Berita Musi Banyuasin

Siaga 24 Jam Halau Api Masuk Konsesi Perusahaan

Komitmen perusahaan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam mencegah kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunlah) pada wilayah masing-masing dilaku

Editor: Moch Krisna
Sripoku/Fajeri
Pemadaman titik api oleh regu pemadam api dari PT Inti Agro Makmur. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU -- Komitmen perusahaan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dalam mencegah kebakaran hutan kebun dan lahan (Karhutbunlah) pada wilayah masing-masing dilakukan serius oleh PT Inti Agro Makmur (IAM). Dimana sejak Minggu (15/8/2023) lalu PT IAM coba mengahalau titik api yang mencoba masuk konsesi perusahaan.

CEO PT IAM Purwanto mengatakan tim pengamanan dan pencegahaan karhutbunlah perusahaan telah memantau adanya titik api sejak 13 Oktober 2023 lalu yang mana titik api tersebut berada di luar dari konsesi perushaaan. Melihat adanya titik api tersebut tim petugas pencegahan dan penanggulangan karhutbunlah langsung melakukan pemadaman.

"Kita melihat adanya titik api dan mulai melakukan antisiapi dengan menurunkan regu pemadam. Kita juga memantau lewat udara dan siaga 24 jam dalam menekan penyebaran titik api,"kata Purwanto, Rabu (18/10/2023).

Sebelum titik api yang mulai memasuki wilayah konsesi pihaknya langsung melakukan koordinasi baik Pemkab Muba, Polres Muba, dan Kodim 0401 Muba. "Pemadaman api berjalan dengan baik dan api berhasil di halau sebelum masuk konsesi perusahaan,"ujarnya.

Purwanto membeberkan peta sebaran api baik melalui patroli udara dan tindakan di lapangan bahwa titik api yang di kabarkan berada di Desa Danau Cala menyebut kebakaran lahan terjadi di blok G 27 tidak jauh dari perbatasan lokasi PT.Proteksindo dan PT.Inti Agro Makmur.

"Kita telah memetakan titik api melalui koordinat udara yang valid. Datanya bisa dicek dan dipertanggungjawabkan,"tutupnya.

Sebelumnya, Pj Bupati Muba Apriyadi telah melakukan rapat koordinasi terhadap perusahaan yang ada di Muba untuk sering melakukan monitoring dan kontrol terhadap pada wilayah konsesinya. Jangan sampai ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan akitifitas berujung pembakaran dengan sengaja.

"Kita juga meminta kepada perusahaan mengedukasi masyarakat yang ada secara langsung, seperti jangan membuka kebun dengan cara dibakar. Begitu juga kepala wilayah seperti camat dan kepala desa, karena 1 bulan kedepan menjadi puncak elnino,"tegasnya.

Disinggung jika masih ada perusahaan yang tidak berkontribusi secara langsung dalam menghadapi bahaya bencana karhutlah. Pemkab Muba bersama stake holder akan melakukan tindaka tegas kepada perusahaan yang tidak berkontribusi.

"Saya sudah ingatkan kepada perushaaan jika ada kebakaran terhadap pada wilayah maupun luar wilayah kita padamkan secara bersama. Namun, jika tidak ada kontribusi dalam pencegahan maupun pemadaman mohon maaf kami akan melakukan penegakkan hukum karena ada aturannya, kalau mereka tidak kooperatif kita akan periksa bila perlu di pidanakan bahkan kita akan tinjau ulang izin dari perusahaan tersebut,"tutupnya.

(Sripo/Fajeri)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved