Berita Polda Sumsel

Gelar Operasi Lilin Musi,Kapolda : Sinergitas TNI Polri dan Forkompimda Masyarakat Sumsel Aman Damai

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Rachmad mengatakan, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana.

Editor: Sri Hidayatun
Humas Polda Sumsel
Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK didampingi Gubernur Sumsel H.Herman Deru hadir pimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2022 dan apel Sispamkota Polrestabes Palembang, di halaman stadion Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (22/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG - Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo SIK didampingi Gubernur Sumsel H.Herman Deru Danrem 044/garuda Dempo Brigjen TNI M.Naudi Nurdika SIP MSI Danlanud Srimulyono Herlambang, Kolonel Pnb Sigit Gatot Prasetyo,MM Asops Dam II/Sriwijaya Kolonel inf Mochammad Mahbub Junaidi S.Sos. Ka.basarnas Hery marantika,ka binda.

Brigjen TNI Armansyah,Wakapolda sumsel Brigjen Pol Rudi Setiawan SIKMH PJU Polda Sumsel dan instansi terkait yang berkesempatan hadir pimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin Musi 2022 dan apel Sispamkota Polrestabes Palembang, di halaman stadion Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Kamis (22/12/2022).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Rachmad mengatakan, apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan akhir kesiapan personel maupun sarana prasarana.

Dengan demikian, diharapkan pengamanan dapat terselenggara secara optimal dan sinergi, sehingga perayaan Natal 2022 serta Tahun Baru 2023 (Nataru) mampu berjalan dengan kondusif.

"Seperti kita ketahui bersama bahwa laju pertumbuhan Covid-19 di Indonesia saat ini sudah terkendali, sehingga pemerintah memberikan pelonggaran berbagai aktivitas masyarakat. Termasuk Nataru dengan menetapkan seluruh wilayah berada pada PPKM Level 1," ujarnya.

Momentum Nataru selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia di setiap penghujung tahun dengan melaksanakan berbagai kegiatan, sehingga tentunya berimplikasi terhadap meningkatnya mobilitas masyarakat.

Hal tersebut sebagaimana hasil survei dari Kemenhub, bahwa diperkirakan akan ada 44,17 juta orang melakukan pergerakan pada Nataru tahun ini.

Oleh sebab itu, Polri dengan dukungan TNI, K/L, Pemerintah Daerah, Mitra Kamtibmas serta stakeholder
terkait menggelar operasi kepolisian terpusat dengan sandi operasi lilin 2022 selama 11 hari, mulai 23 Desember 2022 sampai dengan 2 Januari 2023, serta dilanjutkan dengan KRYD mulai 3 Januari hingga 9 Januari 2023.

Baca juga: Selama Nataru, Polda Sumsel Himbau Pengendara Tak Boleh Pakai Knalpot Brong

Operasi lilin 2022 terdiri dari total 166.322 personel gabungan yang ditempatkan pada 1.845 pos pengamanan, 695 pos pelayanan dan 89 pos terpadu guna mengamankan 52.636 objek pengamanan.

Berbagai hal tersebut tentunya dipersiapkan dalam rangka mengamankan kegiatan Nataru, agar masyarakat merasa nyaman dan aman sebagaimana perintah dari Presiden Joko Widodo bahwa.

“Saya minta persiapan seluruh sektor dan stakeholder dalam mengantisipasi gangguan dan masalah saat natal dan tahun baru ini betul-betul disiapkan, agar masyarakat merasa nyaman dan juga aman," katanya.

Dirinya menjelaskan, pada pengamanan Nataru, terdapat berbagai potensi gangguan yang harus diwaspadai.

"Pada sisi kesehatan, kita harus tetap waspada terhadap potensi terjadinya lonjakan Covid-19, terlebih saat ini telah muncul subvarian baru omicron BN.1 yang lebih cepat menular," aku dia.

Melihat hal tersebut, lakukan penguatan prokes terutama pada lokasi-lokasi dengan tingkat interaksi tinggi, imbau masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi booster guna meningkatkan imunitas dan optimalkan penggunaan aplikasi Peduli Lindungi.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved