Berita Banyuasin
Petani Cabai di Banyuasin Tanam Ulang Bibit, Pohon Banyak Mati Terdampak Kemarau
Pohon cabai yang ditanam petani di Banyuasin banyak yang mati terdampak kemarau lalu. Akibatnya, saat ini petani melakukan tanam ulang bibit.
Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Pohon cabai yang ditanam petani di Banyuasin banyak yang mati terdampak kemarau lalu. Akibatnya, saat ini petani melakukan tanam ulang bibit.
Sedangkan sebagian petani cabai lainnya melakukan pemupukan untuk buah setelah beberapa hari kemarin diguyur hujan.
Pemupukan dilakukan karena tanah yang kembali basah setelah diguyur hujan.
Sebelumnya, petani tidak berani untuk melakukan pemupukan buah karena kondisi pohon yang layu lantaran musim kemarau.
Karena sudah masuk musim peralihan dan hujan sudah sering terjadi, membuat petani baru mau melakukan pemupukan buah.
"Kemarin banyak juga pohon yang mati karena kurang siram karena stok air tidak ada. Selain itu tanah yang kering makanya sempat dibiarkan saja sehingga banyak juga yang mati," kata Syahrul petani cabai di Sukomoro, Jumat (27/10/2023).
Baca juga: Harga Cabai di Pasar Tradisional Palembang Naik Sepekan Terakhir, Rawit Setan Rp 65 Ribu per Kg
Lantaran banyak pohon cabai yang ditanam mati karena musim, sehingga saat ini baru dilakukan penyemaian bibit untuk mengganti pohon-pohon yang mati.
Hal ini dilakukan, karena mau tidak mau bila galangan-galangan tidak diisi maka akan dapat merusak pohon yang sudah ada.
"Kalau harga, saya tidak tahu berapa sekarang. Karena kan belum panen, jadi tidak tahu berapa harga jual cabai ke tengkulak," katanya.
Ketika ditanya terkait cabai-cabai yang ada di pasaran, menurutnya biasanya didatangkan dari Lampung atau Pulau Jawa.
Karena, saat kondisi petani di Banyuasin banyak tidak tanam karena kemarau, pasokan lebih banyak berasal dari Lampung dan Jawa.
Tak jauh berbeda juga diungkapkan Waidi. Petani Cabai dan tomat di Tanjung Sari Kelurahan Rawa Maju.
Di tempatnya, ia harus kembali menanam ulang cabai dan tomat dilahan yang sudah ada.
"Kemarin sudah ditanam cabai dan tomat secara tumpang sari. Tetapi karena kemarau, semuanya layu dan mati. Jadi harus tanam ulang," ungkapnya.
Waidi berharap, dengan kondisi yang saat ini sudah mulai hujan setidaknya bisa membantu percepatan tomat dan cabai yang tumbuh. Karena, tidak perlu lagi untuk melakukan penyiraman sehari sampai tiga kali.
Baca berita lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Petani-cabai-di-Banyuasin-tanam-ulang-bibit.jpg)