Pengertian Watake Tembang Pocung, Beserta Contohnya, Nasehat Baik Mengingat Kematian

Pocung berasal dari bahasa Jawa “Pucung” yang artinya ritual kematian dimana jasad di bungkus kain kafan setelah di mandikan, kemudian di kubur. Peng

Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Abu Hurairah
TRIBUNSUMSEL.COM
Pengertian Watake Tembang Pocung, Beserta Contohnya, Nasehat Baik Mengingat Kematian 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pocung berasal dari bahasa Jawa “Pucung” yang artinya ritual kematian dimana jasad di bungkus kain kafan setelah di mandikan, kemudian di kubur.

Pengertian tembang pocung adalah tembang yang menggambarkan manusia ketika sudah di pocong atau menggambarkan manusia ketika di panggil Tuhan dan tidak bisa berbuat apa-apa, selain menurut.

Makna tembang ini adalah agar manusia selalu ingat mati. Dengan begitu, manusia akan lebih mudah berbuat baik sebagai bekal nanti setelah mati.

Watake Tembang Pocung Yaiku

Watak tembang merupakan karakteristik atau ciri khas yang dimiliki, dapat berupa perasaan bahagia, senang, sedih, gembira, penuh kasih hingga berwibawa yang dituangkan oleh pengarangnya jadi sebuah tembang.

Nasihat kematian seharusnya disampaikan dengan rasa haru, duka, dan kesedihan. Kerapkali nasihat kematian juga disampaikan dengan nada yang serius. Namun, ketentuan ini tidak berlaku pada tembang pocung.

"Watake tembang pucung iku sakpenake dhewe, luwes, lucu lan gawe seneng. Mula biasane kanggo ngandharake bab-bab kang ora serius lan bisa gawe gegojegan. Surasane kala mangsane ngemot cangkriman utawa banyolan (crita kang ngguyokake)."

Watak tembang pocung adalah seenaknya sendiri (kebebasan), fleksibel, lucu dan menyenangkan.

Biasanya digunakan untuk membahas hal-hal yang tidak serius dan bisa juga untuk candaan.

Contoh Tembang Pocung

  • Contoh 1 :

Dadi uwong kudu sregep sing sinau
Ojo dho sembrana
Ilmu mesti migunani
Kanggo awak dewe bangsa lan negara

Makna tembang:

Jadi orang harus rajin dalam belajar
Jangan sembarangan
Ilmu selalu berguna
Untuk diri sendiri, bangsa dan negara

Baca juga: Jawaban untuk Jazaakallah Khairan, Pengertian Wa iyyakum, Wa iyyaki, Wa iyyaka, Beserta Penjelasan

  • Contoh 2 :

Ngelmu iku kelakone kanthi laku
Lekase lawan kas
Tegese kas nyantosani
Setya budya pengekesing dur angkara

Makna tembang:

llmu itu bisa diperoleh hanya dengan keunggulan
Caranya harus khusyuk
Karena khusyuk itu kuat
Setiapada budi luhur memberantas kejahatan

  • Contoh 3 :

Urip iku madep mantep lan mituhu
Jo padha sembrono
Nyembaho marang Kuasa
Manungsa mung ngunduhi wohing pakarti

Makna tembang:

Hidup haruslah tetap lurus
Jangan sampai bertindak ceroboh
Istiqomah menyembah Yang Kuasa
Manusia itu sebenarnya hanya memetik hasil semua perbuatan

  • Contoh 4 :

Beda lamun kang wus sengsem reh ngasamun
Semune ngaksama
Sasamane bangsa sisip
Sarwa sareh saking mardi martatama.

Makna tembang:

Tetapi berbeda dengan yang sudah suka menyepi
Tampak sifat pemaaf
Antar manusia yang penuh salah
Selalu sabar dengan jalan mengutamakan sikap rendah hati.

Baca juga: Kata Kata Motivasi Islam Singkat dan Penuh Makna untuk Diri Sendiri Bangkit Semangat Sehari Hari

  • Contoh 5 :

Shalat iku kewajiban ingkang laku
Lekase kat fajar
Ibadah kang pancen wajib
Shalat iku cagakke saka agama

Makna tembang:

Menjalankan sholat adalah kewajiban
Dimulai dari fajar
Shalat adalah ibadah yang wajib
Shalat adalah tiang agama

  • Contoh 6 :

Murid iku wajib bekti lan mituhu
Pituturing dwija
Sabarang reh ngati ati
Tata krama empan papan katindakno

Makna Tembang:

Seorang murid wajib berbakti dan bersungguh-sungguh
Berkata yang baik-baik
Berhati hati pada semua hal
Taatilah aturan dimana kamu berada

  • Contoh 7 :

Angkara gung neng angga anggung gumulung
Gegolonganira
Triloka lekeri kongsi
Yen den umbar ambabar dadi rubeda

Makna tembang:

Kejahatan besar di dalam tubuh kuat menggelora
Menyatu dengan diri sendiri
Menjangkau hingga tiga dunia
Jika dibiarkan akan berkembang menjadi bencana.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved