Berita Viral
Nasib Guru yang Videonya Viral Tampar Murid Pakai Buku, Masalah Selesai Namun Diberi Sanksi
Nasib Guru yang Videonya Viral Tampar Murid Pakai Buku, Masalah Selesai Namun Diberi Sanksi
TRIBUNSUMSEL.COM - Begini nasib guru yang viral gegara menampar muridnya dengan buku.
Sang guru kini harus menerima sanksi disiplin.
Seperti diketahui sebelumnya sebuah video viral memperlihatkan guru menampar siswa kelas IX dengan menggunakan buku sebanyak dua kali
Ternyata guru tersebut mengajar di SMPN 1 Kota Cimahi, Jawa Barat
Meski telah diselesaikan, guru tersebut dikenai sanksi disiplin sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 94 tahun 2021 tentang disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).
Tindakan yang dilakukan oleh guru kepada muridnya itu terjadi pada Selasa (6/11/2022).
Dalam video yang beredar di grup WhatsApp terlihat guru berhijab tersebut menampar siswa yang sedang berkumpul di ruang kelas dengan menggunakan buku.
Harjono mengatakan, kasus guru menampar siswa ini telah direkonsiliasi oleh pihak sekolah pada 8 Desember 2022, bahkan orang tua siswa dan guru yang bersangkutan sudah bertemu serta saling memaafkan.
"Tapi ini (sanksi disiplin) merupakan bentuk dari pembinaan, jadi kalau guru yang bersangkutan masih mengulangi perbuatannya, baru akan ada hukuman berat," ujarnya saat ditemui di Cimahi, Rabu (14/12/2022).
Namun pihaknya tetap menjatuhkan sanksi disiplin kepada guru sebagai bentuk pembinaan serta tak terulang di kemudian hari.
"Tetap saja (disanksi) karena ada indikasi pelanggaran disiplin."
"Jadi rekonsiliasi merupakan tindakan personal, tapi persoalan profesionalisme tetap harus ditempuh," kata Harjono.
Selain Dinas Pendidikan, kata dia, organisasi profesi seperti PGRI juga bisa ikut terjun untuk melihat apakah tindakan guru tersebut melanggar etik atau tidak.
Karena itu, jika melanggar, bisa dapat sanksi etik dari organisasi profesi.
"Tapi berdasarkan pengakuan guru yang bersangkutan, tindakan itu untuk mendisiplinkan anak.
"Nah, apakah cara seperti itu dibenarkan secara etik atau tidak," ucapnya.

Untuk mengantisipasi tindakan perundungan serta aksi kekerasan di lingkungan sekolah kembali terjadi, pihaknya berencana melakukan sosialisasi sistem disiplin positif, yakni sebuah cara untuk mendisiplinkan siswa tanpa kekerasan.
"Saya akan sosialisasikan disiplin positif di lingkungan sekolah."
"Artinya, bagaimana caranya mendisplinkan siswa tanpa mencederai dan melukai," ujar Harjono.
Sebelumnya, Harjono mengatakan aksi penamparan siswa oleh guru tersebut karena ada kesalahpahaman soal nilai, mengingat saat ini sedang ada penilaian akhir semester (PAS).
Namun, guru yang bersangkutan menganggap ada sejumlah siswa yang nilainya masih belum lengkap sehingga harus diulang karena di PAS itu tak hanya nilai rapor saja, tapi ada nilai sumatif, formatif, praktik, dan nilai harian.
"Jadi karena nilanya masih ada yang bolong-bolong, siswa itu harus mengulang, tapi siswanya dalam kondisi sakit sehingga tidak bisa mengikuti remedial," ucap Harjono.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id