Breaking News:

Berita Banyuasin

Bom Bunuh Diri di Astana Anyar, Syekh Ahmad Al-Misry: Itu Bukan Islam, Islam Agama Rahmat

tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung, Syekh Ahmad Al-Misry sangat tidak sependapat bila mengatasnamakan Islam.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung, Syekh Ahmad Al-Misry sangat tidak sependapat bila mengatasnamakan Islam. Hal ini diungkapkannya saat peresmian Sekolah Islam Terpadu di Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Kamis (8/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN - Adanya tragedi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astana Anyar Bandung, Syekh Ahmad Al-Misry sangat tidak sependapat bila mengatasnamakan Islam.

Juri Hafiz Qur'an Indonesia ini, sangat tidak setuju bila sesuatu yang mengaku jihad mengatasnamakan Islam.

Terlebih, dengan mengutip salah satu ayat di Al-Qur'an yang ditulis dan ditempel pelaku bom bunuh diri sepeda motornya.

"Itu bukan Islam, Islam itu agama Rahmatan Lilalamin. Jadi itu bukan Islam," kata Syekh Ahmad saat ditemui usai peresmian Sekolah Islam Terpadu di Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Kamis (7/12/2022).

Masyarakat juga harus memahami bila hal yang mengatasnamakan Islam, bila itu tidak baik itu bukan merupakan Islam.

Karena, Islam merupakan agama yang cinta damai.

Baca juga: Nama-nama Calon PPK Pemilu 2024 di Muratara Lolos Tes CAT, Diambil 15-17 Orang Tiap Kecamatan

Di hadapan masyarakat Syekh Ahmad Al-Misry juga mengungkapkan, pelaku bom bunuh diri itu salah dan pastinya salah satu kesalahan ialah salah dalam memilih guru. Karena, banyak orang yang sekarang hanya mengaku guru, tetapi padahal itu bukan guru.

"Banyak sekarang mengaku guru, jadi orangtua harus paham apakah benar-benar itu guru atau bukan. Makanya, harus orangtua dan guru bisa mendidik anak yang memiliki akhlak yang baik," katanya.

Sekarang, sulitnya bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mendapatkan agama lilalamin, karena salahnya dalam mendapatkan guru dan kurangnya didikan dari orangtua.

Dari itulah, Syekh Lulusan Cairo Mesir ini mengungkapkan bila salah satu contoh yang salah adalah bom bunuh diri. Salahnya memilih guru, membawa dampak buruk dan juga akhlak yang buruk pula kepada seseorang.

"Prihatin dan semoga kita semua bisa mendapatkan guru yang benar-benar guru. Sehingga mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan rahmatan lilalamin," pungkasnya.

Sedangkan Bupati Banyuasin H Askolani Jasi mengutuk keras adanya bom bunuh diri yang terjadi.

Orang nomor satu di Banyuasin ini, berharap kepada masyarakat dapat bersatu padu agar tidak mudah terpengaruh dan tetap bersatu padu menolak radikalisme.

"Seperti yang dikatakan Syeh tadi, jangan sampai kita resah. Harus tetap bersatu padu dan kompak, karena tindakan itu bukan Islam," katanya.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved