Berita Lubuklinggau

Tes CAT PPK Pemilu 2024 di Lubuklinggau Molor Dipicu Server Down, KPU: Menguji Mental Mereka

Tes CAT seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kota Lubuklinggau molor karena Server Down, Selasa (6/12/2022).

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO
Para peserta duduk dilantai menunggu giliran Tes Computer Assisted Test (CAT) seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Lubuklinggau, Selasa (6/12/2022). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Tes Computer Assisted Test (CAT) seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Pemilu 2024 Kota Lubuklinggau molor, Selasa (6/12/2022).

Molornya test CAT PPK Pemilu 2024 yang diikuti oleh 278 peserta di SMKN 2 Lubuklinggau ini karena kendala teknis server down.

Pantauan Tribunsumsel.com dilapangan ratusan peserta yang menunggu jadwal test terlihat duduk dilantai sekolah.

Rata-rata mereka adalah peserta yang belum sempat menjalankan tes dan sudah datang sedari pagi.

Rencananya pelaksanaan test dalam satu sesi diikuti oleh 75 peserta, namun karena server down akhirnya dibatasi satu sesi hanya 25 orang.

Imelda salah satu peserta mengaku seharusnya dirinya test di sesi kedua pada pukul 10.00 WIB, namun, karena server down akhirnya baru dipanggil pukul 14.00 Wib.

"Kami hanya bisa pasrah namanya juga kendala teknis, tapi kalau yang namanya nunggu itu membosankan," ujarnya pada Tribunsumsel.com.

Dia menambahkan akibat terlalu lama menunggu jadwal akhirnya hilang fokus, karena kondisi fisik sudah lelah.

"Jadinya karena lama nunggu jadi lelah, ngisi soal hilang fokus, seharusnya bila servernya tidak kuat dibuat jadwal dua hari agar tidak numpuk dan lama nunggu," ungkapnya.

Meski sempat terkendala server pelaksanaan test CAT seleksi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Kota Lubuklinggau ini tetap dilaksanakan dalam sehari.

Ketua KPU Lubuklinggau, Topandri menyampaikan gangguan server ini merupakan bentuk ujian mental untuk para peserta PPK sebelum mereka terlibat sebagai penyelenggara Pemilu.

"Itu untuk menguji mental mereka apakah mampu mengelola emosi mereka, karena saat Pemilu nanti mereka akan menghadapi orang partai, yang terkadang penuh tekanan," ujarnya.

Topan mengungkapkan dalam sesi pertama ketika dilakukan ujicoba 75 peserta dengan menghidupkan tiga server ternyata berat dan down.

"Pas di coba 75 peserta langsung drop, ketika hanya pakai satu server dengan jumlah 25 peserta ternyata lancar, akhirnya untuk sesi pertama dibagi -bagi," ungkapnya.

Namun setelah didatangkan teknisi akhirnya semua server bisa digunakan, kendala awal itu memang dari servernya tidak support.

"Pelaksanaannya semula kita wacanakan empat sesi jadi enam sesi tetap dengan jadwal satu hari," ujarnya. 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved