Berita Viral

Heboh ART di Bengkulu Ngaku Dihamili Anak Majikan Tapi Malah Dipolisikan, Pengakuan Versi Pelapor

Berikut kronologi kasus Asisten Rumah Tangga (ART) di Bengkulu diduga dilecehkan oleh anak majikan hingga mengaku hamil.

Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/@hotmanparisoffical
Berikut kronologi kasus Asisten Rumah Tangga (ART) di Bengkulu diduga dilecehkan oleh anak majikan hingga mengaku hamil. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) di Bengkulu diduga dilecehkan oleh anak majikan hingga mengaku hamil.

Namun setelah hamil 6 bulan dirinya meminta pertanggung jawaban kepada anak majikan ia malah di polisikan.

Awalnya, pihak keluarga majikan membuat dumas atau pengaduan masyarakat di Polda Bengkulu.

Kemudian, dumas tersebut naik menjadi laporan polisi.

Anak atau korban ini juga belum mendapatkan perlindungan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Sejauh ini, baru Dinas Sosial yang memberikan pendampingan.

Atas kasus ini ART sampai melaporkan ke Hotman Paris.

Baca juga: Kronologi ART di Bengkulu Ngaku Dihamili Anak Majikan, Minta Tanggung Jawab Malah Dipolisikan

Dikutip Tribun Bengkulu, Penasehat hukum pelapor, Ana Tasia menyebutkan bahwa kejadian ini tidak seperti yang diadukan oleh ART tersebut ke Hotman Paris.

Kejadian ini terjadi pada akhir Juni 2022 lalu, saat itu anak atau korban yang masih berumur 17 tahun sedang tidur di ruang karoke.

Kemudian, ART dengan inisial IO (20 tahun) masuk ke ruang karaoke, dan membujuk rayu anak untuk berhubungan suami istri.

ART ini disebutkan merayu dengan cara dicium dan diraba.

"Korban tidak mau, tapi terus didesak. Pintu ditutup ART," kata Ana.

Hotman Paris turun tangan terkait kasus Asisten Rumah Tangga (ART) yang diduga telah dilecehkan oleh anak majikannya ditempat bekerja.
Hotman Paris turun tangan terkait kasus Asisten Rumah Tangga (ART) yang diduga telah dilecehkan oleh anak majikannya ditempat bekerja. (Instagram/@hotmanparisoffical)

Setelah selesai melakukan hubungan suami istri, ART ini kemudian mengatakan kepada korban atau anak untuk tidak menceritakan ke orang lain.

Korban atau anak disebutkan tidak bisa melawan, karena ART ini memiliki kendali penuh terhadap anak.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved