Berita Pagaralam

Harga Beras Dusun di Pagaralam Capai Rp 15 Ribu per Kg, Warga Beralih ke Beras Bulog

Harga beras dusun atau beras hasil panen petani lokal di Kota Pagaralam mencapai Rp 15 ribu per kg atau paling rendah Rp 14 ribu per kg.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Harga beras dusun atau beras hasil panen petani lokal di Kota Pagaralam mencapai Rp 15 ribu per kg atau paling rendah Rp 14 ribu per kg. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGAR ALAM - Harga beras dusun atau beras hasil panen petani lokal di Kota Pagaralam mencapai Rp 15 ribu per kg atau paling rendah Rp 14 ribu per kg.

Tingginya harga beras dusun ini jauh dari daya beli sejumlah warga terutama ekonomi menengah ke bawah.

Warga beralih membeli beras bulog atau beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dijual Rp 10.900 per kg.

Meskipun sebelumnya warga terbiasa dengan kualitas beras dusun yang bagus yaitu beras jenis Surya dan Ciereng, namun karena harganya sudah sangat tinggi, maka warga terpaksa harus beralih ke beras Bolug yang harganya jauh lebih murah.

Saat ini beras Bulog yang merupakan beras bantuan pemerintah tersebut diharga Rp 10.900 perkilogram atau sekitar Rp 54.500 per karung dengan berat 5 kilogram sangat laris dibeli masyarakat Pagar Alam.

Bahkan saat tiba di pengecer dan agen tidak butuh waktu lama beras langsung habis dibeli warga.

Salah satu agen beras Bulog di Pagar Alam Rasyid mengatakan, bahwa warungnya mendapat jatah beras Bulog dari pemerintah yaitu 1,5 ton perminggu, dan saat tiba di warungnya hanya sekitar dua atau tiga hari beras tersebut habis terjual.

"Saya agen resmi dari Bulog jadi setiap minggu dapat jatah 1,5 sampai 2 ton perminggu. Dulu untuk menghabiskannya butuh waktu seminggu lebih, tapi saat ini hanya dua sampai tiga hari sudah habis terjual," ujarnya kepada sripoku.com, Rabu (25/10/2023).

Dikatakannya, bahwa sesuai dengan aturan pemerintah masyarakat hanya dibolehkan membeli dua karung saja untuk satu Kepala Keluarga (KK) perminggu.

"Aturannya jelas, satu orang hanya dijatahi 2 karung atau 10 kilogram perminggu. Hal ini untuk mencegah ada oknum nakal yang kembali menjual beras ini dengan harga tidak sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dari pemerintah," katanya.

Sementara itu, Rini (32) Ibu Rumah Tangga (IRT) Pagar Alam mengatakan, jika dirinya sudah beralih ke beras Bulog bantuan pemerintah sejak satu bulan terakhir ini. Hal ini disebabkan harga beras Dusun yang sudah mahal.

"Beras dusun sudah tak terbeli lagi pak, harganya mahal jika dibandingkan harga beras Bulog bantuan pemerintah. Memang untuk kualitas tidak sebanding, tapi dari pada tidak makan karena beras mahal lebih baik beli yang murah, yang penting dapur masih bisa berasap," tegasnya. (sripoku/wawan septiawan)

Baca berita lainnya langsung dari google news

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved