Hari Santri Nasional 2023
4 Contoh Teks Amanat/Pidato Pembina Upacara Hari Santri Nasional 2023, Singkat dan Inspiratif
Berikut ini adalah contoh teks amanat pembina upacara Hari Santri Nasional 2023, singkat dan inspiratif yang cocok jadi referensi untuk kegiatan upaca
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM - Berikut ini adalah contoh teks amanat pembina upacara Hari Santri Nasional 2023, singkat dan inspiratif yang cocok jadi referensi untuk kegiatan upacara HSN di sekolah maupun pondok pesantren.
Adapun kumpulan contoh amanat/pidato pembina upacara HSN 2023 kali ini Tribunsumsel.com rangkum dari berbagai sumber.
Amanat/Pidato Pembina Upacara Hari Santri Nasional 2023
#Contoh-1
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillahirrohmanirrohiim.
Alhamdulillaahi robbil 'aalamiin, was-sholaatu wassalaamu 'alaa asyrofil anbiyaa-i wal mursaliin, sayyidina muhammadin, wa 'ala alihi wa ashabihi ajma'iin, amma ba'du. Hadirin sekalian yang dirahmati Allah SWT, mari kita ucapkan rasa syukur pertama kali untuk zat yang paling berkuasa di alam ini.
Dengan nikmat serta izin-NYA pada hari ini kita dapat berkumpul bersama-sama dalam memperingati Hari Santri Nasional 2023.
Para hadirin yang dimuliakan Allah SWT, hari ini kita merayakan momentum bersejarah bagi seluruh masyarakat Indonesia. Kita kembali memperingati Hari Santri, momentum yang sudah menjadi acara rutinan setiap tahun sejak 2016 lalu. Setiap kali Hari Santri diperingati, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan.
Hari Santri mengingatkan kita kepada peran besar para santri dan kiai, ulama-ulama pendahulu kita, dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari serangan penjajah.
Perjuangan para santri dan kiai pada masa revolusi kemerdekaan tersebut adalah bentuk pengamalan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam, bahwa cinta tanah air adalah sebagian dari iman.
Dengan demikian, memperjuangkan kemerdekaan tanah air juga menjadi bagian dari ibadah. Pada kondisi tertentu, melawan musuh atau kekuatan penjajah bahkan bisa menjadi wajib bagi setiap muslim sebagaimana difatwakan para ulama dalam Resolusi Jihad tanggal 22 Oktober 1945. Maka dari itu, tema peringatan Hari Santri Nasional 2023 yaitu “Jihad Santri Jayakan Negeri” patut menjadi bahan renungan kita bersama.
Tema ini mengajak kita semua meneladani semangat para santri yang berjuang dengan sepenuh hati dan jiwa untuk memajukan bangsa dan negara. Jihad yang dimaksud bukanlah peperangan fisik, melainkan perjuangan moral dan intelektual! Hadirin sekalian, mari kita renungkan bersama apa makna jihad bagi kita di zaman sekarang ini.
Kita tidak bisa meniru apa yang dilakukan oleh para santri di masa lalu, yang rela berkorban nyawa dan harta untuk membebaskan Indonesia dari belenggu kolonialisme. Namun, kita bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan mereka.
Pada masa kemerdekaan seperti sekarang, peran kaum santri, termasuk para intelektual pesantren, masih sangat dibutuhkan untuk turut serta memajukan kehidupan bangsa Indonesia.
Kemiskinan, kebodohan, degradasi moral, hingga kesenjangan sosial-ekonomi yang terus melebar adalah berbagai contoh masalah yang menanti untuk dipecahkan.
Hadirin sekalian yang saya hormati, jihad bisa dimaknai sebagai upaya menjaga diri dari segala hal yang merusak akhlak dan moral.
Jihad juga dapat bermakna bersungguh-sungguh membersihkan hati dari sifat-sifat buruk seperti dengki, benci, sombong, rakus, dan lain sebagainya. Maka, jihad kita adalah berlaku jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam segala urusan.
Jihad kita adalah membantu sesama manusia, terutama kelompok lemah dan tertindas. Jihad kita adalah berkontribusi positif untuk kemajuan bangsa dan negara.
Hadirin sekalian, dengan memahami makna jihad ini, kita akan menunjukkan bahwa santri bukanlah orang-orang yang mundur dari tantangan, melainkan mereka yang siap menghadapi gejolak zaman sekaligus berkontribusi memajukan kehidupan masyarakat.
Hadirin sekalian yang dimuliakan Allah SWT, begitu kiranya beberapa hal yang dapat saya sampaikan lewat pidato ini. Atas kekurangan dan kelebihannya saya ucapkan mohon maaf.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Baca juga: 3 Teks Doa Upacara Hari Santri Nasional 2023, Singkat dan Penuh Khidmat, Tersedia Format PDF
#Contoh-2
Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 'alamin, terima kasih untuk kesempatan yang diberikan kepada saya untuk memberikan pidato singkat tentang hari santri.
Sebelumnya, mari kita bersama-sama memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT atas nikmat iman dan Islam yang sampai saat ini kita masih rasakan.
Mari kita juga mengucapkan shalawat dan salam kepada junjungan kita, Rasulullah SAW yang telah membawa kita keluar dari kegelapan era Jahiliyah kepada cahaya iman Islam.
Pada kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan pidato singkat tentang Hari Santri. Santri adalah regenerasi insan akademis, pencipta dan pengabdi yang bernafaskan nilai-nilai Islam.
Kekuatan iman, ilmu dan amal oleh santri merupakan representasi penting dalam menciptakan peradaban bangsa. Sebagai tonggak estafet peradaban bangsa, tentunya santri memiliki tanggung jawab moral yang berat.
Santri harus siap dan cekatan dalam menjawab tantangan zaman. Santri harus melek literasi sebab literasi merupakan senjata intelektual santri.
Eksistensi santri di Ibu Pertiwi memiliki peran yang sangat vital dalam menciptakan perubahan zaman.
Di tengah tantangan global dewasa ini santri hadir sebagai implementasi terhadap umat dan bangsa sebagaimana ajaran Islam yang rahmatan lill 'alamin, yaitu Islam yang wasatiyah dan Islam yang Ahlusunnah wal Jamaah.
Peran santri dalam menjawab tantangan zaman di tengah pergolakan zaman sangat dibutuhkan kecakapan, iman, ilmu dan amal dari santri.
Hal ini dilakukan sebagaimana mewujudkan esensi dan eksistensi santri sebagai insan pelopor yang bernafaskan Islam.
Untuk itulah santri dituntut mampu beradaptasi dengan pola perkembangan yang semakin pesat.
Sekian pidato yang bisa saya sampaikan. Kurang dan lebihnya mohon maaf. Wassalamu'alaikum wr wb.
Baca juga: Link Twibbon/Poster Hari Santri Nasional 22 Oktober 2023, Lengkap Cara Menggunakannya
#Contoh-3
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Hadirin peserta upacara yang saya hormati, seperti yang sudah kita ketahui pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional 2023 mengingatkan kita terhadap sejarah perjuangan ulama-santri di masa lalu.
Bahkan, perjuangan ini dianggap sebagai hari penting ketika Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 menetapkannya sebagai sebuah peringatan.
Hingga saat ini, kita dapat melihat bagaimana sejarah tersebut diingat dan dirayakan setiap tahunnya pada 22 Oktober.
Para peserta upacara yang saya sanjungi, penetapan ini tentu tidak serta merta dibuat untuk mengingat sejarah saja. Lebih dari itu, kenangan tentang sosok tokoh-tokoh bangsa pada masa pasca kemerdekaan perlu kita ingat juga.
Sebagai bentuk penghormatan sekaligus rasa syukur, pahlawan yang berjihad kala itu berhasil membawa kita ke masa tenteram sekarang. Nama-nama seperti KH. Hasyim Asy’ari, H.O.S Cokroaminoto, KH. Ahmad Dahlan, Maria Josephine Walanda, dan lain-lainnya patutnya kita kenang.
Mereka telah berjuang demi masa depan, melawan penjajah yang ingin mendapatkan kembali tanah air yang saat itu sudah menyatakan merdeka.
Peserta upacara sekalian, resolusi jihad yang telah ditanamkan pada masa lalu sekali lagi harus kita syukuri. Kemerdekaan yang ingin direnggut dipertahankan dengan metode jihad fi sabilillah.
Terlepas dari berbagai tokoh lain, para kiai serta santri-santrinya ikut menghalau pergerakan bangsa asing sehingga kemerdekaan dapat dipertahankan.
Bukan hanya mempertahankan diri, namun bergerak maju untuk mengusir mereka semua. Kobaran semangat pun dapat terlihat dari berbagai gerakan di seluruh Indonesia.
Para peserta upacara yang saya hormati, sejarah ini ternyata membawa persatuan bukan hanya di dalam satu kelompok agama saja.
Akan tetapi, berhasil menyatukan seluruh golongan, kalangan, ras, atau mereka yang memiliki latar belakang berbeda-beda. Salah satunya termasuk perbedaan yang berkaitan dengan keyakinan.
Dengan begitu, kita sepatutnya bisa mensyukuri pengadaan peringatan Hari Santri Nasional 2023 ini. Bukan hanya melihat dari sisi agama Islam untuk para kiai dan santri, tapi juga melihat bagaimana semua kalangan kala itu bergerak mencapai kesatuan Indonesia.
Mari kita satukan kebersamaan atas nama Indonesia, memajukan negeri agar dapat berkompetisi di dunia global. Berbeda dari perjuangan perang masa lalu, kini ada beragam hal yang dapat kita lakukan untuk kemajuan Indonesia.
Baiknya dengan mengingat sejarah perjuangan tersebut, kita dapat percaya diri untuk menghadapi dunia dinamis di masa depan.
Saya kira cukup sekian amanat yang dapat saya sampaikan. Atas kekurangan dan kelebihannya saya ucapkan mohon maaf.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Baca juga: Contoh Susunan Upacara Hari Santri Nasional 2023 di Sekolah, Lengkap Teks Amanat Pembina Upacara
#Contoh-4
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati beserta seluruh jajaran staf sekolah.
Bapak/Ibu guru yang saya hormati, dan siswa siswi yang selalu saya banggakan.
Marilah kita bersama-sama mengucapkan syukur ke hadirat Allah Swt atas segala rahmat, taufik, dan karunia-Nya yang tak terhitung jumlahnya, sehingga kita dapat berkumpul di pagi ini melaksanakan upacara bendera hari Senin, dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2023.
Tak lupa shalawat serta salam semoga selalu dilimpahkan kepada Nabi Muhammad Saw, Nabi akhir zaman yang telah membawa umatnya dari zaman jahiliyah ke zaman penuh cahaya, sehingga kita terbebas dari masa kebodohan.
Anak-anakku siswa dan siswi yang saya kasihi, di pagi yang cerah ini, saya selaku Pembina Upacara ingin menyampaikan amanat mengenai Hari Santri Nasional 2023 yang mengambil tema 'Jihad Santri Jayakan Negeri'
Pada pagi hari ini, kita mengenang semangat para santri dalam menjalani perjalanan ilmu dan agama. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang dengan tekad bulat belajar, berjuang, dan berkorban demi mencerdaskan diri dan memajukan negeri.
Di masa lalu, para santri adalah salah satu garda terdepan yang berjihad membela kemerdekaan negara ini melawan para penjajah yang ingin kembali menguasai bumi pertiwi iIndonesiani.
Hari Santri diperingati setiap tanggal 22 Oktober, hal ini mengacu kepada peristiwa yang terjadi di , di mana saat itu di masa lalu, negara kita kembali diserang sekutu, saat itulah KH Hasyim Asy'ari mengeluarkan fatwa resolusi jihad.
Seluruh umat Islam saat itu diminta membela tanah air dan mempertahankan kemerdekaan NKRI, tentunya para santri dan para ulama termasuk yang berjuang membela negeri ini.
Semangat jihad yang ada dalam diri santri bukanlah jihad fisik semata, melainkan jihad untuk mencapai ilmu, kebijaksanaan, dan akhlak mulia. Mereka adalah harapan negeri ini.
Dengan semangat jihad yang berkobar, mereka akan menjadi motor penggerak kemajuan dan kedamaian. Meskipun kalian hanya seorang pelajar, namun tetap bagian dari santri juga yang mencari ilmu di sekolahan tempat kalian menimba ilmu.
Santri adalah pemimpin masa depan, dan kita semua harus mendukung mereka dalam perjuangan mereka. Mari bersama-sama memberikan apresiasi dan dorongan kepada para santri untuk terus berjuang demi kebaikan negeri ini.
Jadikan semangat jihad dalam diri santri sebagai inspirasi, agar negeri ini semakin jaya dan sejahtera.
Marilah kita bersama-sama menjadikan semangat jihad santri sebagai inspirasi. Mari berupaya untuk membangun negeri ini dengan cinta, integritas, dan semangat persatuan, sebagaimana telah ditunjukkan oleh para santri.
Kalian sebagai pelajar, rajinlah menuntut ilmu, berjuanglah menjadi anak bangsa yang membanggakan, karena hal itu juga bagian dari meneladani para santri di masa lalu yang berjuang untuk kemerdekaan.
Rupanya amanat yang bisa saya sampaikan cukup sekian, mohon maaf atas segala kekurangannya. Selamat Hari Santri. Jihad santri jayakan negeri!
Baca Berita dan Artikel lainnya di Google News.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/4-Contoh-Teks-AmanatPidato-Pembina-Upacara-Hari-Santri-Nasional-2023-Singkat-dan-Inspiratif.jpg)