Berita Sriwijaya FC

Nasib Para Pemain Sriwijaya FC Usai PSSI Resmi Hentikan Gelaran Liga 2 dan Liga 3 Indonesia

Nasib Para Pemain Sriwijaya FC Usai PSSI Resmi Hentikan Gelaran Liga 2 dan Liga 3 Indonesia

Editor: Slamet Teguh
Instagram @sriwijayafc.id
Nasib Para Pemain Sriwijaya FC Usai PSSI Resmi Hentikan Gelaran Liga 2 dan Liga 3 Indonesia 

TRIBUNSUMSEL.COM - Telah melakukan persiapan dengan matang.

Sriwijaya FC kini harus mengubur mimpinya promosi ke Liga 1 Indonesia usai Liga 2 dan Liga 3 dihentikan oleh PSSI.

Kini yang menjadi pertanyaan ialah soal nasib para pemain Sriwijaya FC.

Seperti diketahui, setelah tiga bulan lebih tidak ada kejelasan, akhirnya otoritas Sepakbola tanah air memutuskan liga 2 dihentikan.

Gara-gara liga 2 dihentikan sejumlah tim peserta mengaku sangat kecewa, tak terkecuali kesebelasan Sriwijaya FC.

Pelatih kepala Sriwijaya FC, Liestiadi menyampaikan kekecewaan yang mendalam atas hasil Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI memutuskan liga 2 dihentikan.

Kepastian ini diambil seusai rapat yang berlangsung di kantor PSSI, GBK Arena, Kamis (12/1/2023). 

"Saya sebagai pelatih kepala sangat kecewa dengan batalnya Liga 2 dilanjutkan, karena otomatis kita sebetulnya ada peluang besar bisa lolos ke babak 6 besar kompetisi Liga 2 2022," ungkap Liestiadi pelatih kelahiran Medan, Sumatera Utara, 14 Oktober 1968.

Baca juga: Bocoran Pemain Sriwijaya FC Diputaran Kedua Liga 2 Indonesia Usai Rombak 30 Persen Pemainnya

Baca juga: Sriwijaya FC Bakal Rombak 30 Persen Pemainnya Untuk Promosi ke Liga 1 Musim Depan

Apalagi menurut pemegang lisensi AFC Pro ini, performa tim Laskar Wong Kito ini setelah melawan Cimahi (PSKC) terus pelan-pelan mulai meningkat. 

"Walaupun persiapan kita mepet dengan pemain seadanya tapi semangat anak-anak yang luar biasa itu menunjukkan bahwa Sriwijaya FC itu patut diperhitungkan untuk bisa lolos ke Liga 1," kata pelatih yang berhasil over target saat dipercaya menjadi pelatih Persikabo 1973 pada kompetisi Liga 1 2021 lalu. 

Tapi dengan dihentikannya kompetisi Liga 2, yang paling ia sesali adalah otomatis akan hilang nafkah bagi pemain dengan ofisial dan pelatih tim-tim peserta Liga 2. 

"Bukan hanya Sriwijaya FC saja, tapi terhadap tim lain di Indonesia kita prihatin. Dengan diberhentikan Liga 2 ini karena ini menyangkut nafkah," ucapnya. 

Selanjutnya, mantan asisten pelatih Timnas Indonesia mewakili Staf pelatih, ofisial Sriwijaya FC berharap manajemen memberi keputusan terbaik untuk kita semua. 

"Mudah-mudahan manajemen bermurah hatilah, yang penting yang terbaik untuk manajemen bagaimana. Kita mengerti juga dengan manajemen sekarang kesulitan uang karena kalau gak ada kompetisi, gak ada sponsor. Sementara hidup kita dari sponsor," pungkasnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved