hari sebelum meninggal dunia di rumahnya pada Sabtu sore sekitar pukul 16.00 WIB.

"Memang sudah sakit pada awalnya, malam diinfus. Saat malam mendengar suara petasan kaget, besar banget. Dia kaget kemudian drop dan dibawa ke rumah sakit cuma di Puri Asih, enggak sanggup balik ke Cikalong,” kata tetangga korban, Daspin, Sabtu(24/2/2024)

"Di sana sama enggak ada tempat dan balik ke Jalan Wadas, sampai jam 2 dini hari. Ke sana ke sini enggak ada tempat, meningga

Keluarga Siap Tanggung Jawab

Kapolsek Patokbeusi AKP Anton Indra Gunawan mengatakan kondisi di Desa Tambakjati berangsur kondusif setelah aksi tak terpuji yang dilakukan H Ahmad Rizal.

"Kami Muspika Patokbeusi dan keluarga Caleg tersebut bersama warga Tambakjati yang merasa dirugikan sudah melakukan mediasi dan sepakat tak akan membawanya ke jalur hukum," ujar Anton saat ditemui pada Minggu (25/2/2024).

Menurut Anton, kedua belah pihak sepakat tak akan menempuh jalur hukum karena keluarga Ahmad Rizal bersedia mengganti semua kerugian.

"Kedua belah pihak sepakat tidak akan menempuh jalur hukum dengan syarat pihak H Rizal bersedia bertanggung jawab perbuatannya yang tidak terpuji dan mengganggu ketertiban umum di Desa Tambakjati," katanya.

Anton mengungkapkan, keluarga Ahmad Rizal juga memohon bantuan kepada pihak TNI-Polri untuk mendata kerugian, baik materil maupun immateril.

"Sampai saat ini kami pihak Muspika masih mendata semua kerugian warga," ucapnya

Setelah data kerugian didapat, lanjut Anton, pihak Muspika dan Pemdes Tambakjati akan mengambil langkah lebih lanjut terkait solusi penyelesaian ganti rugi.

Baca berita lainnya di Google News

Ikuti dan baca berita di saluran Tribunsumsel.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved