Berita PLN Insight

PLN UID S2JB Bantu 200 Latih dan Guru SMK Konversi Motor BBM jadi Motor Listrik

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menghasilkan siswa SMK yang tidak hanya mampu untuk memperbaiki dan mengonversikan motor.

Tayang:
Penulis: Hartati | Editor: Sri Hidayatun
Humas UID S2JB
PLN UID S2JB malaksanakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Electrical Vehicle Support atau EV Support dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk melatih 200 peserta yang terdiri dari guru dan siswa sekolah menengah kejuruan untuk mewujudkan percepatan konversi motor listrik di SMK N 2 Palembang, Selasa (8/8/2023). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - PLN UID S2JB terus berkomitmen mendorong percepatan adopsi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) tidak hanya melalui penyediaan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui kerjasama di sektor pendidikan untuk melatih kemampuan para pelajar dalam mengkonversi dan melakukan perbaikan kendaraan listrik.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Electrical Vehicle Support atau EV Support dilaksanakan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan untuk melatih 200 peserta yang terdiri dari guru dan siswa sekolah menengah kejuruan untuk mewujudkan percepatan konversi motor listrik tersebut.

General Manager PLN UID S2JB Amris Adnan mengatakan program EV Support ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menghasilkan pendidikan berkualitas.

Amris Adnan selaku General Manager PLN UID S2JB mengatakan kegiatan ini juga diharapkan dapat menghasilkan siswa SMK yang tidak hanya mampu untuk memperbaiki dan mengonversikan motor konvensional menjadi motor listrik, namun juga mampu membuka bengkel motor listrik yang akan sangat dibutuhkan di masa mendatang.

"Kita ingin mendukung upaya pemerintah menggalakkan motor listrik karena bukan cuma ramah lingkungan tapi juga murah biaya operasionalnya," katanya saat membuka kegiatan di SMK Negeri 2 Palembang, Selasa (8/8/2023).

Baca juga: PLN Sukses Pasok Listrik Tanpa Kedip di Momen Pemecahan Rekor Pagelaran Angklung di GBK

Baca juga: PLN Layani Konsumen Listrik Tegangan Tinggi 50 MVA, Pertama di Kaltim

Adnan mengatakan biaya operasional motor listrik lebih murah yakni hanya 20-25 persen dari biaya yang harus digunakan pada motor konvensional atau motor dengan bahan bakar BBM.

Selain itu pemerintah mendorong agar konversi ini cepat terlaksana karena saat ini BBM diimpor dari luar negeri sehingga biayanya sangat besar, sedangkan listrik bisa diproduksi sendiri dan biayanya jauh lebih murah.

Untuk memudahkan terealisasinya konversi kendaraan listrik pemerintah juga sudah mendukung beragam kemudahan seperti izin kendaraan listrik, memberikan subsidi kendaraan listrik, hingga keberadaan SPKLU yang semakin banyak.

"Masyarakat yang punya kendaraan listrik kalau mau mudik jangan khawatir karena sepanjang rest area tol tersedia SPKLU, sekian itu juga ada di Palembang, lahat, Lubuklinggau juga bandara SMB 2," katanya.

PLN juga mendorong pihak swasta membuka SPKLU sehingga memberikan peluang kesempatan bisnis bagi swasta dan SPKLU tidak hanya dimonopoli PLN saja.

Kesempatan itu terbuka luas kata Adnan sehingga yl pihak swasta yang mau membuka SPKLU silahkan saja ajukan ke PLN.

Menurut saat ini di Sumsel penggunaan kendaraan listrik memang baru dan baru tercatat 200 motor listrik. Oleh sebab itu PLN terus mendorong agar konversi ini cepat terlaksana.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved