Berita Palembang

Palembang Kembali Banjir, Diguyur Hujan Semalaman, Rumah Warga Hingga Jalan Protokol Terendam Air

Hujan deras semalam menyisakan banjir di sejumlah titik kota Palembang, Jumat(9/12/2022).

tribunsumsel.com/Fransiska Kristela
Kota Palembang masih terendam banjir setelah diguyur hujan lebat semalaman, Jumat (9/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Hujan deras semalam menyisakan banjir di sejumlah titik kota Palembang, Jumat(9/12/2022).

Salah satu kawasan yang masih terendam banjir yakni di Jalan R Sukamto Kecamatan Kemuning, Kota Palembang.

Dari pantauan wartawan Tribunsumsel.com, banjir di kawasan ini tingginya mencapai betis orang dewasa.

Tampak kemacetan panjang terjadi di jalan ini, bahkan tak sendikit juga pengendara motor yang memutar arah.

Terdengar juga beberapa orang yang sedang menelpon untuk meminta WFH (Work From Home) lantaran banjir dan kendaraan mereka tidak bisa lewat.

Banjir yang menggenang di jalan Sukamto ini juga berdampak bagi warga sekitar gang Rawa Bening yang berada di sebrang depan hotel Harper.

Banyak warga yang kediamannya terendam banjir. Salah satunya adalah Aris.

"Ini tadi ngga tau dari jam berapa rumah saya kebanjiran, karena semalam waktu pulang dari kerja sekitar jam 22.00 rumah sudah banjir," ujar Aris sambil membersihkan pasir-pasir yang ada dirumahnya dan sisa banjir yang ada di dalam rumah.

Warga Palembang Kebanjiran
Salah seorang warga di Palembang membersihkan genangan air yang merendam rumahnya, Jumat (7/12/2022).

Dirinya menuturkan bahwa di area rumahnya merupakan area dataran rendah.

"Kadang kalau hujannya deras dan ngga reda-reda sampai pagi, banjir bisa sampai sedengkul,"tuturnya.

Akibat dari banjir yang melanda kawasan ini membuat beberapa aktivitas terganggu, seperti yang dialami oleh Sulistiana.

"Lorong rumah kami itu terendam, jadi aktivitas pasti terganggu. Seharusnya hari ini saya kerja tapi karena banjir masih melanda jadi minta libur dulu dan untunglah bisa," tuturnya.

Menurutnya banjir yang terjadi lantaran kolam retensi yang berada di sekitar tersumbat oleh karena banyaknya sampah.

"Saluran airnya ini tertutup sampah, jadi airnya ngga bisa ngeresap dengan baik. Meskipun beberapa waktu lalu sudah di keruk," imbuhnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved