Berita OKI Mandira
Bupati OKI Melalui Sekda Imbau ASN Tidak Menerima Hadiah Maupun Parsel Lebaran 1444 H
Pejabat dan seluruh ASN yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dilarang untuk menerima dan meminta parsel atau hadiah.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Pejabat dan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir dilarang untuk menerima dan meminta parsel atau hadiah terkait Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Ogan Komering Ilir, H. Iskandar SE melalui Sekretaris Daerah OKI, H. Husin kepada para asisten, sekretaris DPRD, inspektur, kepala dinas, kasatpol PP, direktur RSUD, camat, dan kabag agar jangan menerima parsel dari rekanan.
"Saya mengimbau seluruh ASN jangan menerima hadiah atau parsel dari siapapun. Dikarenakan nanti dapat dikatagorikan sebagai gratifikasi," kata Sekda sewaktu ditemui diruanganya pada Senin (3/4/2023) siang.
Dikatakan melihat tahun-tahun sebelumnya, Undang-undang (UU) pencegahan korupsi itu sudah jelas tidak boleh menerima gratifikasi disaat momen-momen kegiatan keagamaan.
"Sebelumnya seluruh ASN juga sudah diberikan contoh sebundel tulisan apa saja yang tergolong gratifikasi. Di kantor BKD juga sudah terpampang contoh materi terkait gratifikasi," ujarnya, sudah juga diberikan sosialisasi kepada ASN OKI.
Maka dari itu, pihaknya berharap seluruh pejabat dan ASN untuk menjalankan himbauan tersebut agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Jangan menerima parsel dalam bentuk apapun, tapi kadang kala tanpa sepengetahuan tiba-tiba parsel itu sudah ada dirumah mereka atau ASN,"
"Kalau pengalaman pribadi saya, sebaiknya parsel yang diterima itu langsung diberikan lagi dengan orang lain atau tetangga. Terpenting kita harus taat dengan aturan-aturan yang kira-kira bisa menyulitkan kita sebagai aparatur sipil negara," ungkap Sekda.
Saat disinggung mengenai adanya sangsi bagi ASN yang ketahuan menerima gratifikasi. Sekda menyebut belum ada sangsi tegas yang bisa diberikan kepada yang bersangkutan.
"Sejauh ini belum ada sangsi, tinggal kesadaran pada diri masing-masing," tegasnya Husin.
Menurutnya, perayaan Idulfitri merupakan momen meningkatkan religiusitas, menjalin silaturahim, dan saling berbagi, utamanya kepada pihak yang membutuhkan.
Perayaaan tersebut sepatutnya tidak dilaksanakan secara berlebihan yang menyebabkan peningkatan pengeluaran yang tidak dibutuhkan.
"Lebaran kita inikan cuma satu hari dan besoknya sudah kerja lagi. Jadi sebaiknya dilakukan dengan sederhana," tutupnya.
Baca berita lainnya langsung dari google news
Wabup OKI Ajak ASN dan Honorer Terapkan Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Bermasyarakat |
![]() |
---|
Pemkab OKI, BPPWS dan OKI Pulp Bahas Keberlanjutan SPAM Air Sugihan |
![]() |
---|
Kunker Anggota DPR RI Wahyu Sanjaya, Pemkab OKI Fokus Percepat Infrastruktur di Tengah Efisiensi |
![]() |
---|
Semarak Idul Fitri di OKI Sukses, Warga Rayakan Lebaran dengan Gembira |
![]() |
---|
PJ Sekda OKI Dukung Penuh Program Makan Siang Gratis dari Pemerintah Pusat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.