Berita Empat Lawang

Pria Asal Lahat Ditangkap Polres Empat Lawang Dugaan Kasus Penipuan, Ini Modus Pelaku

Seorang pria SY (37) asal Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Lahat inisial SY ditangkap Polres Empat Lawang atas dugaan kasus penipuan.

Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Vanda Rosetiati
TRIBUN SUMSEL/SAHRI ROMADHON
Seorang pria SY (37) asal Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Lahat inisial SY ditangkap Polres Empat Lawang atas dugaan kasus penipuan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Seorang pria asal Desa Tanjung Jambu, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat ditangkap Sat Reskrim Polres Empat Lawang, Selasa (29/11/2022) lalu.

Pria inisial SY berumur 37 tahun ditangkap atas dugaan pelaku kasus penipuan jual beli mobil.

Pelaku SY telah menipu Nopri warga Empat Lawang asal Desa Sukarami, Kecamatan Lintang Kanan sekira pada Bulan September 2022 lalu.

Kapolres Empat Lawang Polda Sumsel, AKBP Helda Prayitno melalui Kasat Reskrim, AKBP M Tohirin mengatakan modus pelaku SY melakukan penipuan dengan menyuruh Nopri memgirimkan sejumlah uang kepadanya.

Setelah Nopri mengirimkan sejumlah uang, SY tidak lekas mengirimkan mobil yang hendak dijual.

"Kejadian bermula saat korban ditelepon oleh pelaku yang saat itu mengaku hendak menjual mobil miliknya, pelaku menawarkan mobil truk Toyota Dyna kepada korban," katanya, Sabtu (03/12/2022).

Baca juga: Perbaikan Jalan Tol Terpeka Ditargetkan Rampung H-15 Nataru 2022/2023, Ada 6 Titik Kerusakan

Sebelum terjadi kesepakatan diantara keduanya, pelaku sempat mengakui jika mobil tersebut memiliki surat menyurat lengkap.

"Akan terapi surat serta BPKB masih berada di leasing dengan jangka pelunasan empat bulan, hal itu yang membuat korban percaya saja sehingga terjadilah transaksi jual beli sebesar Rp 125 juta," jelasnya.

Setelah disepakati transaksi SY meminta kepada Nopri uang panjar sebesar Rp 35 juta.

"Setelah korban mengirimkan uang Rp 35 juta, pelaku kembali menghubungi korban dan meminta uang kembali kepada korban Rp 25 Juta dengan alasan untuk mengurusi surat-menyurat kendaraan tersebut," sambungnya.

Pada saat itu sebab Nopri sudah merasa percaya pada SY, ia kembali mengirimkan uang yang diminta.

"Setelah total korban telah mengirimkan uang sebesar Rp 60 juta kepada pelaku, pelaku kembali meminta uang sebesar Rp 65 juta dengan alasan untuk disetorkan kepada pemilik mobil truk," kata M Tohirin.

Mendengar permintaan SY, Nopri tidak menyetujui pelunasan uang tersebut karenakan sepengetahuan Nopri mobil truk tersebut milik dari pelaku.

"Merasa ditipu karena telah kehilangan uang Rp 60 Juta, korban melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian," Jelas M Tohirin.

Adapun SY atas perbuatannya dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman lima tahun penjara.

Baca berita lainnya langsung dari google news

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved