Berita Palembang

Kirim Paket BPKB dan STNK Sampai Tujuan Berubah Isi, Warga Palembang Lapor Polisi

Kurnia Efrida Yanti (41) Seorang konsumen jasa ekspedisi di Palembang melapor ke Polrestabes Palembang, Kamis (8/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD
Kurnia saat membuat laporan di SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (8/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kurnia Efrida Yanti (41) Seorang konsumen jasa ekspedisi di Palembang melapor ke Polrestabes Palembang, Kamis (8/12/2022). 

Warga Jalan Talang Keramat, Palembang menceritakan kejadian bermula Ia mengirimkan BPKB dan STNK motor ke keluarganya Muara Bungo, Jambi melalui sebuah Jasa Ekspedisi.

Setibanya di Jambi, berkas berupa BPKB dan STNK yang ia kirimkan berubah menjadi buku bacaan untuk pasangan rumah tangga. 

Ia sudah berusaha menghubungi pihak ekspedisi untuk menanyakan kepastian dimana barang yang hendak ia kirim. 

Setelah mengadu ke pihak ekspedisi dan mendapat jawaban kurang puas akhirnya ia melaporkan hal tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang, Kamis (8/12/2022). 

"Kami merasa kehilangan BPKB dan STNK ketika hari Jumat tanggal 2 Desember lalu mengirim barang tersebut melalui jasa ekspedisi. Namun pas dua hari kemudian sampai malah jadi barang lain, berupa buku. Kami jadi heran, " kata Kurnia. 

Setelah mencoba mengkonfirmasi pihak jasa ekspedisi, pihak ekspedisi berjanji melakukan investigasi namun hasil yang Kurnia dapat justru tidak sesuai yang diharapkan. 

"Pihak ekspedisi tidak bisa mengembalikan dokumen BPKB dan STNK yang saya kirim. Justru hendak mengembalikan uang ongkos kirim 10 kali lipat, saya tidak terima karena untuk mengurus dokumen itu saja bisa sampai jutaan. Saya hanya mau BPKB dan STNK itu kembali, " jelasnya. 

Buku yang menjadi isi paket yang sebelumnya berisi BPKB dan STNK
Buku yang menjadi isi paket yang sebelumnya berisi BPKB dan STNK (TRIBUNSUMSEL.COM/RACHMAD)

Lanjut dia saat barang sampai ia diperlihatkan map yang berisi berkas oleh sang kakak.

Dari situ ia melihat ada kejanggalan pada map tersebut. 

"Kejanggalan yang saya lihat seperti ada bekas sobekan perekat pada map dan tulisannya agak pudar, " katanya. 

Laporan Kurnia tentang dugaan penggelapan 372 telah diterima dengan nomor LPN/88/XII/2022/SPKT.

Baca juga: Dermaga 7 Ulu Palembang Dibuat Modern Berbasis Digital, Pemerintah Anggarkan Rp 70 Miliar

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang Kompol Haris Dinzah membenarkan adanya laporan tentang dugaan penggelapan. Kini pihaknya akan menindaklanjuti dan menyelidiki laporan tersebut.

"Iya laporan korban sudah diterima, nanti kami akan turunkan Unit Reskrim untuk melidik perkaranya, " katanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved