6 Elemen Drama Menurut Aristoteles Lengkap dengan Penjelasannya
Element of Drama merupakan sebuah bagian penting dalam penampilan drama di panggung. Berikut ini penjelasan mengenai elemen drama menurut Aristoteles.
Laporan content writer intern, Jaris Mirza Alfarid
TRIBUNSUMSEL.COM- Elemen dalam drama merupakan sebuah struktur yang membentuk drama seutuhnya.
Dengan adanya elemen ini kita dapat menyadari perbedaan setiap karya sastra dengan yang lainnya.
Elemen drama atau Element of drama merupakan sebuah bagian penting dalam penampilan drama di panggung. Bila dijelaskan secara detail, drama merupakan bentuk nyata dari sebuah dialog fiksi yang di tampilkan melalui penampilan teater.
Dari penjelasan di atas, dibawah ini akan dijelaskan 6 elemen drama menurut aristoteles.
1. Plot
Plot seperti yang kita ketahui merupakan rangkaian kejadian yang ada di suatu karya sastra.
a. Exposition
Biasa juga disebut eksposisi, yaitu menjelaskan awal cerita dari karakter sampai latar tempat dan waktu serta perawalan masalah.
b. Rising Action
Yaitu perkenalan dengan masalah dilakukan lebih mendalam, dimana semua masalah meningkat karena suatu hal kesalahan yang di lakukan seseorang karakter.
c. Climax
Klimaks, Puncak dari masalah. Dimana masalah benar-benar memanas dan akan segera menemui hasil akhirnya.
e. Falling Action
Sebagai tempat untuk pemberian pendinginan ataupun solusi dari bagian sebelumnya.
f. Resolution
Menceritakan seluruh konklusi dari cerita ini dan menceritakan keadaan karakter setelah melalui masalahnya.
2. Characters
Karakter memiliki keunikan tersendiri dalam membangun sebuah plot dan berpengaruh terhadap plot.
Dalam sebuah drama, terdapat dua jenis watak tokoh yang menentukan jalannya alur cerita yakni antagonis dan protagonis.
Tokoh protagonis yaitu sebagai pemeran utama dalam cerita, sementara antagonis yang menghambat atau memberikan dampak ke protagonis.
Protagonis dapat mengalami 2 kejadian, yaitu internal conflict atau permasalahan internal dan external conflict, permasalahan eksternal. Internal conflict biasanya ada permasalahan seorang karakter dengan dirinya. Sedangkan external conflict memiliki permasalahan karakter vs karakter, vs alam, vs masyarakat.
3. Thought
Merupakan tema atau pesan yang ingin disampaikan oleh protagonis.
Thought bertujuan untuk memotivasi aksi karakter mereka maupun reaksinya.
4. Diction
Semua aspek harus diperhatikan dari secara verbal melalui pembicaraan maupun nyanyian atau secara tidak verbal sebagai contoh ekspresi muka.
Aristoteles menegaskan bahwa drama harus memiliki keseimbangan diantara puitis dan prosais atau secara biasa. Kedua hal ini harus bekerja sama karena dengan prosais akan menghasilkan sebuah kejelasan dan puitis menghasilkan keindahan.
5. Melody
Sebuah bagian yang menjelaskan tentang plot drama harus mengalir bagai lantunan musik. Bisa dibilang mengalir secara natural.
6. Spectacle
Bisa dibilang ini adalah sebuah peralatan, kostum, dan aksesoris yang mendukung untuk menenggelamkan penonton dalam cerita yang diberikan melalui penampilan tersebut.
Baca juga: Pengertian Hadits, Hadits Mudhal, Hadits Munqathi, Apa Perbedaannya, Berikut Penjelasan Lengkap
Baca juga: 10 Contoh Report Text Bahasa Inggris dan Terjemahannya yang Baik, Benar dan Mudah Dipahami
Baca juga: 5 Contoh Teks Pengumuman Bahasa Inggris/Announcement Text Singkat Beserta Artinya
Itulah penjelasan mengenai 6 elemen dalam drama menurut Aristoteles, lengkap
Baca artikel dan berita Tribun Sumsel lainnya langsung dari google news
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/6-Elemen-Drama-Menurut-Aristoteles.jpg)