Polisi di Bengkulu Edarkan Uang Palsu

Nasib Briptu IH Oknum Polisi yang Diduga Edarkan Uang Palsu di Bengkulu, Kini Diperiksa Propam

Briptu IH kini diamankan dan menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Bengkulu usai diduga membeli rokok dengan menggunakan uang palsu di warung d

Editor: Weni Wahyuny
Tribunbengkulu.com/Suryadi Jaya/ist via Tribun Bengkulu
Briptu IH (kanan) dan Barita (54) (kanan) warga Dusun Tanjung Sakti Desa Pondok Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, merupakan salah satu korban uang palsu yang dilakukan oleh IH oknum polisi Bengkulu, Kamis (13/4/2023). Kini Briptu IH diperiksa Propam Polda Bengkulu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNSUMSEL.COM, BENGKULU TENGAH - Nasib Briptu IH, oknum polisi di Bengkulu, usai diduga edarkan uang palsu di Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Kamis (13/4/2023)

Briptu IH kini diamankan dan menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Bengkulu usai diduga membeli rokok dengan menggunakan uang palsu di warung di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah.

Sebelumnya, oknum polisi itu diperiksa di Polsek Pondok Kelapa.

Dari pengakuannya ke Propam Bengkulu, Briptu IH membantah telah mengedarkan uang palsu seperti yang dituduh kepadanya.

Briptu IH yang juga anggota Bhabinkamtibmas ini mengaku menemukan dompet berisi uang di jalan yang versi dia totalnya Rp 420 ribu.

Baca juga: Pengakuan Briptu IH Oknum Polisi di Bengkulu Diduga Edarkan Uang Palsu, Ngaku Temukan Dompet

"Jadi dari pengakuan si oknum ini, dirinya bukan mengedarkan uang palsu, namun yang bersangkutan itu menemukan dompet. Yang isinya ada yang pecahan ratusan, dan uang sepuluh ribuan. Pokoknya total itu ada 420 ribu," Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Anuardi kepada jurnalis Tribunbengkulu.com, Jumat (14/4/2023).

Versi warga, padahal oknum polisi tersebut tepergok diduga mengedarkan uang palsu dengan membeli rokok menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu.

Pasalnya, setelah belanja di warung milik Ronaldi warga Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah.

Oknum polisi ini juga berbelanja di warung lain.

Baca juga: Kronologi Briptu IH Oknum Polisi Bengkulu Ketahuan Edarkan Uang Palsu, Beli Rokok Naik Motor Dinas

Total uang palsu yang disebutkan juga berbeda dengan keterangan warga. Pasalnya, dari dompet oknum polisi yang diamankan warga tersebut. Didapati uang palsu senilai Rp 1,4 juta.

Sehingga jika ditambah dengan yang yang telah dibelanjakan oknum polisi ke warung milik Ronaldi sebelumnya, maka total harusnya ada Rp 1.5 juta.

sosok seorang oknum polisi berinisial IH yang diduga melakukan upaya pengedaran uang palsu saat membeli rokok di Desa Padang Betuah, Bengkulu Tengah
sosok seorang oknum polisi berinisial IH yang diduga melakukan upaya pengedaran uang palsu saat membeli rokok di Desa Padang Betuah, Bengkulu Tengah (Tribunbengkulu.com)

Terkait hal tersebut, pihak kepolisian masih belum mau terlalu jauh berkomentar.

Yang jelas saat ini mereka membenarkan bahwa oknum polisi masih dalam pemeriksaan di Propam Polda Bengkulu.

"Jadi hasil pemeriksaan kita, dia mengaku bukan mengedarkan tapi menemukan dompet yang isinya ada uang tersebut. Sampai saat ini masih kita dalami," kata Anuardi.

Kronologi

Kronologi Briptu IH, oknum polisi di Bengkulu edarkan uang palsu di Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, Kamis (13/4/2023).

Berawal dari Briptu IH membeli rokok dengan uang palsu di warung milik warga di Desa Pondok Kelapa sekira pukul 18.30 WIB.

Ronaldi, pemilik warung terkecoh dengan uang pecahan Rp100 ribu yang diberikan pelaku.

Modusnya, pelaku mengendarai motor dinas bhabinkamtibmas membeli rokok di warung miliknya.

polisi berpangkat Briptu itu ditangkap warga usai membeli rokok dengan menggunakan uang palsu di sebuah warung di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah pukul 18.30 wib Kamis (13/4/2023).
polisi berpangkat Briptu itu ditangkap warga usai membeli rokok dengan menggunakan uang palsu di sebuah warung di Desa Padang Betuah, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah pukul 18.30 wib Kamis (13/4/2023). (Tribunbengkulu.com)

"Yang jaga warung ini kakak saya, kakak saya tanya ini uang palsu atau bukan, waktu saya cek ternyata benar uang palsu, tetapi oknum polisi itu sudah pergi," ujar Ronaldi saat ditemui di Polsek Pondok Kelapa.

Mengetahui bahwa uang tersebut palsu, ia bersama rekannya pun mencoba mengejar oknum polisi tersebut.

Dan ternyata, pelaku kedapatan berhenti di salah satu warung juga membeli rokok menggunakan upal.

Warung terakhir yang didatangi pelaku adalah warung ketiga.

"Waktu saya kejar, karena pelaku ini pakai motor dinas Bhabinkamtibmas dan sedang berhenti di salah satu warung, kami pun berhenti dan meminta pelaku tersebut mengganti uang yang palsu itu," katanya.

Saat berhasil dikejar, oknum polisi di Bengkulu ini awalnya tidak mengaku jika dirinya mengedarkan upal.

Hal tersebut malah menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas.

Karena terus didesak akhirnya oknum polisi ini mengaku dan mengganti uang palsu pecahan Rp100 ribu kepada korban.

Menariknya, saat warga memeriksa dompet oknum polisi ini juga didapati uang palsu senilai Rp 1,4 juta

"Akhirnya dia ngaku dan mengganti uang palsu itu, waktu warga mengecek dompet pelaku ada uang palsu sebanyak Rp 1,4 juta pecahan Rp 100 ribu, kalau ditambah sama yang diberikan ke saya totalnya Rp 1,5 juta," ungkapnya.

Kemudian, kondisi di lokasi pun bisa ditenangkan dan oknum polisi tersebut dibiarkan pergi, tetapi masih diikuti oleh warga.

Tiba-tiba, oknum polisi tersebut mengarah ke Polsek Pondok Kelapa dan akhirnya warga yang menangkap oknum polisi tersebut juga ikut ke Polsek Pondok Kelapa.

"Sekarang oknum polisi itu masih dimintai keterangan kayanya, ini saya juga baru mau diambil keterangan, masih nunggu giliran," kata Ronaldi.

Dari pantauan TribunBengkulu.com, saat telah diamankan di Polsek Pondok Kelapa, terlihat motor dinas bhabinkamtibmas ikut diperiksa oleh penyidik.

Terlihat dari dalam box yang berada di belakang motor, ditemukan sejumlah berkas-berkas kepolisian dan pakaian milik oknum polisi yang diduga mengedarkan uang palsu tersebut.

Briptu IH meminta warga untuk tidak membiarkannua dengan menyebarkan video penangkapannya.

"Polisi ini manggil kami dan bilang video dia tertangkap tadi jangan diviralkan, karena bukan saya yang memvideokan saya jawab saya tidak bawa hape," kata Ronaldi pemilik warung di Bengkulu Tengah yang jadi korban upal yang diedarkan pelaku.

Cerita Korban

barita korban polisi edarkan uang palsu di bengkulu
Barita (54) warga Dusun Tanjung Sakti Desa Pondok Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, merupakan salah satu korban uang palsu yang dilakukan oleh IH oknum polisi Bengkulu, Kamis (13/4/2023).

Barita (54) warga Dusun Tanjung Sakti Desa Pondok Kelapa Kecamatan Pondok Kelapa Bengkulu Tengah, merupakan salah satu korban uang palsu yang dilakukan oleh IH oknum polisi Bengkulu.

Menurut Barita, saat ini di daerahnya sedang marak terjadi peredaran uang palsu, bahkan ia saja dalam bulan Ramadan ini sudah dua kali menemukan uang palsu.

"Sekitar tanggal 31 Maret kemarin, saya lagi ngecek uang warung, ternyata ada uang palsu satu, terus tadi malam oknum polisi beli rokok pakai uang palsu juga," ujar Barita, Jumat (14/4/2023).

Uang palsu yang diberikan oleh oknum polisi tersebut diketahui karena, sang anak Barita yang menjaga warung diminta untuk selalu menerawang uang pecahan Rp 100 ribu agar tidak lagi menerima uang palsu.

"Anak ni dipesankan terus, kalau ada duit Rp 100 ribu tempel di lampu, kalau tidak ada berarti palsu, nah waktu ngecek uang polisi itu ternyata palsu," kata Barita.

Mengetahui uang tersebut palsu, anak Barita pun memberitahu pamannya yang berada di warung bahwa ada uang palsu.

"Pas tau ada uang palsu, belum sempat apa-apa, tiba-tiba datang orang dari Desa Padang Betuah langsung megang polisi itu, katanya polisi itu tadi juga belanja pakai duit palsu di warungnga," cerita Barita.

Sontak hal itu pun membuat kehebohan dan warung Barita mendadak dipenuhi oleh orang-orang yang penasaran dengan keributan tersebut.

"Ramai sekali orang semalam itu, ada sekitar 50 orang, tapi setelah di telfon orang Polsek Pondok Kelapa, akhirnya polisi yang pakai duit palsu ini tadi dibawa pergi," kata Barita.

 

Sumber : Tribun Bengkulu

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved