G30S PKI 2023

2 Contoh Teks Pidato Upacara Peringatan G30S PKI 2023, Singkat dan Penuh Makna

Berikut 2 contoh teks pidato amanat pembina upacara ketika memperingati G30S PKI yang bisa dijadikan referensi.

Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
Tribunsumsel.com
2 Contoh Teks Pidato Amanat Upacara Peringatan G30S PKI 2023, Singkat dan Penuh Makna 

TRIBUNSUMSEL.COM - Setiap tanggal 30 September, masyarakat Indonesia akan mengenang salah satu peristiwa kelam yang pernah terjadi 58 tahun yang lalu.

Peristiwa tersebut dikenal dengan nama G30S PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia).

Memperingati G30S PKI bisa dengan berbagai kegiatan seperti upacara bendera pada 30 September 2023, atau diundur pada hari Senin (2/10/2023).

Salah satu susunan upacara bendera peringatan G30S PKI adalah mendengarkan pidato singkat sebagai amanat yang disampaikan oleh pembina upacara.

Berikut 2 contoh teks pidato amanat pembina upacara ketika memperingati G30S PKI yang bisa dijadikan referensi.

Baca juga: 15 Contoh Ucapan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 1 Oktober, untuk Caption di Media Sosial

#Contoh Teks Pidato Pertama

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua.

Puji syukur mari kita sampaikan kepada Tuhan yang Maha Esa, karena atas izin-Nya, kita semua bisa berkumpul dalam kesempatan kali ini.

Yang terhormat, Bapak/Ibu Kepala sekolah.

Yang saya hormati, semua Bapak/Ibu Dewan Guru.

Yang saya sayangi, anak-anak sekalian.

Dalam kesempatan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ini, izinkan saya menyampaikan sepatah atau dua patah kata tentang perjuangan salah satu pendiri bangsa kita, Bapak Soekarno dan Bapak Mohammad Hatta.

Kita mengenal Soekarno dan Hatta sebagai pasangan pemimpin pertama di Indonesia.

Namun jauh sebelum itu, Soekarno dan Hatta sudah berjuang sejak masih menjadi pelajar.

Beliau berdua sudah bercita-cita membuat Indonesia merdeka sejak muda, dimulai dengan suka membaca buku apa saja.

Dua sahabat ini sama-sama suka memperkaya diri dengan ilmu sebagai bekal melawan penjajah.

Perjuangan mereka tidak mudah, Soekarno dan Hatta sama-sama pernah mengalami pengasingan. Tapi mereka tidak menyerah.

Dalam perjalanan melawan penjajah, keduanya juga pernah tidak sependapat, namun saling memberi dan menerima kritikan, agar tetap bersatu dalam perjuangan.

Sikap selalu ingin tahu, gigih berjuang, dan mau menerima kritikan itu menguatkan dua sosok pahlawan bangsa ini, sampai Indonesia merdeka.

Pada peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia ini, marilah kita mengingat dan meneladani sikap Soekarno dan Hatta.

Meskipun sekarang kita tidak lagi dijajah, mari kita contoh sikap ingin tahu dari membaca buku, kegigihan dalam berjuang, saling menerima kritik dan bersatu satu sama lain.

Demikian sepatah dua patah kata yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kekurangan dalam penyampaiannya, saya mohon maaf.

Terima kasih atas perhatian semuanya, selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.

Baca juga: 21 Latihan Soal UAS/PAS PAI Budi Pekerti Kelas 7 SMP Semester 1 Beserta Kunci Jawabannya

#Contoh Teks Pidato Ke-2

Selamat pagi/siang,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air yang berbahagia.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita panjatkan puji syukur yang sedalam-dalamnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang berkat rahmat dan anugerah-Nya, negara kita, Indonesia tetap eksis sebagai negara merdeka dan berdaulat yang berdasarkan Pancasila dan UUD '45.

Sebagai sebuah negara merdeka yang berdaulat dan berdasarkan Pancasila dan UUD '45, mempertahankannya menjadi suatu keharusan bagi kita semua dari setiap gangguan yang akan mengancam eksistensinya, baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

Saya kira kita tidak akan pemah melupakan bahwa pada tanggal 30 September 1965 yang lalu telah terjadi tragedi nasional yang mengancam kedaulatan negara kita.

Sebuah tragedi memilukan yang dilakukan oleh sebuah gerakan yang menamakan diri Gerakan 30 September (G30S) yang dipimpin oleh Letkol Untung.

Beberapa jenderal dibunuh secara kejam dan sadis di luar batas-batas perikemanusiaan dan kemudian dimasukkan dalam sumur Lubang Buaya.

Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air yang berbahagia.

Peristiwa G30S secara khusus merujuk kepada gerakan sekelompok militer yang menculik dan membunuh sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat.

Sedangkan secara umum, peristiwa itu merupakan suatu upaya untuk méngganti ideologi Pancasila dan menggulingkan pemerintahan yang sah.

Peristiwa itu erat kaitannya dengan persaingan politik yang muncul pada masa Demokrasi Terpimpin 1959-1965.

Di tengah persaingan antara PKI dan Angkatan Darat tersebut, kesehatan Presiden Soekarno menurun.

Kesehatan Presiden yang diberitakan sekitar bulan Ju1i 1965 itu, memicu terjadinya ketegangan politik yang mencapai puncaknya pada tanggal 30 September 1965.

Pada malam hari tanggal 30 September 1965, sekelompok militer melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap sejumlah perwira tinggi angkatan darat.

Kelompok itu menamakan diri sebagai Gerakan 30 September (G30S) di bawah pimpinan Letkol Untung, komandan Batalion I Cakrabirawa (pasukan khusus pengawal presiden).

Saat itu G30S menguasai dua sarana vital komunikasi, yaitu RRI pusat dan gedung PN Telekomunikasi.

Mélalui siaran radio, pelaku G30S menekankan bahwa G30S merupakan gerakan intern Angkatan Darat untuk menertibkan para anggota Dewan Jenderal yang bermaksud melakukan kudeta.

Saat itu juga, pembentukan Dewan Revolusi sekaligus demisioner Kabinet Dwikora diumumkan. P engumuman itu membingungkan masyarakat.

Sejumlah perwira tinggi menjadi korban penculikan G30S itu ialah Men/Pangad Letnan Jendral Ahmad Yani, Asisten I Men/Pangad Mayor Jendral S. Parman, Deputi II Men/Pangad Mayor Jendral R. Suprapto, Mayor Jendral MT. Haryono, Brigadir Jendral D.I. Panjaitan, dan Brigadir Jendral Sutoyo Siswomiharjo.

Akhirnya, pimpinan Angkatan Darat diambil alih oleh Panglima Kostrad Mayjen Soeharto, karena Men/Pangad Jendral Ahmad Yani belum diketahui nasibnya dan negara dalam keadaan gawat.

Setelah berhasil menghimpun pasukan yang setia kepada pemerintah operasi penumpasan G30S segera dilakukan. Dalam waktu yang relatif singkat G30S dapat segera ditumpas.

Sejumlah tempat penting yang dikuasai pasukan pendukung G30S dapat diambil alih dan pusat kegiatan G30S di dekat Halim Perdanakusuma juga dapat dikuasai.

Dalam perkembangan berikutnya dapat disimpulkan bahwa G30S itu didalangi oleh PKI. Maka sejak saat itu, operasi pengejaran terhadap pimpinan dan para pendukung PKI segera dilakukan.

Masyarakat pun bereaksi menuntut pcmbubaran PKI. Sejak akhir Oktober 1965, kesatuan aksi dibentuk oleh mahasiswa, pelajar dan berbagai kelompok masyarakat lainnya, yang seluruhnya menyerukan pembubaran PKI.

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati.

Demikianlah, yang saya sampaikan dalam kesempatan ini.

Terima kasih atas perhatiannya dan mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafannya.

Selamat pagi/siang.

Wassalamu’alaikum Wr Wb.

Baca juga: Kumpulan Link Twibbon Peringatan G30S PKI Pada 30 September 2023, Cocok Bagikan Lewat Media Sosial

(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved