Berita Nasional

Pengakuan Agus Nurpatria Tunjukkan Hasil Otopsi Sementara Brigadir Yosua, Sempat Ragu Akan Hal Ini

Sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua kembali berlanjut, kali ini Agus Nurpatria terdakwa Obstruciton of Justice menguak hasil otopsi sementara.

Editor: Moch Krisna
Youtube Kompas TV
Agus Nurpatria Berikan Kesaksikan Terkait Kasus Pembunuhan Brigadir Yosua 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Sidang kasus pembunuhan Brigadir Yosua kembali berlanjut, kali ini Agus Nurpatria terdakwa Obstruciton of Justice menguak hasil otopsi sementara.

Hal tersebut dibeberkan Agus Nurpatria kepada hakim ketua Wahyu Iman Sentosa, Senin (28/11/2022).

Melansir dari Kompas TV, Agus Nurpatria kala itu berpangkat kombes sempat ragu dengan penjelasan Richard Eliezer terkait penembakan Brigadir Yosua.

Richard Eliezer menyatakan bahwa awalnya yakin ada 5 tembakan ke badan Brigadir.

Namun dari hasil otopsi sementara ada 7 tembakan dan 6 luka tembak luar.

"Saya terima informasi berbentuk foto hasil otopsi sementara, yang jadi agak meragukan saya karena keterangan di awal pak Richard yakin mengeluarkan 5 tembakan, tembakan pertama kena di dada," terang Agus Nurpatria.

" Tapi di hasil otopsi sementara yang ditanda tangani dokter itu ada 7 luka tembak masuk dan 6 luka tembak keluar," sambungnya.

Agus menjelaskan bahwa dirinya mendapat hasil otopsi sementara pada pukul 02.00 dini hari pada 9 Juli 2022.

Sempat meragukan, Agus Nurpatria akhirnya menyakini pernyataan dari Richard terkait 5 tembakan yang menghasilkan 7 luka masuk.

"Ada luka tembus di jari manis, tangan kiri dan hidung, ini memungkinkan 5 tembakan menghasilkan 7 luka tembak masuk," tuturnya.

" Kami juga peragakan ulang informasi tersebut pak Richard itu meyakinkan waktu menembak mengikuti posisi korban Yosua sudah sempoyongan sampai korban tengkurap malam itu," tuturnya.

Ferdy Sambo Malu Aib Putri Candrawathi Terbongkar

 Ferdy Sambo mengaku malu jika aib Putri Candrawathi yang disebutnya mengalami pelecehan seksual diketahui banyak pihak.

Ia pun meminta pertolongan Wakaden B Biro Paminal Divisi Propam Polri, yang saat itu dijabat Ajun Komisaris Besar Arif Rachman Arifin, agar laporan terkait pelecehan seksual tidak tersebar dengan cara membuat folder khusus.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved