Arti Kata Bahasa Arab
Arti dan Perbedaan Tartil, Tilawah dan Murojaah, Istilah dalam Membaca dan Mempelajari Alquran
Inti tartil adalah membaca dengan pelan-pelan, jelas setiap hurufnya, tanpa berlebihan, demikian dikutip dari Kitab al Adab as Syalhub.
Penulis: Lisma Noviani | Editor: Lisma Noviani
TRIBUNSUMSEL.COM -- Arti dan Perbedaan Tartil, Tilawah dan Murojaah, Istilah dalam Membaca dan Mempelajari Alquran.
Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan diwariskan kepada umatnya untuk dibaca, dipelajari, dipahami, diamalkan dan disyiarkan.
Karena itu penting untuk mengetahui istilah-istilah dalam mempelajari Alquran salah satunya istilah tartil, tilawah dan murojaah? Berikut Penjelasannya.
Arti Tartil
Dikutip dari era.id, Dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib dalam Syarh Mandhumah al Jazariyah, tartil adalah mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat berhentinya.
Lalu, menurut Abu Ishaq dalam Lisan al Arab, tartil adalah membaca dengan jelas.
Inti tartil adalah membaca dengan pelan-pelan, jelas setiap hurufnya, tanpa berlebihan, demikian dikutip dari Kitab al Adab as Syalhub.
Hal ini tidak bisa dilakukan jika membaca terburu-buru. Membaca Alquran dengan jelas hanya bisa jika menyebut semua huruf, dan memenuhi cara pembacaan huruf dengan benar.
Membaca dengan tartil ternyata juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Selain itu, dalam ayat Alquransendiri membaca dengan tartil juga dianjurkan oleh Allah.
Dalam Alquran surat al Muzammil: 4 berbunyi, “Dan bacalah Alquran itu dengan tartil.”
Berdasarkan ayat di atas, Allah memerintahkan hamba-Nya untuk membaca Alqurann dengan tartil yang sebenar-benarnya, tidak membaca Alquran dengan asal-asalan.
Agar bisa membaca Alquran dengan tartil yang sebenar-benarnya seorang muslim dituntut untuk mempelajari bacaan Alquran dengan baik dan benar yang dalam ini diistilahkan dengan 'tahsin tilawah Alquran.
Arti Tilawah
Kata tilawah (تلاوة) berarti yang melakukan kegiatan membaca sambil mengikuti bacaannya itu dengan memahami makna kata yang dibacanya.
Kalau seseorang yang melakukan tilawah Alquran, berarti dia adalah orang yang membaca Alquran sambil memahami makna ayat-ayat yang dibacanya.
Di sisi lain tilawah atau taghanni juga dapat berarti bernyanyi dengan suara merdu. Istilah ini dapat dimaknai dengan mengeraskan dan membaguskan suara bacaan Alquran dengan khusyuk.
Bahkan dalam Muttafaqun ‘Alaihi disebutkan, “Tidaklah Allah mendengarkan sesuatu sebagaimana Dia mendengarkan Nabi-Nya membaguskan bacaan Alquran dan mengeraskan suaranya.”
“Semua ulama sepakat bahwa membaca Alquran dengan suara yang indah merupakan amalan yang dianjurkan,” ungkap pakar Islam Turki, Mehmet Paksu dalam ulasannya Reciting the Koran with Taghanni.