Berita Empat Lawang
Kisah Aipda Chenki, Polisi di Empat Lawang Sukarela Jadi Guru Ngaji dan Pengurus Pesantren
Aipda Chenki Balawantara anggota polisi di Polres Empat Lawang menyempatkan dirinya untuk mengajar mengaji dan menjadi pengurus pondok pesantren.
Penulis: Sahri Romadhon | Editor: Yohanes Tri Nugroho
TRIBUNSUMSEL.COM, EMPAT LAWANG - Selain melaksakan tugas sebagai anggota polisi di Polres Empat Lawang, Aipda Chenki Balawantara menyempatkan dirinya untuk mengajar mengaji dan menjadi pengurus pondok pesantren.
Panit Samapta yang bertugas di Polsek Tebing Tinggi ini aktif mengajari para santri yang ada di Pondok Pesantren Masaniyatul Qur’an Dusun Sungai Lidi, Kelurahan Pasar Tebing Tinggi, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang.
"Kurang lebih sudah tiga tahun lamanya telah mengajar dan menjadi pengurus di Pesantren Masaniyatul Qur’an Tebing Tinggi," katanya, Senin (28/11/2022).
Selain sebagai pengajar di pondok pesantren tersebut, ia juga dipercaya sebagai pengurus pondok pesantren dimana ia bekerja disana secara sukarela.
Dilanjutkan Aipda Chenki berawal dari dekatnya jarak rumahnya dengan pondok pesantren Madaniyatul Qur'an dan dirinya yang berkenalan dengan ketua MUI Kabupaten Empat Lawang yakni KH Abdullah Makki saat sedang menunaikan shalat Jum'at membuat dia mulai mengenal pondok pesantren tersebut.
"Oleh karena sehati dan setujuaan dengan Kiai Makki, beliau meminta saya untuk mengurus Pesantren Madaniyatul Qur'an sebab ia sering pulang ke Jakarta untuk mengurus pesantren juga. Bermula dari situlah saya bersama ustad lain untuk menyusun program supaya pesantren berdiri secara resmi. Dimana kami mengurus ke Departemen Agama dan Alhamdulillah saat ini menjadi Madrasa Diniyah yang sampai sekarang masih berdiri walau di sana sini banyak kekurangan," ceritanya.
Dilanjutkan Aipda Chenki ia tergugah melakukan itu hanya semata-mata untuk akhirat, di umurnya yang sudah menginjak 40 tahun lebih dengan ikut mengurus pondok pesantren ia tidak pernah meminta imbalan apapun.
"Dari tahun 2018 sampai sekarang ini syukur Alhamdulillah saya tetap akan disini, walaupun Pak Kiai Makki nanti sudah tidak ada disini saya akan meneruskan tanggung jawab ini sampai saya menutup mata," ujarnya.
Selain itu lanjut Aipda Chenki walaupun ia tidak mempunyai latar belakang sekolah di pondok pesantren ia selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk para santrinya, dan akan terus belajar untuk menutupi kekurangannya.
Baca juga: Kalapas Empat Lawang Kemenkumham Sumsel Berganti
Sementara itu Kapolres Empat Lawang, AKBP Helda Prayitno melalui Kasi Humas, AKP Hidayat menyebut langkah dari seorang Aipda Chenki Balawantara ini dapat menjadi contoh juga untuk personil lainnya.
"Semoga dapat menjadi contoh untuk personil lainnya, serta bisa terus menebar manfaat untuk pondok pesantren dab masyarakat sekitar," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Aipda-Chenki-Polisi-di-Empat-Lawang-Sukarela-Jadi-Guru-Ngaji.jpg)