Tewas Tawuran di Palembang
'Ini Harga Diri', Pengakuan RZ Pelaku Duel Gladitor Satu Lawan Satu di Palembang, Tak Niat Membunuh
Pengakuan RZ (16) pelaku duel gladiator satu lawan satu di Palembang, dia sama sekali tidak berniat membunuh korban Ferdi Frandiko Sajagat (18).
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pengakuan RZ (16) pelaku duel gladiator satu lawan satu di Palembang, dia sama sekali tidak berniat membunuh korban Ferdi Frandiko Sajagat (18).
Duel gladiator satu lawan satu, RZ pelaku duel maut yang menewaskan Ferdi Frandiko Sajagat (18) mengungkap dia dua kali ditantang duel oleh korban sehingga terpaksa melayani.
Tersangka RZ mengaku bersalah atas meninggalnya Ferdi Frandiko Sajagat (18) warga Sirah Kampung Kelurahan Talang Putri Kecamatan Plaju Darat, Palembang.
Korban Ferdi Frandiko Sajagat tewas dengan luka tusuk di dada kiri setelah melakukan gladiator dengan RZ
Dibincangi wartawan Sripoku.com (grup Tribun), RZ menuturkan malam itu tidak ada niat untuk mengawali gladiator melawan Ferdi. Tetapi karena tertantang, barulah dia menerima tantangan korban Ferdi.
"Jujur kami memang berteman, namun sebatas kenal saja dan berteman di grup WhatsApp," ungkapnya.
Baca juga: Maling Bobol Rumah di Plaju Palembang Bawa Kabur Televisi 42 Inch, Aksi Terekam CCTV
Dengan mata memerah RZ menuturkan, lantaran dua kali ditantang oleh korban, malam itulah dirinya terpaksa melayani korban.
"Dua kali saya ditantang korban, Pak. Namun setiap kali di dalam grup Whatsap dia nantang saya lalu mengelakkan jawaban di grup. Tapi ketiga kali ini korban langsung mengirim (pesan whatsap) WA ke WA nomor saya. Nah karena itulah saya tertantang," akunya.
Ketika sudah di TKP (tempat kejadian perkara), di kawasan Irigrasi Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, RZ mengaku, tak ada niat hendak menghabisi nyawa Ferdi.
"Jujur malam itu saya takut pak. Namun mau bagaimana lagi, janji tetap janji. Ini harga diri, namun bukan saya yang duluan melibaskan cerulit, melainkan korban yang mengawali ke arah saya," katanya, sambil ditonton teman-teman dari Ferdi dan dirinya, serta melakukan live di akun Intagram masing-masing.
Setelah menangkis serangan dari korban sebanyak dua kali, lanjut RZ, dirinya pun juga menyerang korban sebanyak dua kali, korban awalnya sepoyongan dan terjatuh.
"Sama-sama dua kali pak menyerang, korban menyerang saya dua kali saya tangkis dengan lengan kanan saya, lalu saya serang dua kali, mengenai dada bagian kirinya. Saya pun mengira luka dialami korban kecil," ungkapnya.
Saat itulah, lebih jauh RZ menuturkan, dirinya langsung mendekati korban dan menolong korban untuk menaikkan korban di atas motor serta dibawa ke rumah sakit.
"Dalam gladiator ini satu lawan satu, Pak. Jadi siapa yang jatuh rekan-rekan tidak boleh menyerang, hanya membantu korban dan membawa nya ke rumah sakit. Saat itu saya langsung pucat sembari mengangkat korban naik motor untuk dibawa ke rumah sakit," katanya yang tidak menyangka korban meninggal dunia.
RZ juga mengatakan, dirinya tida menyangka korban meninggal dunia lantaran sebelum melakukan gladiator keduanya pun memakai pakaian tebal berlapis.
"Saya kira luka dialami korban kecil, karena kami sama sama memakai baju tebal berlapis. Baju, lalu pakai jaket dan pakai jaket lagi, tiga lapis, " katanya.
Setelah mengetahui korban meninggal dunia diantarkan rekannya dan teman-teman korban, saat itu RZ pun mengaku mulai dihantui rasa bersalah
"Setelah saya pulang ke rumah, dan saya mengetahui korban meninggal dunia, saya seperti dihantui rasa takut pak, dan terbayang terus dengan korban. Dan akhirnya saya menyerahkan diri ke Polda Sumsel," kata RZ, mengaku bersalah dan meminta maaf sebesar besarnya dengan keluarga korban Ferdi.
Live di Instagram
Sebelumnya MR atau RZ (16) pemuda terduga menjadi pelaku penganiayaan hingga tewasnya Ferdi Frandiko Sajagat (18) kini harus berurusan dengan polisi.
Setelah diburu polisi karena kejadian tersebut, MR yang masih tercatat sebagai pelajar kelas 11 SMA ini, akhirnya menyerahkan diri dan kini diamankan di Unit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel.

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi saat aksi tawuran di Jalan Irigasi, Kecamatan Ilir Barat I pada Senin (7/8/2023) dinihari.
Mirisnya, aksi tawuran tersebut dilakukan secara live streaming di instagram.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika membenarkan jika pelaku sudah diamankan.
"Setelah viral-nya kejadian tersebut kami telah mengamankan satu diduga pelaku tawuran yang menyebabkan satu orang korban meninggal dunia," katanya, Senin (7/8/2023) malam.
Agus menambahkan, saat ini yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan anggota.
"Masih kami kembangkan lagi perkaranya, " sambungnya.
Sebelumnya dikabarkan, seorang pemuda diduga tewas akibat menjadi korban tawuran di Palembang pada Senin (7/8/2023) dini hari.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tribunsumsel.com, diduga korban tawuran itu bernama Ferdi Frandiko Sajagat (18) warga Jalan Kopral Urip, Lorong Sekampung, Kelurahan Talang Putri, Kecamatan Plaju, Palembang.
Korban meninggal dunia dengan satu luka tusuk di bagian dada.
Kapolsek Ilir Barat I Kompol Ginanjar Aliya Sukmana mengatakan, sekitar pukul 00.30 WIB dini hari korban diantar oleh dua orang pemuda ke RSI Siti Khadijah Palembang dan langsung dibawa ke IGD.
"Korban diantarkan oleh dua orang belum tau apakah itu rekannya atau bukan ke RS Siti Khadijah. Tanpa memberi penjelasan ke sekuriti dan perawat di rumah sakit keduanya langsung pergi meninggalkan Rumah Sakit. Barulah kami dihubungi oleh pihak rumah sakit, " ujar Ginanjar, ketika dikonfirmasi, Senin (7/8/2023) pagi.
Terkait lokasi pasti tawuran, Ginanjar mengaku belum mengetahui sebab tidak ada informasi dari orang yang mengantarkan korban dan dari rumah sakit.
Ia menyebutkan jika kasus tawuran tersebut sedang ditangani Satreskrim Polrestabes Palembang.
"Belum diketahui lokasi tawuran itu persisnya dimana. Sekarang Satreskrim Polrestabes Palembang sedang menyelidiki perkara tersebut, " ujarnya.
Dia menambahkan, pihaknya masih menjalankan patroli rutin setiap malam di wilayah Polsek Ilir Barat I.
"Selain imbauan ke orangtua, kami juga menerapkan patroli rutin setiap malam di wilayah RT-RT setempat untuk mengimbau pemuda yang nongkrong di luar jam wajar. Setiap malam 25 personel Polsek diturunkan, " katanya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel
(sripoku/andyka wijaya)
berita palembang terkini
Berita Kriminal Palembang Terkini
Duel Gladitor Satu Lawan Satu di Palembang
Duel Gladiator Palembang
Duel Satu Lawan Satu
Tribunsumsel.com
Polisi Tangkap Admin Live IG Tawuran di Palembang, Janjian Duel Maut Berujung 1 Pemuda Tewas |
![]() |
---|
Live Instagram Lakukan Penganiayaan Hingga Ferdi Meninggal, RM Kini Menyerahkan Diri ke Polda Sumsel |
![]() |
---|
Polisi Kantongi Identitas Pembunuh Ferdi, Kapolrestabes Palembang: Bukan Tawuran Tapi Duel Maut |
![]() |
---|
Remaja Tewas Tawuran di Palembang, Kirim Pesan Singkat ke Teman Dekat Sebelum Duel |
![]() |
---|
BREAKING NEWS: Pemuda Tewas Tawuran di Palembang, Diantar Orang ke RS Lalu Ditinggal, Ada Luka Tusuk |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.