Berita Musi Rawas

Syarat Pernikahan Catatan Sipil Pasangan Non Muslim, Di Musi Rawas 61.123 Belum Punya Akta Kawin

Syarat pernikahan catatan sipil pasangan non muslim, Di Musi Rawas ada 61.123 pasutri belum punya akta kawin.

Editor: Vanda Rosetiati
SRIPO/EKO MUSTIAWAN
Syarat pernikahan catatan sipil pasangan non muslim, di Musi Rawas ada 61.123 pasutri belum punya akta kawin. Kabid Pencatatan Sipil, Riko Ardianto ketika memberikan akta perkawinannya kepada pasutri non muslim usai melakukan pencatatan perkawinan, Senin (5/12/2022). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS - Syarat pernikahan catatan sipil pasangan non muslim, saat ini di Musi Rawas sedikitnya ada 61.123 pasangan suami istri (pasutri) telah menikah tetapi belum catatkan pernikahan secara kenegaraan dan belum punya akta kawin.

Informasi 61.123 pasangan suami istri non muslim belum tercatat pernikahannya ini didasarkan data teranyar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mura berdasar data kependudukan bersih (DKB) semester 2 tahun 2022.

Bagi masyarakat khususnya non muslim yang ingin mencatatkan status pernikahannya, bisa langsung datang ke Disdukcapil Kabupaten Mura.

Kepala Disdukcapil Mura, H Y Mori melalui Kabid Pencatatan Sipil, Riko Ardianto menjelaskan, cara san sarat dalam mengurus pencatatan perkawinan bagi non muslim.

Adapun sarat yang harus dipenuhi yakni:
1. Surat keterangan telah terjadi perkawinan dari pemuka agama atau penghayat kepercayaan masing-masing.
2. Pas foto suami dan istri.
3. Kartu keluarga (KK).
4. KTP-el.
5. Bagi janda atau duda karena cerai mati melampirkan akta kematian pasangannya.
6. Kemudian, bagi janda atau duda cerai hidup melampirkan akta perceraiannya.

Baca juga: 133,46 Hektare Lahan Dibebaskan Proyek Tol Kapal Betung Palembang, 3 Kecamatan Kena Pembebasan

Setelah semua persyaratan lengkap, agar didaftarkan ke Disdukcapil Kabupaten Mura untuk pencatatan perkawinan, yang kemudian akan dijadwalkan untuk dilakukan prosesnya.

"Setelah didaftarkan, kemudian mereka kita undang untuk melakukan pencatatan perkawinan," kata Riko, Senin (05/12/2022).

Setelah melakukan pencatatan perkawinan sambung Riko, maka kedua pasutri tersebut akan diminta untuk menandatangani register akta perkawinannya.

"Setelah melakukan pencatatan perkawinan, pasutri non muslim ini akan mendapatkan akta perkawinan, yang langsung diserahkan di hari itulah," ungkap Riko.

Lebih lanjut Riko menjelaskan, memang status perkawinan bagi pasutri non muslim tersebut, mereka sudah sah secara agama, namun belum tercatat secara hukum atau perundang-undangan.

"Karena di dalam kartu keluarga (KK) itu tercatat status perkawinan, dimana di KK itu ada dua yakni perkawinan tercatat dan perkawinan belum tercatat," jelas Riko.

Riko menjelaskan, berdasarkan data DKB semester 2 tahun 2021, sedikitnya masih 61.123 pasangan yang status perkawinannya tercatat, atau secara persentasenya sebesar 54,22 persen.

Sedangkan status perkawinan yang tercatat hanya 51.162 pasangan atau 45,78 persen.

Artinya, berdasarkan data tersebut masih banyak status perkawinannya yang belum tercatat, ketimbang yang tercatat. (sp/eko mustiawan)

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved