Berita Selebriti

Ryszard Bleszynski Angkat Bicara Beberkan Alasan Utama Gugat Tamara Bleszynski, Bukan Masalah Biaya

Akhirnya Ryszard Bleszynski angkat bicara soal alasan utamanya mengugat Tamara Bleszynski ke pihak kepolisian terkait kasus wanprestasi.

Editor: Moch Krisna
Grid Id
Alasan Ryszard Bleszynski Gugat Tamara Bleszynski, Bukan Soal Biaya 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Akhirnya Ryszard Bleszynski angkat bicara soal alasan utamanya mengugat Tamara Bleszynski ke pihak kepolisian terkait kasus wanprestasi.

Adapun Ryszard Bleszynski tak mau membawa masalah keluarga tersebut ke hukum berujung dengan jadi sorotan publik.

Ryszard Blezynski melalui kuasa hukumnya Susanti Agustiana, dilansir dari Cumicumi, Sabtu (28/1/2023) berniat masalah diselesaikan secara kekeluargan awalnya.

"Klien kami tidak ada niatan untuk mengugat saudara sendiri apalai inikah masalah keluarga," terang Susanti Agustiana.

Dikatakan Susanti Agustiana, klienya melihat masalah bisa diselesaikan tanpa harus melakukan gugatan atau apapun.

Sayangnya tindakan Tamara Bleszynski duluan yang melaporkan Rzysard Bleszynski ke pihak berwajib duluan memicu pelaporan balik.

" Ini Dimulai Tamara sendiri saat itu pada tanggal 6 desember 2021, Tamara bersama lawyernya melakukan membuatt laporan pidana kepada klien kami di polda Jawa Barat,"terang Susanti.

Perkara tersebut dikatakan Susanti masih terus berlanjut dimana sekarang sudah ditahap penyelidikan polisi.

Kasus yang dilaporkan Tamara Bleszynski menyangkut penggelapan hotel bukit indah puncak.

" Sampai saat ini hotel itu masih ada,  saham tamara masih ada 20 persen tidak pernah berubah, sedangkan Tamara selalu mengembar gemborkan di media," tuturnya.

Sebelumnya, Tamara Bleszynski digugat Rp34 miliar oleh saudara kandungnya, Ryszard Bleszynski, karena masalah keluarga.

Tamara Bleszynski digugat diduga karena belum membayar pengobatan sang ayah, Zbigniew Bleszynski.

Kuasa hukum Ryszard Bleszynski, Susanti Agustina mengungkap awal mula Tamara Bleszynski digugat saudara kandungnya.

Pada 26 Desember 2001, Tamara dan Ryszard sepakat untuk pembayaran pengobatan ayah mereka, Zbigniew Bleszynski, di El Camino Hospital, Mountain View, California, Amerika Serikat.

"Untuk pengobatan almarhum ayah mereka, Pak Blezinsky, sebesar kurang lebih 103.000 dolar AS yang akan ditanggung, dibagi dua oleh Tamara dan penggugat," kata Susanti Agustina pada Kamis (26/1/2023), dikutip dari Kompas.com.

"Tapi sampai saat ini, sudah 21 tahun, tidak pernah dibayar," ujarnya.

Klarifikasi Tamara Bleszynski Bantah Soal Heboh Pemberitaan Saudara Kandung Gugat Rp 34 M
Klarifikasi Tamara Bleszynski Bantah Soal Heboh Pemberitaan Saudara Kandung Gugat Rp 34 M (Instagram Tamara Bleszynski)

Gugatan Ryszard Bleszynski untuk Tamara kini sudah masuk Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ryszard yang merupakan saudara kandung Tamara menuntut ganti rugi yang belum dibayar.

Ryszard meminta Tamara Bleszynski membayar kerugian sebesar Rp4.022.335.099.

Pejabat Humas PN Jakarta Selatan, Djuyamto menjelaskan angka tersebut hanya kerugian materiil, namun ada juga kerugian immateriil.

“Iya (total Rp34 miliar), ganti rugi materiil Rp4 miliar, ganti rugi immateril Rp30 miliar,” ujarnya.

Wanprestasi

Saudara kandung Tamara Bleszynski itu meminta majelis hakim mengabulkan gugatan dan menyatakan Tamara telah melakukan wanprestasi.

Wanprestasi dimaksud sebagai kelalaian debitur dalam memenuhi perjanjian.

Pihak yang merasa dirugikan bisa mengambil sejumlah langkah, termasuk meminta ganti rugi yang wajib diberikan pihak yang melakukan wanprestasi.

Ryszard juga meminta agar majelis hukum menghukum Tiara Bleszynski untuk membayar kerugian senilai Rp 4.022.335.099.

Angka Rp 4.022.335.099 itu berdasarkan kerugian sebesar 50 persen dari 103.051,83 dolar AS, yakni 51.525.92 dolar AS, yang mana Tamara diduga belum membayar kepada Ryszard sampai gugatan wanprestasi ini diajukan.

Sementara, dalam petitum Ryszard, kerugian 51.525.92 dolar AS ini jika diinvestasikan dalam bentuk deposito akan memperoleh keuntungan sebesar Rp 4.022.335.099.

Ryszard dalam petitumnya juga meminta majelis hakim agar menyatakan sah dan berharga sita jaminan 20 persen atau 200 lembar saham atas nama Tamara Bleszynski Pasya berdasarkan Akta No. 68 tanggal 31 Mei 2005 milik Tamara Bleszynski.

Akta tersebut adalah PT. Hotel Bukit Indah Puncak yang beralamat di Jalan Raya No. 116, Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Kuasa hukum Ryszard juga mengungkapkan, awalnya Ryszard tak mempermasalahkan hal tersebut.

Sosok Ryszard Bleszynski jadi sorotan usai menggugat aktris Tamara Bleszynski senilai Rp34 miliar ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).
Sosok Ryszard Bleszynski jadi sorotan usai menggugat aktris Tamara Bleszynski senilai Rp34 miliar ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). (ig/tamarableszynskiofficial)

Namun, lantaran Tamara Bleszynski melaporkannya ke Polda Jawa Barat beberapa waktu lalu atas dugaan penggelapan, akhirnya ia memutuskan untuk menggugat soal pengobatan ayah mereka yang terjadi 21 tahun lalu.

"Awalnya klien kami tidak pernah memikirkan itu lagi, tetapi karena ulah Tamara yang membuat laporan di Polda Jawa Barat pada Desember 2021 mengatakan klien kami diduga melakukan tindak pidana penggelapan pasal 372 KUHPidana pada Hotel Bukit Indah Puncak," ujarnya.

Susanti Agustina mengatakan pada saat hotel terjadi kebakaran, Tamara Bleszynski sama sekali tak ikut turun tangan.

Akan tetapi, Tamara selalu meminta deviden.

Respons Tamara

Merespon gugatan saudaranya, Tamara melalui akun Instagram pribadinya @tamarableszynski, Jumat (27/1/2023), dalam unggahannya membagikan sebuah judul artikel mengenai kabar dirinya yang digugat oleh saudara kandung sendiri.

"Tamara Bleszynski sebut keluarga kakaknya pernah diusir dan dimintai bayaran ratusan juta rupiah," tulis artikel tersebut.

Tamara mengaku hanya pasrah dan berharap kebenaran akan terbongkar dengan sendirinya.

Tamara Bleszynski juga singgung soal manusia zalim yang tega menguasai harta warisan.

"Kebenaran akan menemukan jalannya, sudah mulai terkuak sendiri, Siapa Manusia Zalim yg tega melakukan semua ini terhadap keluarganya sendiri. Menguasai warisan kami selama 21 thn, melilit kami dgn hutang dan RIBA selama 21 thn, mengusir kami dan menyengsarakan hidup kami lahir dan batin," tulis Tamara.

(*)

Baca berita lainnya di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved