Sepakbola

Rekap Hasil Sepakbola Semalam : Juventus vs Inter Milan, Chelsea vs Liverpool Bermain Imbang

Drama kartu merah di laga sengit itu tak hanya berhenti di Romelu Lukaku setelah mencetak gol penalti.

Editor: Slamet Teguh
Marco BERTORELLO / AFP
Rekap Hasil Sepakbola Semalam : Juventus vs Inter Milan, Chelsea vs Liverpool Bermain Imbang 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pertandingan antara Juventus vs Inter Mlan di ajang Piala Coppa Italia berakhir imbang.

Pertandingan Juuventus vs Inter Milan berakhir imbang 1-1.

Sementara laga Chelsea vs Liverpool dari ajang Liga Inggris berakhir imbang 0-0.

 Juventus gagal mengamankan kemenangan atas Inter Milan di kandang sendiri setelah Romelu Lukaku mencetak gol penyama kedudukan di penghujung laga bertajuk Coppa Italia, Rabu (5/4/2023) dini hari WIB.

Skor sama 1-1 antara Juventus vs Inter Milan menjadi hasil akhir pertandingan sengit tersebut yang dicetak Juan Cuadrado (83') untuk kubu Nyonya Tua dan Lukaku (90+5) melalui tendangan penalti untuk Inter saat bertanding di Allianz Stadium.

Bahkan hasil akhir dari laga alot Juventus vs Inter Milan diwarnai tiga kartu merah yang di keluarkan oleh wasit Davide Massa di injury time babak kedua.

Kendati begitu, Inter Milan wajib berterima kasih kepada Romelu Lukaku karena telah menyelamatkan tim lantaran tidak jadi kalah di leg pertama babak semifinal Coppa Italia.

Sayangnya di leg kedua nanti, Lukaku tampaknya tak akan memperkuat Inter Milan ketika tampil di kandang.

Sebab dirinya diganjar kartu merah di leg pertama tepat setelah dirinya mencetak gol untuk Inter lewat titik putih.

Drama kartu merah di laga sengit itu tak hanya berhenti di Romelu Lukaku setelah mencetak gol penalti.

Pencetak gol Juventus, Cuadrado juga akhirnya diganjar kartu merah karena menunjukkan sikap yang kurang sportif.

Tepat ketika wasit meniup peluit panjang, kartu merah dikeluarkan oleh Davide Massa.

Nasib apes kartu merah juga menimpa kiper Inter Milan yakni Samir Handanovic.

Dinilai menunjukkan sikap kurang suportif, akhirnya penjaga gawang Inter itu langsung diganjar kartu merah.

Dengan hujan kartu merah di penghujung laga tersebut bisa dikatakan cukup merugikan Inter untuk menatap leg kedua.

Sebab bisa saja Inter tak diperkuat dua pemain andalannya gegara kartu merah.

Padahal jika menilik jadwal, di leg kedua giliran Inter yang akan jadi tuan rumah untuk menjamu Juventus.

Namun jika dua kartu merah telah dikantonggi oleh dua pemain Simone Inzaghi, ada alarm bahaya yang menerpa.

Terlepas dari drama kartu merah itu, jika sedikit menilik jalannya laga, Inter justru tampil mendominasi.

Penghuni empat besar di papan klasemen Liga Italia itu berhasil mengepung Juventus agar tidak bisa mendapat kesempatan untuk mencetak gol.

Terbukti dari segi ball possession mereka cukup tangguh dengan presentase 62 persen berbanding 28 persen.

Hanya saja kecerdikan dari Cuadrado yang sukses menembus pertahanan Inter Milan di babak kedua hingga bisa merobek jala Samir Handanovic.

Gol itu yang sempat membuat Inter nyaris kalah karena setelah itu cukup kesulitan untuk mencetak gol.

Untungnya berkat adanya pelanggaran di kotak penalti dari Juventus, Inter lewat Lukaku bisa mencetak gol penyama kedudukan.

Duel seru kedua tim masih akan berlanjut pada leg kedua Coppa Italia yang akan berlangsung di kandang Inter Milan, Giuseppe Meazza (27/4).

Chelsea vs Liverpool 

Jurgen Klopp yang gagal membawa The Reds - julukan Liverpool, mendekat ke papan atas justru semringah dengan performa anak asuhnya.

Pelatih asal Jerman menuturkan kebanggaanya lantara berhasil mencuri setidaknya satu poin saat bertandang ke Stamford Bridge.

Rasa bangga dari Jurgen Klopp tak lepas dari hasil nelangsa saat Liverpool dihajar Manchester City 4-1 beberapa waktu lalu.

"Hari ini ada dua tim yang kurang percaya diri tetapi benar-benar berjuang," terang Jurgen Klopp dilansir BBC Sport.

"Kami baik-baik saja dengan satu poin, ada banyak hal bagus. Kami menunjukkan banyak perlawanan. Kami akan harus terus maju."

"Kami memiliki peluang di depan. Itu tidak spektakuler. Itu adalah sebuah langkah. Itulah yang harus kami lakukan. Terkadang langkah yang lebih kecil."

Terlepas dari rasa bangganya kepada anak asuhnya, Klopp menerangkan bahwa dia tak pernah mengalami musim seburuk ini selama melatih.

"Tidak, terima kasih Tuhan," ujar Klopp.

Juru taktik berusia 55 tahun menerangkan dia tak akan menjadi peracik The Reds jika selalu melalui musim seperti ini.

Artinya, prestasi menawan Klopp selama menukangi Liverpool jadi bukti bahwa dia masih layak berada di kursi pelatih.

Hanya saja kondisi Liverpool musim ini kurang menguntungkan, namun dia yakin bisa melewatinya.

"Saya tidak akan menjadi manajer Liverpool jika saya memiliki beberapa musim ini."

"Kami harus melewatinya. Begitulah hidup. Anda harus berjuang untuk mengubah nasib Anda."

Jika melihat data, Liverpool dalakm lima pertandingan terakhir tidak dalam performa apiknya.

Mohamed Salah dan kolega hanya berhasil mengoleksi dua kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang.

Bukan hasil yang manis agar bisa mendongkrak posisi Liverpool naik ke papan atas.

Pasalnya kini The Reds justru memanaskan persaingan papan tengah klasemen Liga Inggris.

Koleksi 43 poin membuat kini berjarak 7 poin dengan penghuni empat besar Liga Inggris.

Dengan menyisakan 10 laga musim ini, Liverpool masih ada kesempatan untuk mengejar ketertinggalan asal tampil apik.

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dan di Tribunnews.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved