Berita Palembang

Harga Karet Sumsel Desember 2022, Paling Tinggi Rp 20.851 Terendah Rp 8.340 per kg

Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini kembali naik tipis, Selasa (6/12/2022).

Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
DOK TRIBUN SUMSEL
Update harga karet Sumsel, Selasa 6 Desember 2022 kembali naik tipis dibanding kemarin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) untuk kadar karet kering (KKK) 100 persen hingga 40 persen hari ini kembali naik tipis, Selasa (6/12/2022).

Di hari ini, harga karet KKK 100 persen dibandrol Rp 20.851 per kg atau naik Rp 280 per kg dibanding harga kemarin yang dibandrol Rp 20.571 per kg.

Naiknya harga karet ini karena nilai tukar rupiah semakin melemah.

Kenaikan harga karet hari ini merupakan yang kedua kali di pekan ini karena bisa melampaui harga di atas Rp 20 ribu per kg.

Berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel bersama Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel, harga karet KKK 100 persen pada Selasa (6/12/2022) dibandrol Rp 20.851 per kg.

Baca juga: 635 Pendaftar PPK Pemilu 2024 OKI Lulus Seleksi Administrasi, ini Jadwal Tahapan Selanjutnya

Harga ini naik Rp 280 per kg dibanding harga kemarin, Senin (5/12/2022) yang dibandrol Rp 20.571 per kg.

"Indikasi harga karet hari ini naik Rp 280 per kg dibandingkan indikasi karet, Senin (5/12/2022) untuk KKK 100 persen," kata Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Sumsel, Achmad Mirza, Selasa (6/12/2022).

Naiknya harga KKK 100 persen juga diikuti naiknya juga harga karet kualitas lainnya mulai dari 40-90 persen.

Harga KKK 90 persen dibandrol Rp 18.765 per kg, KKK 80 persen dibandrol harga Rp 16.680 per kg.

Sedangkan untuk KKK 70 persen dibandrol Rp 14.595 per kg, KKK 60 persen diharga Rp 12.510 per kg, KKK 50 persen dibandrol harga Rp 10.425 per kg, dan KKK 40 persen dibandrol harga Rp8.340 per kg.

Baca juga: Rayuan Putri Candrawathi Pada Ricky Rizal Supaya Mau Jadi Ajudan Ferdy Sambo: Kamu Sombong Sekali

Menurut Mirza secara keseluruhan, ada enam faktor yang mempengaruhi harga karet di pasar internasional yaitu, nilai tukar mata uang regional terhadap dolar AS.

Apabila penguatan kurs dolar AS menjatuhkan nilai tukar mata uang lain, maka akan berpengaruh terhadap harga karet.

Lalu, penggunaan karet sintetis sebagai competitor karet alam, suplay dan demand karet di pasar karet internasional, perkembangan industri otomotif dan ban. Kemudian faktor cuaca dan hama penyakit.(tnf)

Baca berita menarik lainnya di Google News

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved