BKKBN Gelar Rapat Kerja Daerah Forum Koordinasi, Fokus Entaskan Stunting

Dalam rakerda ini pula dihadiri sebanyak 500 orang peserta yang dilakukan secara hybrid (luring dan daring) dari 17 kabupaten/kota yang ikut.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Sri Hidayatun
dokumentasi BKKBN
BKKBN menggelar rapat kerja daerah pada kali ini mengangkat tema Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sumatera Selatan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Rapat kerja yang dilakukan oleh BKKBN pada kali ini mengangkat tema Peningkatan Sinergitas dan Kolaborasi Pencapaian Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting di Provinsi Sumatera Selatan. 

Dalam rapat kerja daerah oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel yang dilakukan di Ballroom Hotel Novotel Palembang di jalan R Sukamto, kecamatan Ilir Timur II ini turut hadir pula Kepala BKKBN RI diwakilkan oleh Drs Eli Kusnaeli, MM.Pd, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Mediheryanto SH MH, Walikota Harnojoyo serta Wakil Walikota Palembang Fitrianti dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Rapat kerja ini merupakan tindak lanjut dari hasil Rapat Kerja Nasional Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (Bangga Kencana) yang telah dilaksanakan di Jakarta pada 24-26 Januari 2023 lalu.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan Mediheryanto saat sambutan dikatakan bahwa dalam rakerda ini khusus akan membahas mengenai Stunting.

"Dalam rakerda ini khusus untuk bahas stunting. Mulai dari perencanaan, upaya peningkatan komitmen, upaya peningkatan status pangan dari masing-masing keluarga, dan juga pembahasan mengenai masalah terkait data dan inovasi untuk percepatan penururunan stunting," ujarnya saat dalam sambutan, Rabu (15/02/2023).

Tak hanya itu saja dalam rakerda ini pula dihadiri sebanyak 500 orang peserta yang dilakukan secara hybrid (luring dan daring) dari 17 kabupaten/kota yang ikut.

Sedangkan menurut perwakilan dari BKKBN RI mengatakan bahwa masalah stunting bukan hanya terkait tinggi badan saja namun mengenai kecerdasan dan tingkat kesehatan.

"Di dalam Perpres no 72 tahun 2021 ada 91 indikator yang harus di capai dengan kata lain jika kita semua ingin mennurunkan angka stunting di angka 14persen tahun 2024 maka ditahun ini harus bisa mencapai 5 persen dalam penurunannya," ujarnya.

Menurutnya penurunan stunting adalah upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu maka perlu koordinasi dan sinergisitas antara sektor satu dengan yang lainnya.

Terpisah Gubernur Herman Deru dalam sambutannya mengatakan bahwa penyebab stunting kadang tidak di sadari.

"Sumsel di nyatakan sebagai provinsi terbaik dalam menurunkan stunting di Indonesia. Ini tentu karena kinerja terencan dari berbagai program," tuturnya.

Tambahnya kendatipun Sumsel dinyatakan sebagai provinsi terbaik dalam menurunkan stunting kita tidak boleh star sindrom. Kita tidak boleh nyaman sehingga tidak berbuat hal lagi, ini harus menjadi tantangan.

"Kita harus ada gerekan-gerakan baru misalnya penimbangan bayi serentak se-sumsel untuk memotivasi menyiapkan calon ibu dan sang bayi. Tugas ini harus melibatkan semua lini," tambahnya.

Setidaknya saat ini masih ada lima kabupaten di Sumsel yang masih di angka 20 persen dalam hal Prevalensi Balita Stunted (tinggi badan menurut umur) SSGI dari tahun 2021 dan 2022 yakni kabupaten Muara Enim, Musi Rawas, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Muratara.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved