Berita Palembang
LRT Sumsel Moda Transportasi Pilihan Masyarakat, Solusi Tepat Terhindar dari Kemacetan
Lutfhi Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang lebih memilih menggunakan transportasi LRT Sumsel untuk ke kampus ataupun aktivitas lainnya.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hiruk-pikuk lalulintas kota Palembang di pagi hari terlihat padat. Ada yang mengendarai motor, mobil, angkot, bus dan juga ada Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan (Sumsel).
Di tengah padatnya arus lalulintas di pagi hari membuat masyarakat harus pandai-pandai memilih moda transportasi yang cepat, aman dan nyaman.
Seperti halnya Lutfhi Mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) yang lebih memilih menggunakan transportasi LRT Sumsel untuk ke kampus ataupun aktivitas lainnya.
"Naik LRT Sumsel bebas macet. Di tengah padatnya aktivitas sehari-hari dibutuhkan mobalitas yang cepat," kata Luthfi saat diwawancarai Tribun Sumsel, Selasa (28/11/2023).
Menurut pria asal Balikpapan ini, untuk mobalitas tanpa batas ya bisa naik LRT Sumsel, karena waktunya on time dan on schedule. Terlebih naik LRT Sumsel aman dan nyaman.
Luthfi menceritakan karena rumahnya di daerah Sukabangun maka ia pun start naik LRT Sumsel dari stasiun RSUD Siti Fatimah, ke stasiun tujuan misal kalau mau ke Bukit turun di Stasiun Demang ataupun Stasiun Bumi Sriwijaya dan dilanjutkan naik feeder LRT di koordir 7.
"Dulu saya naik motor, namun sejak motor saya hilang di 2021 jadi pilih naik LRT Sumsel. Kemana-mana cuma Rp 5.000, kecuali ke Bandara Rp 10.000," ungkapnya.
Menurutnya, Palembang ini termasuk kota yang padat arus lalulintasnya jadi kalau naik angkot, bus atau transportasi online masih kena macet. Jadi lebih baik naik LRT Sumsel yang bebas hambatan.
"Setelah terbiasa menggunakan angkutan umum, terutama LRT jadi nggak kepikiran untuk membeli kendaraan lagi. Melainkan sudah nyaman dan terbiasa menggunakan angkutan umum terutama LRT," katanya
LRT Sumsel ini tak hanya dinikmati warga Sumsel, warga dari luar Sumsel pun cukup antusias naik LRT Sumsel seperti Bima Arya yang merupakan Wali Kota Bogor periode 2019-2024.
"Palembang kota tertua yang mempunyai banyak narasi sejarah yang inspiratif. Jadi modalnya besar sekali, maka kalau dipadukan dengan transportasi publik yang terstruktur maka akan dahsyat," kata Bima Arya saat diwawancarai Tribun Sumsel di LRT Sumsel berapa waktu lalu.
Menurutnya, LRT Sumsel ini nggak kalah seperti Singapura. Nggak kalah dengan kota besar di Eropa. Namun, memang harus lebih digencarkan lagi promosi nya untuk semua naik LRT. Jadi pindah menuju transportasi publik. LRT Sumsel ini bersih, nyaman dan tepat waktu.
Sedangkan Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatera Selatan (BPKARSS) Rode Paulus mengatakan, berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan jumlah penumpang LRT Sumsel.
"Upaya-upaya yang dilakukan seperti melaunching feeder, LRT Fest, edu trip, edu wisata, digitalisasi pembayaran, tarif promo, diskon, peningkatan fasilitas dan layanan," kata Rode Paulus.
Selain itu untuk non core unit, upaya yang dilakukan seperti pemanfaatan aset pilar, portal dan parpel LRT untuk branding. Lalu pemanfaatan stasiun untuk tenan UMKM serta kolaborasi dan promosi dengan stakeholder terkait.
"LRT Sumsel ini dari 2018-2023 sudah mengangkut 12.911.527, update 26 November 2023. Setiap tahun terjadi peningkatan jumlah penumpang seperti di 2021 ke 2022 terjadi peningkatan 93 persen," katanya
Menurutnya, pada 2021 karena adanya pandemi jumlah penumpang 1.599.133 orang, lalu di 2022 sudah mulai berangsur-angsur pulih dan jumlah penumpang menjadi 3.087.735 dan di 2023 sampai November sudah 3.624.431 penumpang. Untuk penumpang rata-rata harian 10.950, di weekday 10.046 penumpang dan di weekend 13.264 penumpang.
Sedangkan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi saat berkunjung ke Palembang beberapa waktu lalu mengatakan, akan ada re routing ataupun penambahan rute baru untuk feeder.
"Rute baru yang akan segera ada Feeder LRT Sumsel yaitu ke Plaju, Bukit dan Pusri. Namun akan dibahas lebih lanjut dulu," katanya
Sebagai informasi angkutan Feeder LRT Sumsel memiliki tujuh koridor. Koridor 1-2 dikelola Pemerintah Kota Palembang dan koridor 3-7 dikelola oleh BPKARSS.
Untuk rutr perjalanannya yakni koridor 1 (Talang Kelapa - Talang Buruk) dan koridor 2 (Asrama Haji - Sematang Borang).
Lalu Koridor 3 (Asrama Haji - Talang Betutu), Koridor 4 (Stasiun Polrestabes - Perumahan OPI), Koridor 5 (Stasiun DJKA - Terminal Plaju), Koridor 6 (Stasiun RSUD-Sukawinatan), dan Koridor 7 (Bukit Siguntang - Stadion Kamboja via Stasiun Sriwijaya).
Jam operasional LRT Sumsel mulai pukul 05.06 WIB hingga pukul 20.43 WIB. Panjang lintasan LRT Sumsel sepanjang 22,3 KM dengan 13 stasiun yaitu Bandara, Asrama Haji, Punti Kayu, RSUD, Garuda Dempo, Demang, Bumi Sriwijaya, Dishub, Cinde, Ampera, Polresta, Jakabaring dan DJKA.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/LRT-Sumsel-Moda-Transportasi-Pilihan-Masyarakat.jpg)