Berita Nasional

Kuat Maruf Bersumpah Sebut Nama Tuhan, Bantah Bunuh Brigadir J : Demi Allah Saya Bukan Orang Sadis

Kuat Maruf bersumpah atas nama Tuhan dihadapan majelis hakim dan seluruh pengunjung sidang bahwa dirinya bukanlah orang sadis

Kolase Tribun
Kuat Maruf bersumpah dengan menyebut nama Tuhan bahwa dirinya bukan orang sadis yang tega membunuh nyawa seseorang. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kuat Maruf bersumpah atas nama Tuhan dihadapan majelis hakim dan seluruh pengunjung sidang bahwa dirinya bukanlah orang sadis yang tega menghabisi nyawa seseorang.

Apalagi semasa hidup Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J juga pernah menolong Kuat Maruf secara finansial ketika 2 tahun tak bekerja dengan Ferdy Sambo.

Hal ini diungkap Kuat Maruf saat membacakan nota pembelaan (Pledoi) dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Selasa (24/1/2023).

Baca juga: Nikita Mirzani Somasi Bunda Corla 2x24 Jam Kembalikan Saweran Rp 100 Juta, Sakit Hati Anak Dibully

"Demi Allah saya bukan orang sadis, tega dan tidak punya hati untuk ikut membunuh orang apalagi orang yang saya kenal baik dan pernah menolong saya," kata Kuat Maruf.

Kuat Maruf mengaku mengenal baik sosok Brigadir J selama bertugas bersama keluarga Ferdy Sambo.

Bahkan, dia masih mengenang kebaikan Brigadir J semasa hidupnya.

Kuat Maruf bilang sempat tidak bekerja untuk Ferdy Sambo selama 2 tahun.

Saat itu, Yosua membantu Kuat Ma'ruf dengan membiayai sekolah anak Kuat.

"Bahkan saat saya 2 tahun tidak bekerja dengan bapak Ferdy Sambo, almarhum Yosua pernah bantu saya dengan rezekinya. Karena saat itu anak saya belum bayar sekolah," jelas Kuat Maruf.

Namun begitu, Kuat mengaku tetap berkomitmen menjalani persidangan yang sedang berjalan. Meskipun, dia tidak mengetahui kesalahannya.

"Saya yang merasa bingung dan tidak mengerti dengan semua proses persidangan yang sedang berjalan, tetapi saya tetap berusaha untuk menjalankan proses persidangan sebagaimana seharusnya walaupun saat ini saya tidak tahu salah saya apa dan saya tidak mengerti kenapa saya dituduh ikut dalam perencanaan pembunuhan almarhum Yosua," tukasnya.

Sebagai informasi, dalam sidang tuntutan yang dibacakan pada Senin (16/1/2023), Kuat Ma'ruf telah dituntut pidana 8 tahun penjara.

"Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Kuat Maruf 8 tahun penjara dikurangi masa penahanan," kata jaksa Rudi Irmawan dalam persidangan pada Senin (16/1/2023).

Jaksa menyatakan, perbuatan terdakwa Kuat Maruf terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa seseorang dengan perencanaan terlebih dahulu sebagaimana yang didakwakan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved