Berita Nasional

Jebloskan Nikirta Mirzani ke Penjara, Dito Mahendra Mangkir Panggilan KPK, Terseret Kasus Cuci Uang

Jebloskan Nikirta Mirzani ke Penjara, Dito Mahendra Mangkir Panggilan KPK, Terseret Kasus Cuci Uang

INSTAGRAM
Nikita Mirzani (kiri) Dito Mahendra (kanan) 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Nama Dito Mahendra, sosok yang memenjarakan artis Nikita Mirzani ke Penjara ternyata terseret kasus pencucian uang.

Adalah kasus eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan kawan-kawan yang kini sedang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dito Mahendra atau Mahendra Dito Sampurno menjadi salah satu saksi yang dipanggil selain nama Siek Citra Yohandra.

"Karena proses pengumpulan alat bukti yang masih tetap dilakukan tim penyidik, sedianya telah dilakukan pemanggilan patut bagi saksi- saksi untuk hadir di gedung Merah Putih KPK," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri, Senin (28/11/2022).

Baca juga: Musuh Nikita Mirzani Ngamuk Ngaku Dibully, Minta Sita IG Nyai, Sentil Menteri Hukum dan HAM

Nikita Mirzani Ditahan, Ini Isi Postingan Nyai yang Bikin Dito Mahendra Sakit Hati, Tulisan Nama
Nikita Mirzani Ditahan, Ini Isi Postingan Nyai yang Bikin Dito Mahendra Sakit Hati, Tulisan Nama (kolase TribunBogor dari Instagram nikitamirzani_172)
 

Mahendra Dito dipanggil penyidik KPK pada Selasa (8/11/2022).

Sementara, Siek Citra Yohandra adalah Vice Presiden Direktur PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) Tbk. Dia dipanggil KPK pada Kamis (24/11/2022).

Namun, keduanya kompak mangkir panggilan tim penyidik lembaga antirasuah itu.

"Dari informasi yang kami terima, ada 2 orang saksi yang tidak hadir dan tanpa konfirmasi maupun keterangan terkait alasan ketidakhadirannya, atas nama Mahendra Dito S. dan Siek Citra Yohandra," ujar Ali.

"KPK mengimbau untuk kooperatif dan kembali hadir memenuhi panggilan berikutnya dari tim penyidik," tandas Ali.

Sekadar informasi, KPK saat ini sedang mengembangkan kasus dugaan suap terkait pengurusan perkara di MA yang menjerat Nurhadi. 

KPK telah menemukan bukti permulaan yang cukup dan meningkatkan status perkara ke penyidikan.

Sejalan dengan peningkatan kasus ke tingkat penyidikan tersebut, KPK juga telah menetapkan tersangka dalam perkara ini. 

Salah satu tersangka dalam kasus ini disebut-sebut adalah mantan Sekretaris MA Nurhadi. 

Kali ini, Nurhadi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap, gratifikasi, dan TPPU. 

"Saat ini KPK telah menaikan status penyidikan tindak pidana korupsi berupa dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan perkara dari ES [Eddy Sindoro] dkk. Selain itu, juga telah dilakukan penyidikan dalam dugaan penerimaan gratifikasi dan TPPU," kata Ali Fikri, Jumat (16/4/2021).

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved