Arti Kata Bahasa Arab

Arti Bulan Safar, Bulan Setelah Muharram, Berikut Sejarah dan Peristiwa Besar Terjadi di Bulan Safar

Safar artinya "Kosong" yang mengacu pada era sebelum Islam di mana banyak rumah-rumah kosong karena orang-orang keluar untuk mengumpulkan makanan

Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
tribunsumsel/welly triyono
Arti Bulan Safar, Bulan Setelah Muharram, Berikut Sejarah dan Peristiwa Besar Terjadi di Bulan Safar. 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Arti Bulan Safar, Bulan Setelah Muharram, Berikut Sejarah dan Peristiwa Besar Terjadi di Bulan Safar.


Insya Allah, sebentar lagi kita akan memasuki bulan Safar 1445 Hijriah.  Tanggal 1 Safar 1445 atau tahun 2023 nanti bertepatan jatuh di hari Jumat 18 Agustus 2023.


Safar berasal dari bahasa Arab. Safar artinya "Kosong" yang mengacu pada era sebelum Islam di mana banyak rumah-rumah kosong karena orang-orang keluar untuk mengumpulkan makanan, atau melakukan perjalanan atau meninggalkan rumahnya untuk berperang.

Bulan Safar bulan yang pertama setelah tiga bulan haram: Dzulqaidah, Dzulhijjah, kemudian Muharram, masyarakat banyak tinggal di rumah, tidak berperang dan sebagainya.

Masuk bulan Safar maka banyak warga  dahulu meninggal rumah untuk berbagai keperluan.

Dilansir dari The Islamic Information kata Safar juga diterjemahkan menjadi "siulan angin". Siulan Angin ini merujuk pada cuaca, karena safar menjadi bulan yang paling berangin di sepanjang tahun.


Safar termasuk salah satu bulan yang penting. Berikut kilas balik, sejarah dan peristiwa penting yang terjadi di bulan Safar lengkap dengan tanggal peristiwanya, dikutip dari :

1 Safar: Para tawanan perang Karbala memasuki Istana Yazid di Syria

13 Safar: Kesyahidan Sukayna Binti Hussain (RA) juga dikenal sebagai Bibi Sakina, putri bungsu Hussain Ibn Ali (RA)

20 atau 21 Safar: Chehlum Hussain Ibn Ali (RA) juga dikenal sebagai Arbaeen (hari ke-40 setelah Asyura). [Sesuai dengan Muslim Syiah]

27 Safar: Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah

28 Safar: Nabi Muhammad SAW jatuh sakit

28 Safar: Kesyahidan Hasan Ibn Ali (RA), cucu Nabi SAW dan putra sulung Ali Ibn Abi Thalib (RA)

Pada bulan ini, juga banyak terjadi peperangan di masa Rasulullah di antaranya:

(1) Perang Al-Abwa atau Waddan
(2) Peristiwa Mata Air Roji'
(3) Perang Bi'r Ma'unah (Peristiwa Sumur Maunah)
(4) Penaklukan Kaum Yahudi di Perang Khaibar
(5) Pengepungan Khats'am
(6) Masuk Islamnya Bani Udzrah.

Dan masih banyak peristiwa lainnya.

 

Dikutip dari Youtube Ustadz Abdullah Roy mengatakan bahwa tidak ada dalil khusus yang membahas mengenai keutamaan bulan Safar.


Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak pernah memerintahkan para sahabat-sahabat untuk mengkhususkan amalan tertentu yang harus dijalankan ketika bulan Safar.

Berbeda dengan bulan Ramadhan, Muharram, Dzulqaidah ataupun Dzulhijjah.

Namun demikian tentu manusia disarankan untu terus istiqomah dalam keimanan dan keislaman, termasuk dalam buan Safar.


Berikut amalan yang bisa terus dilakukan di bulan Safar:

- Memperkuat keimanan
Kita yakin bahwa bulan Shafar adalah sama seperti bulan-bulan lain yang diberikan Allah SWT sehingga kita bisa melakukan perbuatan amal ibadah yang bermanfaat.

- Berbuat baik dan menghindari perbuatan perbuatan yang tercela.

- Menghindari dari hal yang bertentangan dengan ketauhidan

- Meningkatkan ketaqwaan dan semakin bertawakkal kepada Allah SWT
Dengan menyadari bahwa segala sesuatu adalah kehendak Allah SWT, maka ketaqwaan kita juga akan meningkat. Kita semakin rajin beribadah seperti shalat wajib dan shalat fardhu karena tiada lain tujuan selain mendapat ridha Allah SWT.

Berikut Keutamaan Bulan Safar:

1. Bulan yang Baik untuk Menikah
Bulan Safar adalah momentum yang baik untuk menikah sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Pada bulan Safar, Beliau menikahkan putrinya Sayyidah Fatimah radhiyallahu 'anha dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib pada Tahun ke-2 Hijriyah.
Dalam riwayat juga disebut Nabi menikahi Sayyidah Khadijah pada bulan Safar. Ada yang mengatakan bulan Rabiul Awal.
Beliau juga Hijrah dari Makkah ke Madinah pada bulan Safar dan tiba di Madinah pada bulan Rabiul Awal.


2. Bulan Menolak Khurafat
Istilah khurafat berarti cerita rekaan atau khayalan. Dulu orang Arab Jahiliyah menganggap bulan Safar sebagai bulan sial. Hal ini dibantah langsung oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits berikut:

لا عدوى ولا طيرة ولا هامَة ولا صَفَر

Artinya: "Tidak ada kesialan karena 'adwa (keyakinan adanya penularan penyakit), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu hingga tidak jadi beramal), tidak ada hammah (keyakinan jahiliyah tentang rengkarnasi) dan tidak pula Safar (menganggap bulan Safar sebagai bulan haram atau keramat)." (HR Al-Bukhari)


3. Bulan Menolak Pesimis Bulan Safar juga dikenal dengan sikap pesimisnya orang Arab Jahiliyah. Mereka melakukan kemungkaran besar di bulan Safar dengan menjadikan Safar sebagai pengganti bulan mulia Muharam. Dalam Hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Mereka dahulu berpendapat bahwa umrah di bulan Haji kedurhakaan paling besar di muka bumi. Mereka menjadikan Muharam sebagai bulan Shafar. Mereka mengatakan: Jika unta jamaah haji telah kembali, bekas-bekas tapak kakinya telah hilang, bulan Shafar telah habis, maka dihalalkan umrah bagi yang ingin menunaikan umrah." (HR Al-Bukhari, Muslim)

Itulah arti Bulan Safar, Bulan Setelah Muharram, Berikut Sejarah dan Peristiwa Besar Terjadi di Bulan Safar.

Baca juga: Arti Ya Muqollibal Qulub, Doa Sering Dibaca Nabi Muhammad, Mohon Keteguhan Hati, inilah Manfaatnya

Baca juga: Arti Wabtaghu Min Fadhlillahi Wadzkurullah, Bacaan Surat Al Jumuah Ayat 10, Hubungan Ibadah & Rezeki

Baca juga: Arti Itsnaini, Tsulatsai, Arbiai, Nama-Nama Hari dalam Bahasa Arab Lengkap dari Senin Sampai Minggu

Baca juga: Arti Tabligh, Ceramah, Pidato, Tausyiah, Khutbah dan Kultum, Apa Perbedaannya? Berikut Penjelasannya

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved