Berita Palembang

IRT Korban Penganiyaan Mantan Kakak Ipar di Palembang Lapor Polisi, Hp Korban Juga Dibanting

Seorang ibu rumah tangga korban penganiayaan mantan kakak di Palembang melapor ke polisi. Tak hanya dianiaya pelaku juga merampas membanting Hp korban

Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/RACHMAD KURNIAWAN
Seorang ibu rumah tangga korban penganiayaan mantan kakak di Palembang melapor ke polisi. Tak hanya dianiaya pelaku juga merampas membanting Hp korban 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Irigasi Kecamatan Sematang Borang korban penganiayaan mantan kakak di Palembang melapor ke polisi.

Korban Korban Putri Wulandari (31) dianiaya dicakar dan dipukuli oleh terlapor Indah mantan kakak iparnya pada Senin (16/1/2023) sekitar pukul 10:00 WIB.

Tak hanya dianiaya pelaku juga merampas dan membanting Hp korban. 

Didampingi sang suami Suharso (32), Putri melaporkan peristiwa penganiayaan itu ke SPKT Polrestabes Palembang.

Menurut Suharso kejadian itu berawal saat terlapor datang ke rumahnya, kemudian terlapor menanyakan keberadaannya.

Sang istri yang ada di rumah menyebutkan jika Suharso sedang tidak ada di rumah.

"Karena saya tidak di rumah istri menelpon untuk memberitahu kalau ada terlapor yang mencari saya. Tapi handphone istri dirampas paksa dan dibanting, " ujar Harso, Rabu (18/1/2023).

Tidak hanya itu istrinya pun dicakar di bagian wajah, leher dan bahu serta terlapor diinjak oleh terlapor.

Bahkan anak korban yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) juga menjadi korban penganiayaan. 

"Tidak hanya istri saya, anak saya juga menjadi korban, mungkin saat itu terlapor hendak melempar istri saya dengan batu tapi malah mengenai lengan anak saya," katanya.

Baca juga: Syarat Lelang Pengadaan Barang dan Jasa di Banyuasin 2023, Pengajuan Melalui E-Katalog

Suharso mengungkapkan antara dia dan terlapor sempat mempunyai hubungan keluarga tapi itu tidak lagi.

"Sempat ada hubungan keluarga, tapi sekarang tidak lagi. Terkait permasalahan ini saya tidak tahu dia marah akibat apa, karena saya tidak mempunyai permasalahan dengan dia," ujarnya.

Menurutnya hal ini sudah diniatkan oleh terlapor dari rumahnya untuk melakukan hal tersebut. Suharso pun mengaku jika tak ada masalah sebelumnya.

"Dia ini tinggalnya jauh dari rumah saya, sehingga dia ini niat sekali melakukan hal itu. Bahkan sendalnya tertinggal di rumah saya," katanya.

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKBP Haris Dinzah membenarkan adanya kejadian penganiayaan ringan yang dialami korban saat berada di kediamannya tersebut.

"Benar adanya laporan tersebut yang diterima oleh anggota Piket SPKT dan laporan akan ditindaklanjuti oleh Unit Reskrim kita," ujar Haris.

Baca berita lainnya langsung dari google news

Silakan gabung di Grup WA TribunSumsel

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved